Posts Tagged ‘perasaan’

Cinta Sebelah Hati

January 23rd, 2012

Cinta Sebelah Hati

Aku tak mengerti
Mengapa ini selalu terjadi
Entah sampai kapan aku akan terus menjadi pecundang, untuk mendapatkan hatimu
Akankah selamanya seperti ini

Ingin rasanya aku bunuh perasaan ini
Terlalu sakit bila terus seperti ini
Tak pernah kau anggap aku
Tak pernah kau hiraukan perasaan ku

Mungkinkah ini takdir cintaku
Bertepuk sebelah hati, merenda sebelah asa
Mungkinkah engkau merasakannya, atau bahkan kau telah mati rasa
untuk sekeping asa cinta ini

Biarlah rasa ini menjadi rahasia dalam hidupku
Andai saja aku bisa menghindarinya
Pastilah aku akan menjauh sejauh mungkin
Wahai engkau yang telah menumbuhkan rasa itu, semoga engkau mengerti apa yang aku rasakan

Sebuah Persembahan untuk “Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML”

Rindu Ini Begitu Indahnya

April 23rd, 2011

Di air yang tenang ,
di langit yang muram
di perasaan yang gundah,
di relung hati yang terkoyak
bertakhta sebuah harapan, sambil berkata:
Tujukan perahu itu ke pangkuanku saja

Namamu kubaca dengan jelas dalam anganku
diantara warna pink, violet dan keemasan
Pada jilid waktu yang takkan usai kurasakan rinduku
Lalu kutandai dengan hati di halaman ke tujuhpuluhdelapan.

Perasaanku berhenti di keheningan itu
Kenapa harus kuserahkan begitu saja rindu ini pada pekatnya malam
aku merasa memiliki rasa yang salah.
Namun tak pernah berpikir untuk mundur lebih jauh lagi
Meski sebongkah bukit jelas menghadang
biar saja, aku tak peduli

Ketika Kecemasan Melanda

December 8th, 2009

Perasaan cemas bisa menimpa siapa saja dari penjual koran hingga penjual kehormatan, dari seorang pengamen sampai seorang presiden semuanya tak lepas dari kata dan sikap cemas. Perasaan cemas adalah sesuatu yang natural yang diakibatkan oleh perasaan, tentnya kecemasan yang melanda sangatlah berbeda tergantung siapa yang merasakannya.

Beberapa hari terakhir media kita banyak sekali mengulas tentang Kecemasan Presiden SBY akan info dari intelejen tentang akan adanya sesuatu pada tanggal 09 Desember 2009 di balik peringatan “ Hari Anti Korupsi” akankah kecemasan SBY ini menjadi kenyataan, atau hanya sebuah ketakutan akan kehilangan Jati dirinya Sebagai seorang presiden yang dipilih kedua kalinya oleh Rakyat.

Rasanya sudah terlalu sering Presiden kita ini melontarkan sesuatu ke khalayak dengan sumber data dari intelejen, padahal belum sepenuhnya benar. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi para pengamat di Negeri ini, untuk lebih berhati-hati dalam mengungkap sebuah keadaan yang masih meragukan. Tapi sebagai seorang yang awam terhadap dunia intelejen dan dunia politik, kurang begitu paham dengan taktik dan strategi politik. Bisa saja ini adalah salah satu strategi pasang kuda-kuda agar aparat keamanan siap siaga terhadap situasi, ahh entahlah.

Menunggu

September 7th, 2009

Banyak orang mengatakan menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, ternyata apa yang dikatakan orang-orang tersebut benar adanya. Saya sendiri merasakan hal itu menunggu apakah gerangan ? menunggu laptie saya yang rusak masuk ke tukang servis, sudah dua minggu berlalu ketika kutanya pada si tukang servis belum kelar katanya sih masih nunggu spare partnya dari Jakarta . Kegiatan ngeblog selama dua minggu ini saya lakukan hanya ketika PC di kantor sedang ndak dipakai oleh karyawan lainnya sehingga mohon maaf apabila dalam 2 minggu terakhir ini jarang blogwalking.

Menunggu merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan hati, karena disitu akan timbul harapan, kecemasan, kegelisahan dan lainnya beraduk menjadi satu, pernahkah anda sekalian menunggu kedatangan sang pujaan hati yang sudah berjanji akan berkunjung atau bertemu dan ternyata jamnya meleset dengan janjinya, coba kembali diingat bagaimana perasaan anda pada waktu itu.

Menunggu rasanya adalah sesuatu yang sangat akrab dengan keseharian kita, entah menunggu dalam kategori yang ringan atau bahkan menunggu dalam hal yang serius. Sebenarnya tanpa kita sadari kita telah menunggu giliran sang Malaikat maut menjemput kita, entah kapan datangnya tapi itu jelas akan terjadi, yang menjadi pertanyaan kita adalah sudahkah kita siap untuk hal itu. Momen Ramadhan 1430 H ini mari kita gunakan sebaik-baiknya untuk mengumpulkan bekal kita sebelum Sang malaikat menjemput. Selamat menunggu jangan resah, jangan gelisah, jangan bimbang dan jangan ragu karena segala sesuatu datang menunggu saat yang tepat.

Related Post

Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan Sang Visioner