Posts Tagged ‘jatidiri’

Menikmati Liburan

September 22nd, 2009

Menikmati Liburan Lebaran dengan keluarga meskipun melelahkan akan tetapi sangat membahagiakan, setelah selesai melakukan ritual mengembalikan jatidiri bangsa dengan cara silaturahmi lebaran bersama sanak kerabat di Desa Sambung, Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Jateng dengan suasana khas lebaran lontong opor dan ketupat rasanya bisa mencairkan kerinduan kampung halaman. Pada hari selasa siang kami pulang kembali ke Kendal dengan harapan bisa sowan untuk halal-bihalal ke sesepuh blogger Kendal Pak Marsudiyanto dan pak sawali, tapi kami belum sempat kontak ke beliau berdua meskipun pada tanggal 20 September 2009 malam, pak Marsudiyanto sms saya yang isinya mengabarkan bahwa saya termasuk salah satu blogger yang mendapat hadiah domain dari dindasmart.com atas tulisan saya Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau, trimakasih mbak Dinda atas hadiah domainnya semoga saya bisa memanfaatkannya dengan baik.

Libur lebaran masih tersisa 4 hari akan saya manfaatkan untuk bersilaturahmi ke beberapa sanak saudara dan rekan-regan dari dunia maya yang belum sempat kami kunjungi baik secara langsung kopi darat maupun ke gubug maya mereka, semoga silaturrahmi menjadi cara terbaik untuk membangun ukhuwah dan persahabatan. Liburan panjang bagi karyawan swasta seperti saya adalah sesuatu yang sangat istimewa di sela-sela kesibukan keseharian, sehingga memanfaatkan dan menikmatinya adalah sesuatu yang wajib, sebelum berkutat lagi dengan kesibukan pekerjaan. Saya yakin rekan-rekan semua juga mempunyai agenda yang padat di liburan lebaran kali ini, semoga bisa menikmatinya dengan keluarga tercinta, salam.

Tradisi Mudik Untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa

September 15th, 2009

Setelah gagal di beberapa kontes SEO kami akan mencoba sekuat tenaga untuk mengembalikan jati diri Bangsa, karena saya berpikir masih belum terlambat, Tradisi mudik yang ada di Negeri ini contohnya hanya ada di Negeri ini tidak ada di Negara manapun, Meskipun bukan dalam kategori yang jauh karena masih dalam satu wilayah Jawa Tengah saya selalu mudik saat Lebaran karena menurut saya kegiatan itu adalah ritual dalam rangka untuk mengembalikan jati diri bangsa yang harus dijalani setahun sekali.

Mudik bagi sebagian orang mungkin hanya sekedar hura-hura atau sekedar ingin menunjukkan ke sanak kerabat akan keberhasilan yang telah dicapainya, tapi bagi saya sebenarnya ada yang jauh lebih penting yaitu tempat ajang silaturrahmi dan berkumpulnya keluarga besar yang lama tidak ketemu. Satu momen yang sangat istimewa adalah ketika kita sling maaf memaafkan atas segala kesalahan, terkadang pada momen diluar lebaran untuk meminta maaf atau memaafkan kita gengsi atau merasa tidak bersalah. Namun pada momen lebaran semua orang mengaku punya salah dan meminta maaf kepada yang lainnya yang seperti ini rasanya lebih dekat dengan mengembalikan jati diri bangsa.

Maaf memaafkan sebenarnya bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja setelah terjadi perselisihan dan lainnya tidak harus menunggu momen lebaran sebagaimana yang diajarkan oleh Islam, tradisi mudik dan lebaran adalah sebuah cara untuk saling memaafkan dan rasanya perlu kita lestarikan. Lebaran atau Idul fitri bukan hanya identik dengan baju baru dan segala hal yang berhubungan dengan jasmani phisik yang baru. Satu hal yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjadi manusia Baru kembali kepada fitrah setelah sebulan mendapat ampunan dosa dari sang Khalik, dengan berlebaran kita juga bersih dari dosa-dosa sesama manusia. Selamat mengembalikan jati diri Bangsa, tidak ada kata terlambat untuk berbuat lebih baik dalam hidup ini.

Tulisan ini kami persembahkan untuk Kontes Mengembalikan Jati diri Bangsa yang di selenggarakan BeritaJitu.com, bagi rekan-rekan blogger yang kepingin berpartisipasi silahkan daftar langsung ke TKP, selamat berlomba, semoga sukses.

Bisa Karena Biasa

July 23rd, 2009

Sebuah pekerjaan sesulit apapun kalau kita kerjakan dengan tekun dan berulang-ulang pastilah akan kelar juga, karena kita lakukan beberapa kali tersebut yang tadinya tidak bisa dengan membiasakan diri untuk melakukannya atau latihan rutin maka akhirnya menjadi bisa dan disnilah yang disebut Bisa Karena Biasa, sehingga tidak ada pekerjaan atau sesuatu yang sulit kalau kita mau melakukan pekerjaan itu dengan konsisten.

Demikian juga dengan belajar ilmu SEO yang katanya merupakan ilmu Gaib maka dengan belajar sedikit demi sedikit secara konsisten maka kita harus mempunyai keyakinan bahwa kontes SEO Rusli Zaenal, Sulumits Retsambew, Mengembalikan Jatidiri Bangsa dan Stop Dreaming pastilah tidak akan terasa sulit untuk menembus halaman pertama SERP Google, kuncinya jangan pernah menyerah karena ketika kita berpikir sedikit saja untuk menyerah saat itu juga kita sudah kalah.

Untuk itu marilah kita selalu konsisten untuk menjadi seseorang yang visioner dan berhenti bermimpi menjadi kaya tanpa bekerja, menjadi pandai tanpa belajar, menjadi orang sukses tanpa berusaha karena itu semua adalah omong kosong, karena tidak ada yang gratis di Dunia ini dan sangat tidak mungkin sesuatu itu datang secara tiba-tiba tanpa kita berjuang untuk mendapatkannya, salam.