Pernahkah kita mengamati sejauh mana sebuah tulisan atau hasil karya tulisan yang telah menjadi buku atau novel yang kita baca, sejauh mana anda mengamati atau menikmatinya. Kadang kita membaca artikel atau buku hanya sekedar membaca tanpa merasakan sensasinya atau bahkan kita telah menikmati sensasinya terlena tanpa pernah menyadarinya sama sekali. Kalau itu yang terjadi mulai saat ini saatnya anda rasakan ketika kita sedang membaca sebuah tulisan baik hasil karya penulis-penulis hebat atau tulisan kita sendiri.
Rasanya kita tidak menyadari ketika kita membaca sebuah novel atau cerpen dan lainnya kita seolah-olah masuk sebagai salah satu tokohnya dan imajinasi kita mengembara bersama cerita yang kita baca, bila cerita itu bahagia kita ikut bahagia, bila kebetulan cerita itu sedih tanpa terasa kita ikut menitikkan air mata. Sadarkah kita saat membaca cerita silat seolah-olah kita menjadi sakti seperti sang tokoh, dan apabila tanpa di sengaja kita membaca kisah romantis tiba-tiba kita jadi sosok romantis dan celakanya ketika yang kita baca cerita cabul, kita merasa sedang melakukan adegan-adegannya, busyet.
Imajinasi mengantarkan kita seakan-akan kita berada jauh di alam khayal kita, Karena membaca berbeda dengan melihat atau menonton film atau sinetron yang cenderung hanya menggunakan fungsi mata dan kerja otak. Tanpa melibatkan imajinasi dan khayalan secara langsung dan rasanya inilah yang membedakan keduanya. Mendengarkan sebuah cerita atau sandiwara radio justru lebih dekat dengan membaca cerita karena ikut melibatkan ruang khayalan dan imajinasi kita.
Sampai kapanpun rasanya membaca tulisan atau cerita tidak akan pernah tergantikan oleh kemutakhiran teknologi audio visual, oleh karena itu tetaplah membaca, dan nikmati kekuatan atau sensasi sebuah tulisan baik itu hasil karya sendiri atau hasil karya orang lain, salam.
Related posts
selamat berjuang sobat untuk mengembalikan jatidiri Bangsa dan semoga sukses selalu menyertai.