Posts Tagged ‘bibit’

Bibit Bebet Bobot Versus Mandiri Pribadi dan Wibawa

March 29th, 2010

Ajang pencarian jodoh rasanya kini semakin beragam, apalagi sejak munculnya acara Take me out dan Take him out Indonesia di sebuah Stasiun Televisi swasta yang di pandu oleh Choki Sitohang dan Yunita Kristiani, Sebuah bentuk pencarian jodoh di dunia modern. Jauh sebelumnya untuk mencari jodoh Orang –orang tua kita dahulu sering berpesan tentang Bibit Bebet Bobot .

Bibit Bebet Bobot : Adalah sebuah cara untuk mengukur calon pasangan hidup kita tentang kemampuan dan kesiapan pasangan dalam menjalani kehidupan serta dari mana asal-usul calon pasangan hidup kita. Seiring perjalanan waktu maka berkembanglah menjadi mencari pasangan yang mandiri , pribadi dan wibawa, mandiri berarti memiliki rumah sendiri, mobil sendiri dan lainnya demikian juga dengan Kepribadian yaitu pasangan hidup kita harus punya rumah pribadi, mobil pribadi, tabungan pribadi dan sebagainya. Sedangkan wibawa berkaitan dengan wibawa rumah, wibawa Mobil, wibawa uang segepok dan seterusnya.

Melihat fenomena diatas ternyata dalam mencari jodohpun seseorang menyesuaikan perkembangan zaman, kriteria manakah yang lebih dekat dengan anda dalam menentukan pasangan hidup anda dan calon pasangan putra-putri anda nantinya. Tulisan ini bukanlah tulisan serius hanya iseng saja jadi jangan diambil hati bila kurang berkenan.

Reaksi Sebuah Kebijakan

November 24th, 2009

Setelah SBY memberikan kebijakannya tentang masalah yang lagi hangat saat ini yaitu tentang hak angket Century dan kepastian hukum Bibit Samad Riyanto dan Candra M. Hamzah, publik berekasi pro dan kontra. Sebagian ada yang mengatakan kebijakan yang di keluarkan SBY sudah tepat tapi sebagian yang lain mencibir dengan rasa yang tidak puas.

Pro dan Kontra dalam mensikapi sesuatu di dunia demokrasi adalah sesuatu yang wajar, justru terasa aneh apabila reaksi yang timbul hanyalah yang pro saja, demikian sebaliknya. Kedewasaan berpikir dan bertindak dari masyarakat kita justru seang diuji sejauh mana mereka memahami arti sebuah demokrasi bukan demoCrazy yang karena kurang puas dengan yang ada akhirnya berbuat anarkisme yang membabi buta.

Keputusan SBY tentang masalah Century dan kriminalisasi Bibit dan candra meskipun belum memuaskan berbagai pihak, rasanya perlu juga kita apresiasi dan kita tunggu langkah selanjutnya apa yang akan dilakukan. Mengkritik sebuah kebijakan sangatlah mudah karena belum tentu para pengkritik dan komentator bisa berbuat lebih baik, seandainya dia dalam posisi yang sama. Seorang pemimpin tidaklah mungkin disukai semua rakyat yang dipimpinnya . Sebagi pemimpin yang baik Dia akan selalu berbuat untuk kebaikan rakyatnya, bukan kebaikan diri, golongan, partai dan sektarian lainnya. Mudah-mudahan apa yang dilakukan SBY menuju kearah yang demikian