Sore itu Pak Purwa pulang dengan muka serius, kerutan di keningnya tampak kelihatan jelas meskipun umurnya belum begitu tua karena baru saja menginjak empat puluhan sebuah usia yang menunjukkan kematangan untuk ukuran laki-laki, sambil memarkir sepeda motornya di garasi rumah dengan langkah sedikit gontai dia memasuki ruang Tamu, dia letakkan tas kerjanya sedikit keras hingga istri tercintanya Mira kaget tak biasanya suami tercinta berbuat seperti itu ada apa gerangan pikirnya, ada apa pak kok kayaknya tidak seperti biasanya ada masalah apa dikantor tanya Bu Mira sambil membantu melepaskan dasi sang suami, pak Purwa hanya bisa menatap wajah Istrinya dan tak sanggup bicara apapun, tanpa melanjutkan pertanyaannya Bu Mira langsung menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat bagi suaminya.

