Syahdan hiduplah dua orang sahabat karib yang tidak terpisahkan, namun mereka berdua memiliki cacat bawaan yang membuat mereka akhirnya bersahabat karena saling membutuhkan dan melengkapi. Si buta membutuhkan si tuli untuk berjalan kemana-mana sedangkan si Tuli membutuhkan si buta karena sebagai penerjemah pada saat berkomunikasi dengan orang lain.
Pada suatu ketika keduanya mempunyai keinginan menjadi Kepala desa dan wakil kepala desa, meski keduanya memeliki kekurangan namun mereka cukup pandai dan terkenal di lingkungannya, dan itu merupakan salah satu modal untuk meraih kursi Kepala desa dan wakilnya.
Degan modal bonek akhirnya dia terpilih menjadi Kepala desa dan wakil kepala desa, ternyata biaya politik di negeri antah berantah tidak begitu besar dibandingkan biaya politik di negeri sebelah, kalau mendengar berita dari negeri sebelah penduduk antah berantah sebenarnya iri, karena di negeri sebelah yang konon gemah ripah loh jinawi itu membuat semuanya dapat di beli termasuk kekuasaan.
Ironisnya rakyatnya tidak kunjung sejahtera karena ada budaya yang turun temurun dipertahankan menjadi sebuah tradisi, ya tradisi korupsi kolusi dan nepotisme masih sangat kental, anehnya tradisi seperti itu dilakukan dari skala kecil hingga birokrasi pusat. Seorang pengamat dan pakar korupsi yang cukup terkenal di negara tersebut mengatakan kalau tidak ada hukuman yang menimbulkan efek jera di negaranya seperti hukuman gantung atau hukuman mati bagi koruptor rasanya rasanya korupsi tetap akan menjadi sebuah tradisi.
Namun lain halnya dengan negerinya si Buta dan Tuli, disana meskipun Negaranya tidak begitu kaya dan berlimpah sumber alamnya, namun rakyat merasa aman dan sejahtera,karena tingkat korupsi di negara itu jauh lebih kecil, meski para wakil rakyat dan pemimpin negara tersebut bukanlah orang-orang yang hebat, namun mereka bukan termasuk cacat nurani dan mentalnya. Mata boleh buta namun hati tidak pernah terbutakan oleh apapun, Telinga boleh Tuli namun komitmen terhadap rakyat adalah segalanya.
Adakah Negeri impian seperti itu, di saat kita selalu disuguhi episode-episode drama kepura-puraan , dan melenggangnya para koruptor dari kasus hukum , karena sudah menjadi rahasia umum kalau hukum masih kalah dengan segepok uang dan kekuasaan, entah sampai kapan ini berlangsung.

semoga negeri impian itu ada di Indonesia beberapa tahun kedepan
sekarang masih proses untuk menuju indonesia yang lebih baik. manfaatkan kebebasan demokrasi ini untuk indonesia yg lebih baik.
yah semoga negeri ini bisa menjadi negeri impian…
saya dituntut untuk selalu memandang optimis untuk melihat masa depan ini. Namun saat ini terlalu banyak drama yang sangat tidak lucu menerpa negeri ini. Baru bisa berharap ke depan akan lebih baik.
Tks
Satu hal Indonesia harus berubah dalam kemajuannya
Pokok e,,
Harus dibenahi yang gak beres
semoga indonesia segera menyusul
komentku ilang
semoga kita semua, termasuk keluarga kita tidak termasuk golongan orang2 yang tuli dan buta hati
Semoga Indonesia ke depan semakin jaya.
Untukmu yang duduk sambil korupsi. . . untukmu yang selalu mengkorupsi disana. . . digedung . . . . .
Smoga Negara kita bisa menjadi seperti negara impian bro…
Makasih
Salam
maju terus Indonesia ku!!!
denger kata2 korupsi bikin mual aja nih
Di tengah suasana yang semakin tidak menentu ini memang justeru kadang membuat kita pesimis terhadap nasib bangsa ini yang berarti juga nasib generasi kita nanti…..
Optimisme mungkin bisa dibenahi dari diri kita sendiri, anak-anak kita, keluarga kita masing-masing.
Negara kita sepertinya sudah amburadul. Tidak tau lagi dimana letak kesalahan sebenarnya. Sudah seperti benang kusut yang sulit terurai
nagara kita udah pernah punya koq pemimpin yang tuna netra (Baca: Gus Dur). Tapi ndak berhasil juga menyingkirkan korupsi.
selalu saja disuruh sabar menunggu datangnya ratu adil yg hatinya tdk buta dan telinganya peka terhadap keinginan rakyatnya