Andai saja benar berita yang tersebar di media masa bahwa penangkapan teroris beberapa hari yang lalu diindikasikan memiliki target untuk menembak orang nomor satu serta beberapa pejabat penting di Negeri ini, maka kita berpikir begitu tidak nyamannya menjadi seorang Presiden. Keselamatan dan perjuangannya untuk mensejahterakan rakyat begitu beratnya, selalu ada intrik-intrik politik yang berusaha menggoyang kursi kekuasaannya.
Seorang Presiden pastilah tidak pernah merasakan bagaimana nikmatnya nongkrong sambil minum wedang jahe di penjual nasi kucing, karena dibatasi oleh aturan-aturan protokoler kepresidenan. Juga tidak pernah merasa bebas kemana saja karena harus ada ajudan yang mengawalnya, termasuk bisa menulis apa saja yang diinginkan seperti kebanyakan blogger dan lain sebagainya.
Mensyukuri apa yang kita terima saat ini adalah cara terbaik yang seharusnya kita lakukan, apapun profesi kita sepanjang tidak bertentangan dengan aturan Agama dan Negara maka kita harus menjalankannya secara professional. Kalau kita berprofesi sebagai pengamen ya harus professional dan siap dengan resiko sebagai pengamen, demikian juga ketika kita dipercaya rakyat untuk memimpin bangsa ini sebagai seorang presiden , Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa ataupun ketua RT, sejak saat itu kita harus siap menata hati dan pikiran kita tentang segala sesuatu yang akan menjadi resikonya, jangan mengeluh karena yakinlah Rakyat ada dibelakang anda.