Apa yang terjadi ketika Naluri yang kita miliki menjadi luntur, tentunya sebuah petaka entah kecil atau besar itulah yang akan datang. Sering kita lihat di sekitar kita terjadi naluri kian luntur dan akhirnya hilang, Seorang wanita kalau naluri keibuannnya hilang dan luntur maka anaklah yang menjadi korbannya, Ketika seorang lelaki hilang nalurinya sebagai Bapak maka kita hanya akan menunggu kehancuran sebuah keluarga. Demikian juga ketika seorang pemimpin sudah hilang naluri mengayomi rakyatnya, maka kekacauan yang terjadi dalam komunitas yang Ia pimpin, seorang tokoh agama ketika luntur naluri membimbingnya maka akan kacau umat yang mengikutinya dan lain sebagainya . Sungguh apa yang terjadi saat ini rasanya tidak jauh dengan lunturnya sebuah naluri, Terkikisnya sebuah kodrati, dan hilangnya sebuah kepekaan hati nurani, manusia cenderung mendewakan nafsu dan kesenangannya yang pada akhirnya melahirkan kerusakan bagi diri dan lingkungan sekitarnya. Mari sejenak kita renungkan akankah kita semua akan larut bersamanya, Semoga masih banyak diantara kita yang masih mengikuti Hati nuraninya dalam berbuat untuk diri, dan lingkungannya.
Posts Tagged ‘manusia’
Ketika Naluri Menjadi Luntur
January 12th, 2010Mengelola Nafsu Dengan Berpuasa
August 22nd, 2009Salah satu dari hikmah berpuasa adalah bagaimana kita belajar mengendalikan nafsu kita, yang pada bulan-bulan sebelumnya cenderung kita biarkan liar mengembara entah kemana dengan berpuasa kita mencoba sedikit demi sedikit untuk mengendalikannya, sebagai contoh pada hari–hari biasa kita bisa makan menurut selera kita kapan saja dan dimana saja, dengan melakukan ibadah puasa kita mencoba memanagnya hanya pada saat-saat tertentu saja kita diperbolehkan untuk makan demikian juga bagi yang sudah menikah untuk menunaikan ibadah hubungan suami Istri biasanya tidak tergatung waktu hanya saja masih tergantung situasi dan kondisi aman nggak untuk melakukannya dengan berpuasa untuk melakukan hal tersebut kita di batasi hanya waktu tertentu yang diperbolehkan.
Dari kedua contoh tersebut terlihat jelas Bagaimana Allah mendidik kita untuk mengelola dan mengendalikan nafsu karena dari sinilah Tuhan ingin membedakan manusia dengan mahluk yang lainnya, karena ketika manusia membebaskan nafsunya untuk bergerak sesukanya maka disitulah letak persamaannya dengan hewan, dan rasanya kita tidak asing dengan hal-hal seperti itu di era seperti ini, budaya bebas tanpa batas itu sedikit demi sedikit telah merasuki jiwa dan pikiran generasi muda kita sehingga berpuasa di Bulan Ramadhan adalah satu dari sekian banyak cara yang bisa digunakan untuk membentengi budaya-budaya yang bertentangan dengan ajaran Agama dan hati nurani manusia.
Segala sesuatu apabila dilakukan dengan serius dan ikhlas untuk mendapatkan Ridho dari Allah pastilah akan menui hasil yang baik, untuk itu marilah kita jalankan puasa di Bulan suci Ramadhan kali ini dengan baik sehingga kita bisa mendapatkan manfaatnya baik di kehidupan Dunia maupun kehidupan kita kelak sesudah mati, salam.
Renungan Menjelang Ramadhan
August 6th, 2009Sukses dalam kehidupan adalah dambaan semua orang dunia ini, berbagai hal telah dilakukan , bermacam-macam cara telah ditempuh, segala daya dan upaya telah Ia kerahkan hanya untuk sebuah kesuksesan dan setelah berhasil kita capai rasanya kebahagian hidup terasa telah sempurna, kesuksesan atau keberhasilan setiap manusia pastilah berbeda namun juga bisa sama.
Setelah kita berhasil menggapai apa yang telah kita inginkan atau dambakan dan pada saat itu juga kita semakin dekat dengan sang pencipta tentulah ini adalah sebuah kebahagian yang haqiqi, tapi terkadang banyak orang ketika keberhasilan dan kesuksesan itu telah menaungi dirinya dia semakin jauh dengan si pembuat kesuksesan kalau itu yang terjadi berarti orang tersebut belum sukses dalam satu sisi, sebaliknya ketika seseorang tersebut dalam kategori gagal atau hancur tapi dengan kegagalan dan kehancurannya menjadikan Dia semakin dekat dengan Sang Pencipta maka orang tersebut telah dianggap sukses dalam sisi yang lain.
Apa yang kami sebutkan diatas bisa saja ini sedang terjadi pada diri kita, bahkan kita sendiri tidak menyadarinya, Bangga menjadi seorang yang berhasil dengan bidang yang digelutinya adalah sangat manusiawi asalkan tidak berlebihan dan menjadikan kita lupa diri, sebaliknya ketika kita sedang hancur, bangkrut ibarat roda kita sedang di bawah janganlah terlalu larut dengan kesedihan yang berlebihan dan putus asa, karena semua yang terjadi dengan diri kita pastilah ada rahasia dibalik itu semua, untuk itu marilah kita berinstrospeksi pada diri kita sendiri masuk dalam kategori manakah kita, mohon maaf ini hanyalah renungan menyambut Bulan Suci Ramadhan, bukan punya maksud apa-apa .
Kekuatan Hati
July 17th, 2009Berbuatlah sesuatu dan Ikuti kata hatimu, ini adalah kata-kata yang sering kita dengar dari orang tua atau orang-orang yang kita anggap lebih di mata kita, sebuah pesan yang takkan pernah usang dimakan oleh zaman andai saja kita memahami apa yang dikatakan orang-orang bijak tersebut pastilah tidak ada lagi BOM yang meledak di Mega Kuningan seperti yang baru saja terjadi, karena kita semua yakin apa yang dilakukan oleh para pembuat teror tersebut dalam hati kecilnya pastilah sangat bertentangan dengan yang dia lakukan, dan akan selalu seperti itu apabila kita melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma yang ada dalam hidup ini. Sehingga ketika seseorang melakukan sesuatu sesuai kata hatinya kemungkinan besar yang ia perbuat adalah kebaikan.
Tidak ada manusia yang sempurna dalam hidupnya kecuali orang-orang pilihan Tuhan, dan itu merupakan hukum alam ( Sunnatullah), sebagai manusia kita hanya bisa berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hidupnya ketika kita berbuat kesalahan segeralah perbaiki dan terus perbaiki, dosa dan kesalahan akan selalu mengiringi setiap langkah kita dalam mengarungi kehidupan tapi bukankah hanya keledai yang terperosok dalam lubang yang sama lebih dari satu kali, untuk itu gunakan kekuatan hati kita dalam bertindak dan berprilaku sebagai mahluk sosial dan mahluk spiritual, mohon maaf kalau renungan ini salah karena ini hanyalah renungan seorang yang ingin menjadi visioner dan sedang mencoba berhenti bermimpi tapi belum bisa.