Posts Tagged ‘politisi’

Untuk Rakyat, Kekuasaan Atau Partai

March 3rd, 2010

Banyak politisi yang bilang bahwa apa yang sedang mereka lakukan adalah untuk kepentingan Rakyat , semuanya hanya untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat, dan demi menegakkan kebenaran. Tapi benarkah apa yang mereka lakukan itu untuk rakyat dan penegakan kebenaran, yang tahu hanya mereka dan Tuhan saja rasanya.

Di mata orang awam seperti saya Demi kekuasaan dan kesejahteraan hidup kok rasanya lebih dominan, meski tidak semuanya seperti itu karena kita semua yakin masih ada wakil rakyat yang memiliki hati nurani dan berjuang untuk kebenaran dan masyarakat yang menjadi konstituennya. Tapi cobalah kita bertanya pada hati nurani kita berapa banyak yang seperti itu, karena saya juga menyadari kalau seandainya saya berada pada posisi mereka, dengan banyaknya godaan mungkin juga akan larut ke dalam system. Kita patut acungi jempol bagi wakil-wakil kita yang gigih dan benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat.

Disisi lain mau atau tidak seorang politisi harus taat dan patuh kepada partai dimana tempat mereka bernaung, meskipun harus mengingkari hati kecil nya. Apa yang diperjuangkan partai harus di perjuangkan juga meskipun mereka tahu bahwa yang di perjuangkannya itu salah menurut pandangan hati nuraninya. Kalau sudah seperti ini mampukah mereka menjadi seseorang yang benar-benar berjuang demi menegakkan kebenaran dan kepentingan rakyat, Wallahu Alam

Ketidakpekaan Elit Politik Terhadap Kondisi Masyarakat Kecil

March 28th, 2009

Salah satu tokoh pimpinan partai besar dalam berkampanye mengatakan apa arti Rp.200.000,- bila harus mempertaruhkan harga diri, dengan perkataan seperti itu seolah-olah dia ingin menyadarkan masyarakat akan harga diri tapi dibalik itu merupakan ketidaktahuan elit politik terhadap kondisi riil masyarakat kecil dan itu adalah sebuah Ketidakpekaan berpolitik. Mereka mengukur segala sesuatu dengan diri mereka sendiri yang notabene berkecukupan di sepanjang hidupnya tentu saja dia memandang Rp.200.000,- sebagai sesuatu yang tiada artinya sungguh ketidakpekaan yang luar biasa. …ada apa lagi ya