Posts Tagged ‘target’

Jalani Dan Enjoy Aja

July 10th, 2010

Seringkali rutinitas sehari-hari bikin kita bete bahasa gaulnya, apalagi kalau kita di kejar waktu, atau target pekerjaan yang harus selesai secepat mungkin. Bahkan hari liburpun kita di tuntut untuk lembur, apalah daya itu merupakan konsekwensi pekerjaan, suka ataupun tidak toh kita yang harus menyelesaikannya.

Keluh kesah, sumpah serapah tidak akan menyelesaikan pekerjaan kita, kalau mau cepat selesai ya dikerjakan dengan sepenuh hati dan enjoy. Tapi bersikap seperti itu ternyata sulitnya bukan main,jalan terakhir kita harus menggunakan ajian pamungkas yaitu harus kita paksa diri kita untuk melakukan tugas profesi kita, lama-lama juga akan enjoy juga. Bukankah ” witing trisno jalaran songko di pekso ?” bagaimana dengan anda ?….

Profesi Marketing Bagi Yang Suka Tantangan

March 14th, 2010

Siap bekerja dengan target ?

Siap bekerja di bawah tekanan ?

Itulah dua pertanyaan yang sering saya lontarkan saat mewawancarai calon karyawan di tempat saya bekerja. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan bersekala Nasional dan kebetulan saya dipercaya untuk menempati divisi marketing. Marketing bagi saya adalah suatu profesi yang dinamis karena tantangannya luar biasa, strategi-strategi dari pakar penjualan mau tidak mau harus diadopsi dalam pekerjaan, serta harus terus belajar, kalau kita tidak ingin tesingkir dari dunia marketing. » Read more: Profesi Marketing Bagi Yang Suka Tantangan

Banyak Jalan Untuk Mencapai Tujuan

October 29th, 2009

Semoga para pembaca tidak bingung dengan judul diatas, pada dasarnya apa yang akan tersampaikan dengan judul diatas tidaklah jauh dengan pepatah   ” Banyak jalan Menuju Roma”. Agar kita tidak tambah bingung mari kita simak apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan dengan istilah banyak jalan untuk mencapai tujuan.

Seorang ayah menyuruh anaknya untuk membeli rokok di warung Ibu Mila hanya saja sang ayah selain menyuruh membelikan Rokok juga tidak lupa berpesan untuk melewati jalan A kemudian masuk ke tikungan B dan selanjutnya melalui jalan setapak C. Padahal sang anak sebenarnya mempunyai jalan sendiri untuk mencapai warungnya bu Mila dan apabila melalui jalan ini sang anak akan merasa senang dan enjoy.

Seorang Manager Penjualan memerintahkan pada para Salesmannya bahwa target bulan ini harus tercapai apabila teamnya masih kepingin utuh tanpa seorangpun yang terkena Rasionalisasi karena ketidaktercapaian target. Tidak lupa Sang manager memberikan instruksi bahwa untuk mencapai target penjualan bulan ini kita harus melakukan cara-cara pemasaran A, pendekatan ke pelanggan dengan model B dan cara promosi dengan sistim C. Menurut Sang manager cara yang telah diperintahkan kepada salesmannya tersebut dulu pernah dilakukannya dan berhasil demikian juga cara tersebut terbukti ampuh sebagaimana telah mengantarkan manager lain dalam mencapai target penjualan perbulannya.

Sebenarnya cara yang dilakukan sang ayah dan manager tersebut tidaklah salah bahkan dengan mungkin mendekati hampir 80% untuk menggapai tujuan. Tapi banyak orang melupakan kalau cara yang sama tidak akan cocok atau pas untuk wilayah, moment atau waktu yang berbeda. Kenapa kita terkadang selalu memaksakan sesuatu untuk menggapai tujuan sementara orang lain yang kita suruh telah memiliki caranya sendiri yang mungkin lebih baik, efektif dan menguntungkan dari cara kita, karena cara yang dipakai hasil dari buah pikiran dan kreatifitasnya sendiri.

Untuk itu bukankah sebaiknya yang kita lakukan adalah mengarahkan atau memandu orang tersebut untuk mencapai tujuan dengan jalannya sendiri, tanpa memaksakan jalan yang ditempuh harus jalan yang pernah kita lalui. Tugas kita hanya memberi tahu mereka yang kehilangan arah dan tersesat jalan, untuk kembali ke jalan yang sebenarnya, mohon maaf kalau tambah bingung dengan tulisan ini.