Ketika manusia berusaha ingin menjadi lebih baik nasibnya dalam kehidupannya sehari-hari maka mereka akan berusaha sekuat tenaga, tidak peduli akan nasibnya sendiri yang ada di benaknya hanyalah kehidupan yang lebih layak bagi generasi selanjutnya. Begitulah kiranya yang tertanam dalam benak tenaga kerja kita, namun pengorbannya demi memperbaiki taraf hidupnya benar-benar dibayar dengan darah dan nyawa.
Apa yang terjadi dengan Sumiati adalah merupakan potret perjuangan tragis perbaikan taraf hidup yang mengorbankan dirinya. Rasanya terlalu mahal pengorbanan yang mereka lakukan demi kesejahteraan keluarganya, terus bagaimana dengan mereka yang menghamburkan uang untuk berfoya-foya dan sogok sana-sini macam gayus. Sungguh terlalu jauh jurang pemisah yang ada di sekitar kita, disatu sisi harus berdarah-darah untuk sesuap nasi di sisi yang lain begitu mudahnya uang mengalir.
Kita tidak akan menutup sebelah mata atas kejadian yang menimpa TKI seperti Sumiati, karena banya juga Rakyat negeri ini yang hidupnya bisa sejahtera karena bekerja di negeri orang dengan menjadi TKI. Hanya saja kita semua berharap kepada pihak yang berwenang dalam hal ini Pemerintah untuk lebih baik lagi dalam melindungi warganya yang bekerja sebagai TKI dari kebrutalan majikan-majikan biadab tersebut dengan memperkuat posisi tawar tenaga kerja kita di Negara tempat mereka bekerja.
