Banyak orang mengatakan menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, ternyata apa yang dikatakan orang-orang tersebut benar adanya. Saya sendiri merasakan hal itu menunggu apakah gerangan ? menunggu laptie saya yang rusak masuk ke tukang servis, sudah dua minggu berlalu ketika kutanya pada si tukang servis belum kelar katanya sih masih nunggu spare partnya dari Jakarta . Kegiatan ngeblog selama dua minggu ini saya lakukan hanya ketika PC di kantor sedang ndak dipakai oleh karyawan lainnya sehingga mohon maaf apabila dalam 2 minggu terakhir ini jarang blogwalking.
Menunggu merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan hati, karena disitu akan timbul harapan, kecemasan, kegelisahan dan lainnya beraduk menjadi satu, pernahkah anda sekalian menunggu kedatangan sang pujaan hati yang sudah berjanji akan berkunjung atau bertemu dan ternyata jamnya meleset dengan janjinya, coba kembali diingat bagaimana perasaan anda pada waktu itu.
Menunggu rasanya adalah sesuatu yang sangat akrab dengan keseharian kita, entah menunggu dalam kategori yang ringan atau bahkan menunggu dalam hal yang serius. Sebenarnya tanpa kita sadari kita telah menunggu giliran sang Malaikat maut menjemput kita, entah kapan datangnya tapi itu jelas akan terjadi, yang menjadi pertanyaan kita adalah sudahkah kita siap untuk hal itu. Momen Ramadhan 1430 H ini mari kita gunakan sebaik-baiknya untuk mengumpulkan bekal kita sebelum Sang malaikat menjemput. Selamat menunggu jangan resah, jangan gelisah, jangan bimbang dan jangan ragu karena segala sesuatu datang menunggu saat yang tepat.
Related Post
Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan Sang Visioner