Salah satu dari hikmah berpuasa adalah bagaimana kita belajar mengendalikan nafsu kita, yang pada bulan-bulan sebelumnya cenderung kita biarkan liar mengembara entah kemana dengan berpuasa kita mencoba sedikit demi sedikit untuk mengendalikannya, sebagai contoh pada hari–hari biasa kita bisa makan menurut selera kita kapan saja dan dimana saja, dengan melakukan ibadah puasa kita mencoba memanagnya hanya pada saat-saat tertentu saja kita diperbolehkan untuk makan demikian juga bagi yang sudah menikah untuk menunaikan ibadah hubungan suami Istri biasanya tidak tergatung waktu hanya saja masih tergantung situasi dan kondisi aman nggak untuk melakukannya dengan berpuasa untuk melakukan hal tersebut kita di batasi hanya waktu tertentu yang diperbolehkan.
Dari kedua contoh tersebut terlihat jelas Bagaimana Allah mendidik kita untuk mengelola dan mengendalikan nafsu karena dari sinilah Tuhan ingin membedakan manusia dengan mahluk yang lainnya, karena ketika manusia membebaskan nafsunya untuk bergerak sesukanya maka disitulah letak persamaannya dengan hewan, dan rasanya kita tidak asing dengan hal-hal seperti itu di era seperti ini, budaya bebas tanpa batas itu sedikit demi sedikit telah merasuki jiwa dan pikiran generasi muda kita sehingga berpuasa di Bulan Ramadhan adalah satu dari sekian banyak cara yang bisa digunakan untuk membentengi budaya-budaya yang bertentangan dengan ajaran Agama dan hati nurani manusia.
Segala sesuatu apabila dilakukan dengan serius dan ikhlas untuk mendapatkan Ridho dari Allah pastilah akan menui hasil yang baik, untuk itu marilah kita jalankan puasa di Bulan suci Ramadhan kali ini dengan baik sehingga kita bisa mendapatkan manfaatnya baik di kehidupan Dunia maupun kehidupan kita kelak sesudah mati, salam.