Posts Tagged ‘visioner’

Bisa Karena Biasa

July 23rd, 2009

Sebuah pekerjaan sesulit apapun kalau kita kerjakan dengan tekun dan berulang-ulang pastilah akan kelar juga, karena kita lakukan beberapa kali tersebut yang tadinya tidak bisa dengan membiasakan diri untuk melakukannya atau latihan rutin maka akhirnya menjadi bisa dan disnilah yang disebut Bisa Karena Biasa, sehingga tidak ada pekerjaan atau sesuatu yang sulit kalau kita mau melakukan pekerjaan itu dengan konsisten.

Demikian juga dengan belajar ilmu SEO yang katanya merupakan ilmu Gaib maka dengan belajar sedikit demi sedikit secara konsisten maka kita harus mempunyai keyakinan bahwa kontes SEO Rusli Zaenal, Sulumits Retsambew, Mengembalikan Jatidiri Bangsa dan Stop Dreaming pastilah tidak akan terasa sulit untuk menembus halaman pertama SERP Google, kuncinya jangan pernah menyerah karena ketika kita berpikir sedikit saja untuk menyerah saat itu juga kita sudah kalah.

Untuk itu marilah kita selalu konsisten untuk menjadi seseorang yang visioner dan berhenti bermimpi menjadi kaya tanpa bekerja, menjadi pandai tanpa belajar, menjadi orang sukses tanpa berusaha karena itu semua adalah omong kosong, karena tidak ada yang gratis di Dunia ini dan sangat tidak mungkin sesuatu itu datang secara tiba-tiba tanpa kita berjuang untuk mendapatkannya, salam.

Debat Cawapres lebih Visioner

June 24th, 2009

capres cawapres

Di sela-sela kesibukan mempertahankan posisi Rusli Zaenal Sang Visioner yang masih saja berkutat di halaman tiga SERP Google, saya melhat debat cawapres semalam terkesan jauh lebih hidup dan visioner dibandingkan debat capres beberapa hari yang lalu, karena mendengar jawaban-jawaban yang diutarakan para kandidat kelihatannya lebih bisa memenuhi harapan yang diinginkan masyarakat Dengan topik perdebatan ” Membangun jati diri Bangsa” beberapa pandangan yang disampaikan lebih bisa di pahami oleh kebanyakan orang bukan hanya jawaban-jawaban normatif yang sulit dipraktekkan.

Sebenarnya istilah debat masih kurang tepat untuk istilah acara pada acara tersebut, karena yang ada tidak lebih dari diskusi antara moderator yang di bawakan oleh DR. Komarudin Hidayat dengan para Cawapres, sedangkan cawapresnya sendiri belum terlibat aktif untuk saling adu program dan saling mempertahankan argumentasinya, sehingga kata wawancara jauh lebih tepat.

Apapun yang terjadi dalam debat cawapress pada tanggal 23 Juni 2009 yang jelas Rakyat bisa melihat dan mendengar calon pemimpin mereka dalam menjawab permasalahan yang sedang dan akan terjadi melalui statemen dan argumen yang disampaikan para kandidat cawapres kita, dan mulai bisa meraba-raba type pemimpin seperti apa yang akan dipilihnya nanti, tidak hanya pusing mikirin SEO Rusli Zaenal atau Sulumits Retsambew yang nambah pusing lebih baik main game saja, salam