Posts Tagged ‘Masyarakat’

Sekolah gratis antara Harapan dan Kenyataan

April 20th, 2009

tutwuri

Setelah hingar-bingar iklan partai politik hilang dari media cetak dan elektronik kita disuguhi oleh tayangan iklan tentang sekolah gratis di layar kaca oleh Mendiknas Bambang Sudibyo dan artis cut mini, sebenarnya masyarakat akan menyambut dengan suka cita apabila apa yang dikampanyekan Mendiknas itu benar benar terwujud bukan hanya iklan politis dengan tujuan untuk mendongkrak suara calon presiden tertentu.

Sesuai amanah konstitusi tentang alokasi dana 20% untuk bidang pendidikan apabila benar-benar dilaksanakan oleh pemerintah dari pusat hingga daerah tingkat II maka cita-cita pendiri Bangsa ini segera akan terwujud, ….gratis apa lagi ya

Ketidakpekaan Elit Politik Terhadap Kondisi Masyarakat Kecil

March 28th, 2009

Salah satu tokoh pimpinan partai besar dalam berkampanye mengatakan apa arti Rp.200.000,- bila harus mempertaruhkan harga diri, dengan perkataan seperti itu seolah-olah dia ingin menyadarkan masyarakat akan harga diri tapi dibalik itu merupakan ketidaktahuan elit politik terhadap kondisi riil masyarakat kecil dan itu adalah sebuah Ketidakpekaan berpolitik. Mereka mengukur segala sesuatu dengan diri mereka sendiri yang notabene berkecukupan di sepanjang hidupnya tentu saja dia memandang Rp.200.000,- sebagai sesuatu yang tiada artinya sungguh ketidakpekaan yang luar biasa. …ada apa lagi ya

Ketika Prilaku Korup Dibenci, Dicaci, Dimaki dan Disukai

March 19th, 2009

Semua orang pasti akan sepakat bahwa kita benci prilaku korupsi karena dampaknya memang sangat luar biasa melumpuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga Bangsa ini belum beranjak menuju masyarakat yang lebih sejahtera, Prilaku korup masih kental mewarnai birokrasi di Negeri ini entah sampai kapan prilaku buruk yang sudah mendarah daging ini sedikit demi sedikit akan melepaskan cengkramannya di Negeri kita tercinta ini.

Ketika kita lihat dan dengar bagaimana para politikus dan wakil kita sedang giat-giatnya mencari simpati konstituennya maka yang kita dengar adalah caci maki terhadap prilaku korupsi, …seterusnya