Syahdan hiduplah dua orang sahabat karib yang tidak terpisahkan, namun mereka berdua memiliki cacat bawaan yang membuat mereka akhirnya bersahabat karena saling membutuhkan dan melengkapi. Si buta membutuhkan si tuli untuk berjalan kemana-mana sedangkan si Tuli membutuhkan si buta karena sebagai penerjemah pada saat berkomunikasi dengan orang lain.
Pada suatu ketika keduanya mempunyai keinginan menjadi Kepala desa dan wakil kepala desa, meski keduanya memeliki kekurangan namun mereka cukup pandai dan terkenal di lingkungannya, dan itu merupakan salah satu modal untuk meraih kursi Kepala desa dan wakilnya. » Read more: Si Buta Tuli Dan Tradisi Korupsi
