Posts Tagged ‘Masyarakat’

Masyarakat Kita Masih sangat Peduli

January 30th, 2011

Munculnya gerakan mengumpulkan koin untuk presiden bisa jadi adalah sebuah sinisme politik, namun hal seperti itu juga bisa dijadikan barometer bahwa masyarakat di negeri kita tercinta masih sangat peduli dengan penderitaan dan keluh kesah orang lain, termasuk kepada presidennya.

Tidak hanya sekali kepedulian masyarakat terhadap penderitaan sesamanya dilakukan, masih segar ingatan kita bagaimana pedulinya masyarakat kita terhadap nasib Prita Mulyasari atas gugatan Rumah Sakit Omni Internasional. Dan juga pengumpulan koin untuk penderitaan Bilqis bayi yang malang itu, jadi rasanya tidak perlu diragukan lagi kepedulian bangsa ini terhadap sesamanya. » Read more: Masyarakat Kita Masih sangat Peduli

Mari Sejenak Kita Renungkan

March 11th, 2010

Kadang kita tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya telah berlaku kurang adil dengan keluarga ( Anak dan Istri ), lingkungan skitar , bahkan dengan diri sendiri. Pernahkah kita sadari jam berapa berangkat dan pulang dari kerja, normalnya jam 7 pagi sampai dengan jam 5 Sore namun karena berbagai hal maka kita berangkat lebih cepat jam 6 pagi dan pulang sedikit telat hingga jam 7 malam.

Berapa waktu untuk keluarga anak dan Istri, ketika berangkat bekerja anak-anak belum bangun dari tidurnya, sedangkan ketika pulang dari kerja mereka telah pada tidur. Makanya jangan heran kalau pada akhirnya anak-anak kita lebih dekat dengan pembantu dari pada kepada orang tuanya.

» Read more: Mari Sejenak Kita Renungkan

Mengamati Tanah Kelahiranku

January 21st, 2010

Saya seringkali berpikir ketika melihat di sekeliling, kebetulan saya dilahirkan dari sebuah Dusun di daerah Grobogan, Jateng apabila saya mengamati sungguh perkembangan yang ada begitu lambatnya. Infrastruktur Jalan  yang tak kunjung membaik konon penyebabnya struktur tanah yang labil dan tingkat ekonomi masyarakatnya yang nyaris sama dari tahun ke tahun. Saya sempat berandai-andai kalau saja uang yang dicuri oleh pencuri berdasi seperti kasus century itu digunakan untuk membangun perekonomian di desa-desa pastilah lain ceritanya.

Masyarakat yang menyandarkan hidupnya di kampung sangat jelas terlihat stagnan dari segi ekonominya, tapi bagi sebagian yang mencoba peruntungannya di luar kampung halaman terlihat sedikit lebih mapan. Biasanya yang mencoba mengais rejeki di luar seperti menjadi TKI, merantau di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang dan lainnya, terlihat kehidupannya jauh lebih baik. Tapi hanya orang-orang tertentu saja yang berani berhijrah ke luar tanah kelahiran dan itu tidak lebih dari 20% nya.

Kondisi masyarakat yang agraris memang sangat tidak menguntungkan saat ini, karena disaat biaya bercocok tanam hampir impas dengan hasilnya, menjadikan masyarakat di Dusunku persis seperti yang di katakan Bang Haji Rhoma Irama dalam salah satu bait syair lagunya yaitu “ Gali Lobang Tutup Lobang”. Kalau ini terus-menerus terjadi maka yang namanya hidup sejahtera tetap hanya menjadi sebuah angan-angan dan impian.

Apa yang terjadi di daerah tempat saya rasanya cukup mewakili desa-desa di negeri ini, kami berharap pihak Penmerintah segera kembali berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Mereka miskin bukan karena malas, tapi disebabkan tidak adanya peluang dan kesempatan yang memadai untuk mensejahterakan dirinya. Bagaimana yang terjadi di tanah kelahiran anda tidak jauhkah perbedaannya?.

Seleksi Alam

August 29th, 2009

Pada malam ketujuh Bulan Suci Ramadhan 1430 H ini saya melihat sudah mulai ada seleksi alam di Musholla kecil tempat di mana saya tinggal, barisan sholat Tarawih sudah mulai maju kedepan, dan jamaah sedikit demi sedikit mulai berkurang, entah apa yang menjadi penyebabnya, rasanya fenomena seperti ini adalah fenomena biasa dan sering terjadi di Bulan Ramadhan.

Seleksi alam atau dalam bahasa Agama disebut Sunnatullah adalah hal yang biasa dalam hidup ini, ketika kita mencoba mengamati apa yang sedang terjadi di sekeliling kita bukankah banyak sekali kejadian-kejadian yang merupakan produk dari seleksi alam. Dalam sebuah komunitas ditempat kita bekerja setiap tahun pasti akan kita lihat seleksi ini, teman yang satu promosi jabatan karena kinerjanya dianggap baik, yang lain terkena demosi karena dianggap gagal sedangkan yang lainnya memilih mengundurkan diri karena menganggap sudah tidak cocok lagi bekerja di Perusahaan tersebut.

Di dalam masyarakat Sekeliling ketika kita amati maka akan melihat ada tetangga yang begitu cepatnya dia kelihatan makmur, tetangga lain stagnan, dan yang lainnya terjerat hutang yang pada akhirnya bangkrut . Dalam Dunia blogsphore pun terjadi fenomena yang demikian meskipun usia blog sama tapi ada yang semakin ramai, ada yang biasa-biasa saja dan banyak pula yang melesat jauh merambah ke bisnis online dan lain sebagainya.

Fenomena Alam adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dan pasti akan terjadi dalam kehidupan ini. Sebagai manusia yang mempunyai kekuatan untuk merubah fenomena tersebut ada baiknya kalau kita berusaha minimal bisa bertahan, atau bahkan kita harus mampu berasimilasi dengan seleksi kehidupan yang sedang terjadi. Hanya orang-orang yang siap dan mau berusaha saja yang akan bisa bertahan di tengah belantara seleksi alam tersebut, selamat berjuang, salam.