Posts Tagged ‘Banyak’

Banyak Jalan Untuk Mencapai Tujuan

October 29th, 2009

Semoga para pembaca tidak bingung dengan judul diatas, pada dasarnya apa yang akan tersampaikan dengan judul diatas tidaklah jauh dengan pepatah   ” Banyak jalan Menuju Roma”. Agar kita tidak tambah bingung mari kita simak apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan dengan istilah banyak jalan untuk mencapai tujuan.

Seorang ayah menyuruh anaknya untuk membeli rokok di warung Ibu Mila hanya saja sang ayah selain menyuruh membelikan Rokok juga tidak lupa berpesan untuk melewati jalan A kemudian masuk ke tikungan B dan selanjutnya melalui jalan setapak C. Padahal sang anak sebenarnya mempunyai jalan sendiri untuk mencapai warungnya bu Mila dan apabila melalui jalan ini sang anak akan merasa senang dan enjoy.

Seorang Manager Penjualan memerintahkan pada para Salesmannya bahwa target bulan ini harus tercapai apabila teamnya masih kepingin utuh tanpa seorangpun yang terkena Rasionalisasi karena ketidaktercapaian target. Tidak lupa Sang manager memberikan instruksi bahwa untuk mencapai target penjualan bulan ini kita harus melakukan cara-cara pemasaran A, pendekatan ke pelanggan dengan model B dan cara promosi dengan sistim C. Menurut Sang manager cara yang telah diperintahkan kepada salesmannya tersebut dulu pernah dilakukannya dan berhasil demikian juga cara tersebut terbukti ampuh sebagaimana telah mengantarkan manager lain dalam mencapai target penjualan perbulannya.

Sebenarnya cara yang dilakukan sang ayah dan manager tersebut tidaklah salah bahkan dengan mungkin mendekati hampir 80% untuk menggapai tujuan. Tapi banyak orang melupakan kalau cara yang sama tidak akan cocok atau pas untuk wilayah, moment atau waktu yang berbeda. Kenapa kita terkadang selalu memaksakan sesuatu untuk menggapai tujuan sementara orang lain yang kita suruh telah memiliki caranya sendiri yang mungkin lebih baik, efektif dan menguntungkan dari cara kita, karena cara yang dipakai hasil dari buah pikiran dan kreatifitasnya sendiri.

Untuk itu bukankah sebaiknya yang kita lakukan adalah mengarahkan atau memandu orang tersebut untuk mencapai tujuan dengan jalannya sendiri, tanpa memaksakan jalan yang ditempuh harus jalan yang pernah kita lalui. Tugas kita hanya memberi tahu mereka yang kehilangan arah dan tersesat jalan, untuk kembali ke jalan yang sebenarnya, mohon maaf kalau tambah bingung dengan tulisan ini.

Banyak Itu Ternyata Beda Dengan Cukup

October 2nd, 2009

Siapa orangnya yang akan menolak kalau kita di beri kepercayaan banyak harta oleh yang maha kuasa, karena yang terpikir oleh kita adalah ketika kita mempunyai banyak harta kita akan bisa melakukan apa saja di kehidupan ini. Kita bekerja keras siang dan malam salah satu tujuannya adalah untuk mengumpulkan harta dan menikmatinya.

Banyak harta belum tentu menjamin kehidupan sesorang menjadi damai dan tenang, Banyak belum tentu bisa memenuhi kebutuhan hidupnya karena sering kita lihat semakin besar penghasilan seseorang akan diiringi juga oleh besarnya kebutuhan kesehariaannya. Ini bisa dilihat dan kita amati sekeliling kehidupan kita orang miskin juga bisa memenuhi kebutuhan hidup dan juga bisa menikmati kehidupannya karena sekali lagi kebutuhan hidup mengikuti penghasilannya.

Rasanya Hidup berkecukupan lebih indah dan sangat didambakan banyak orang, karena bukankah cukup apa saja di kehidupan ini menyenangkan. Harta cukup, Istri cukup, anak cukup dan lain-lainnya serba cukup tentunya tidak ada lagi yang kita inginkan selain hidup berkecukupan, yang penting bagaimana kita bisa mensyukuri apa yang diberikan Tuhan kepada kita maka yakinlah bahwa kita akan di beri kecukupan dalam hidup ini, salam.