Posts Tagged ‘Korupsi’

Banyak Markus Dan Korupsi, Apa Kata dunia ?

April 10th, 2010

Sungguh sangat ironis ketika pendapatan dari sektor pajak di genjot habis-habisan ternyata terjadi pembusukan di dalam, di saat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak mulai terlihat, kini di kejutkan oleh kasus-kasus besar korupsi di lingkungan birokrasi pajak sehingga muncul wacana pembelotan untuk membayar pajak, dan masyarakat menjadi pesimis terhadap pengelolaan pajak.

Bangsa ini selalu terlambat belajar, bahkan nyaris tidak pernah belajar dari kasus-kasus besar yang terus menggelinding silih berganti. Mata dan Hati para pejabat telah terbutakan oleh segepok uang, kemewahan dan budaya memperkaya diri sendiri serta tiada peduli nasib yang lainnya.

» Read more: Banyak Markus Dan Korupsi, Apa Kata dunia ?

Si Buta Tuli Dan Tradisi Korupsi

March 6th, 2010

Syahdan hiduplah dua orang sahabat karib yang tidak terpisahkan, namun mereka berdua memiliki cacat bawaan yang membuat mereka akhirnya bersahabat karena saling membutuhkan dan melengkapi. Si buta membutuhkan si tuli untuk berjalan kemana-mana sedangkan si Tuli membutuhkan si buta karena sebagai penerjemah pada saat berkomunikasi dengan orang lain.

Pada suatu ketika keduanya mempunyai keinginan menjadi Kepala desa dan wakil kepala desa, meski keduanya memeliki kekurangan namun mereka cukup pandai dan terkenal di lingkungannya, dan itu merupakan salah satu modal untuk meraih kursi Kepala desa dan wakilnya. » Read more: Si Buta Tuli Dan Tradisi Korupsi

Ketika Pemberantasan Korupsi Tak Lagi Menjadi Prioritas

November 1st, 2009

tikus

Di obrolan warung pojok milik mbok karni kang sastro pelanggan tetap warung tersebut sedang terlibat obrolan serius dengan Bagus seseorang yang dulunya aktifis kampus dan sekarang masih getol di sebuah partai politik. Meski sampai pemilu terakhir kemarin belum Bagus belum sempat mencicipi kursi panas legislatif karena kurang cukup populer dan hanya modal dengkul.

Sastro , Saya merasa kecewa Gus , memangnya ada apa kang ?..tanya Bagus, ini lho saya kemarin itu pilih SBY karena komitmennya terhadap pemberantasan Korupsi, tapi sekarang kok mletho gitu ya. Apalagi namanya sempat di catut dalam perselihan yang terjadi antara KPK dan POLRI.

Bagus,..ya begitulah kang, Menjadi pemimpin memang benar-benar susah, apalagi kalau berbagai kepentingan sudah masuk di dalam lingkaran kekuasaannya, belum lagi para pecundang politik yang selalu memberi informasi yang berlainan dengan kenyataan yang sesungguhnya maka akhirnya sang pemimpin bisa salah mengambil keputusan, mudah-mudahan ini tidak terjadi sama SBY.

Apa karena Lima Tahun mendatang SBY sudah tidak bisa nyalon presiden lagi ya, sehingga dia tidak berusaha menjaga citra yang telah terbangun dalam pemerintahannya yang lalu, ungkap kang Sastro. Bisa iya bisa tidak Jawab si Bagus. Terus kenapa Sby jadi seperti itu, padahal saya sebagai pendukungnya mengharapkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi bisa dilanjutkan kayak jargon kampanyenya dulu, tapi nyatanya kok malah jalan ditempat, ucap kang sSastro dengan mimik muka kecewa. Entahlah kang jadi nambahin pusing kalau mikirin Negara, sementara saya sendiri saja masih nganggur pekerjaan tidak jelas, daripada pusing mikirin negara lebih baik belajar bisnis online aja lah kang, itung-itung bisa dapat recehan $ dari dunianya si Maya,  kata si Bagus datar.

Dari obrolan dua orang di warung pojok mbok karni tersebut rasanya cukup mewakili harapan masyarakat kecil terhadap Pemerintahan SBY, agar tidak ragu dalam pemberantasan korupsi. Karena salah satu daya tarik orang memilih SBY dalam pemilu lalu adalah komitmennya terhadap pemberantasan korupsi, kalau ternyata menjadi seperti ini rasanya banyak mengecewakan konstituennya.

Sulitnya Keluar Dari Sebuah Lingkaran

October 8th, 2009

Lingkaran di sini bukanlah lingkaran yang diajarkan oleh Pak Wandi guru matimatian, tapi lingkaran yang jauh lebih melingkar lagi yang lebih dekat dengan lingkaran kehidupan. Banyak orang ketika sudah masuh dalam sebuah lingkaran tertentu mereka terjebak di dalamnya dan butuh perjuangan yang kadang harus di tebus dengan darah dan nyawa.

Tentu kita semua tidak pernah membayangkan bagaimana kalau seseorang sudah masuk dalam lingkaran mafia kejahatan, seperti pengedar narkoba, perampokan, dan pembunuhan, tentunya mereka akan sangat kesulitan untuk hanya sekedar keluar dari pusaran lingkarannya. Bisa jadi orang tersebut keluar tapi menuju alam yang lain alias mati, karena tentunya masyarakat dalam lingkaran tersebut tidak ingin rahasianya terbongkar.

Menjadi seorang koruptor bisa saja tidak akan pernah terlintas dalam benak seseorang anak manusia, pada dasarnya mereka tahu bahwa itu adalah kejahatan. Tapi ketika seseorang tanpa sadar telah memasuki sebuah lingkungan yang syarat dengan orang-orang bernafsu korupsi maka secara tidak sadar pula orang tersebut terseret ke dalam pusaran lingkaran korupsi. Untuk keluar dari situ saya yakin pastilah tidak akan mudah butuh perjuangan dan pengorbanan.

Yang paling sederhana dan banyak orang mengalaminya adalah bagaimana ketika kita sudah masuk dalam lingkaran hutang, kita akan terus berkutat dengan gali lobang tutup lobang tanpa pernah bisa menutup semua lobang yang telah kita gali. Semoga kita semua terhindar dari sebuah lingkaran yang demikian, salam.