Posts Tagged ‘bangsa’

Mengapa Setiap Masalah Masih Berujung Kekerasan

September 30th, 2010

Bentrokan antar kampung, antar kelompok bahkan bentrokan antar ormas tertentu masih sering terlihat menghiasi pemberitaan di layar kaca kita, hal ini membuktikan bahwa Rakyat di Negeri tercinta ini belum dewasa dalam menghadapi berbagai masalah. Kekuatan phisik masih mereka jadikan jalan keluar yang sebenarnya justru semakin membuat masalah menjadi semakin komplek.

Mengapa Rakyat di negeri ini belum kunjung dewasa meski usia Republik ini telah mencapai 65 Tahun, Ibarat manusia mereka sudah sangat dewasa dan tentunya lebih bijaksana. Kalau hal ini terus terjadi entah sampai kapan Bangsa Ini menjadi bangsa yang besar, karena banyak negara atau bangsa lain yang menginginkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kerdil, Sehingga kejadian yang berbau perpecahan teramat menyenangkan mereka bila itu terus-menerus terjadi. » Read more: Mengapa Setiap Masalah Masih Berujung Kekerasan

Sisi Lain Dari Sepak Bola

June 15th, 2010

Magnet Piala Dunia 2010 mampu menyihir Jutaan manusia seantero dunia, daya magisnya seolah-olah tidak terbendung, banyak cara yang dilakukan oleh para penggila bola dari hal yang biasa dan wajar hingga hal-hal yang terkadang kurang bisa di pahami akal sehat. Ternyata demam piala dunia 2010 mampu meredakan keinginan untuk mendownload video mirip artis Luna maya, Ariel dan Cut Tari.

Permainan Sepak Bola ternyata mampu mengangkat harkat dan martabat dari sebuah Negara, meredam isyu rasialis dan menyamakan kedudukan manusia yang satu dengan manusia lainnya. Tidak bisa dipungkiri kalau sebenarnya di dunia ini manusia terkotak-kotak melalui jenis warna kulit, kelompok negara maju, berkembang dan miskin, bahkan ada sekelompok orang yang menganggap dirinya adalah kumpulan manusia hebat di dunia ini.

» Read more: Sisi Lain Dari Sepak Bola

Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara

October 1st, 2009

pancasila

Tradisi memutar film Gerakan 30 September PKI sudah tidah pernah lagi kita lihat di layar kaca kita, demikian juga pemutaran film-film heroik tentang kepahlawanan para pejuang kita juga sudah sangat jarang kita lihat di momen-momen peringatan hari bersejarah Bangsa ini. Bagi generasi seangkatan saya rasanya ada yang kurang ketika tradisi itu tidak lagi mengiringi sebuah peringatan sejarah yang mungkin bisa membangkitkan kembali rasa nasionalisme yang kian terkikis oleh waktu.

Ada yang berubah rasanya di generasi kita sekarang, masih hapalkah anak-anak usia TK kita dengan pancasila, masihkah anak-anak seusia SD masih fasih melafalkan pembukaan UUD 45, masih hapalkah generasi muda kita dengan lagu-lagu kebangsaan kita. Inilah yang kami rasakan kian terkikisnya semangat Nasionalisme Bangsa Indonesia di tengah hingar bingarnya suara Reformasi dan kebebasan berdemokrasi.

Kami sadar betul kalau Nasionalisme dan bela Negara tidak harus berwujud dengan hapal Pancasila, hapal lagu-lagu Kebangsaan, fasih membaca pembukaan UUD 45 tapi masih banyak cara untuk untuk membangkitkan kembali semangat bela Negara tersebut di dada Rakyat Indonesia. Buktinya ketika kebudayaan kita di klaim Negeri tetangga reaksi yang ditunjukkan rakyat ini masih cukup baik untuk rasa memiliki dan membela Bangsa ini dari kejahilan bangsa lain.

Semoga momen peringatan hari bersejarah Bangsa ini bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dan semangat bela Negara seluruh jiwa dan raga bangsa ini . Tulisan ini kami persembahkan untuk Brain storming bela Negara bersama Pakdhe Kholik, salam.

Tradisi Mudik Untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa

September 15th, 2009

Setelah gagal di beberapa kontes SEO kami akan mencoba sekuat tenaga untuk mengembalikan jati diri Bangsa, karena saya berpikir masih belum terlambat, Tradisi mudik yang ada di Negeri ini contohnya hanya ada di Negeri ini tidak ada di Negara manapun, Meskipun bukan dalam kategori yang jauh karena masih dalam satu wilayah Jawa Tengah saya selalu mudik saat Lebaran karena menurut saya kegiatan itu adalah ritual dalam rangka untuk mengembalikan jati diri bangsa yang harus dijalani setahun sekali.

Mudik bagi sebagian orang mungkin hanya sekedar hura-hura atau sekedar ingin menunjukkan ke sanak kerabat akan keberhasilan yang telah dicapainya, tapi bagi saya sebenarnya ada yang jauh lebih penting yaitu tempat ajang silaturrahmi dan berkumpulnya keluarga besar yang lama tidak ketemu. Satu momen yang sangat istimewa adalah ketika kita sling maaf memaafkan atas segala kesalahan, terkadang pada momen diluar lebaran untuk meminta maaf atau memaafkan kita gengsi atau merasa tidak bersalah. Namun pada momen lebaran semua orang mengaku punya salah dan meminta maaf kepada yang lainnya yang seperti ini rasanya lebih dekat dengan mengembalikan jati diri bangsa.

Maaf memaafkan sebenarnya bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja setelah terjadi perselisihan dan lainnya tidak harus menunggu momen lebaran sebagaimana yang diajarkan oleh Islam, tradisi mudik dan lebaran adalah sebuah cara untuk saling memaafkan dan rasanya perlu kita lestarikan. Lebaran atau Idul fitri bukan hanya identik dengan baju baru dan segala hal yang berhubungan dengan jasmani phisik yang baru. Satu hal yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjadi manusia Baru kembali kepada fitrah setelah sebulan mendapat ampunan dosa dari sang Khalik, dengan berlebaran kita juga bersih dari dosa-dosa sesama manusia. Selamat mengembalikan jati diri Bangsa, tidak ada kata terlambat untuk berbuat lebih baik dalam hidup ini.

Tulisan ini kami persembahkan untuk Kontes Mengembalikan Jati diri Bangsa yang di selenggarakan BeritaJitu.com, bagi rekan-rekan blogger yang kepingin berpartisipasi silahkan daftar langsung ke TKP, selamat berlomba, semoga sukses.