Mempertahankan apa yang kita yakini memang penuh dengan goda dan cobaan, kalau kita tidak mempunyai keyakinan yang cukup kuat maka kita akan larut kedalam aliran pusaran komunitas keseharian kita. Pepatah jawa mengatakan ” Ngeli ning ojo keli” artinya ikuti di mana air mengalir namun jangat terhanyut, sebuah filosofi yang luar biasa kalau kita renungkan.
Sebagai mahluk sosial maka seharusnya kita bergaul dengan banyak orang, jangan sampai diri kita termasuk ekslusif di lingkungan kita karena kalau itu yang terjadi bisa-bisa kita akan di kucilkan oleh lingkungan kita. Namun kita juga harus punya filter yang kuat supanya kita tidak terseret dengan budaya-budaya negatif di lingkungan sekitar kita.
Yang paling baik sebenarnya memberikan aura positif di lingkungan negatif kita namun itu tidaklah mudah kita harus mempunyai basic yang kokoh untuk membentengi diri kita dari hal-hal negatif, tapi tidak ada salahnya kalau kita mencoba menebarkan aura positif di lingkungan kita dan untuk itu kita harus menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Mempertahankan sebuah keyakinan di tengah zaman yang sudah edan ibarat memegang bara api, hanya manusia-manusia terbaik yang mampu mempertahankan keyakinan yang diyakininya dalam kondisi apapun. Sebuah refleksi menjelang Ramadhan atas kondisi dimana orang begitu mudahnya menggadaikan keyakinan demi segepok uang, salam.
saya setuju mas…
“Ngeli ning ojo keli” memang sangat dalam maknanya.
Mengikuti arus terkadang dan sering tidak sesuai dengan logika kita…jadi masih perlukah mengalir atau berhenti di sini saja?tapi hidup dan waktu tetap harus berjalan…
Selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1431 H, mohon maaf Lahir dan Batin.
Bila ada kata yang menyinggung mohon dimaafkan. Semoga Allah SWT menerima puasa kita dan terus menjaga hati kita.
Aku suka pepatahnya Mas “Ngeli ning aja keli”
Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin!
Salam, tulisannya menarik. saya jadi ingat teman saya yang menjelaskan makna frasa Ngeli ning ojo keli secara metafisik. dahsyat memang maknanya. Omong2, Anda mengatakan “Mempertahankan sebuah keyakinan di tengah zaman yang sudah edan ibarat memegang bara api”, bisa dijelaskan yang dimaksudkan dengan “keyakinan” itu apa? Maaf, saya agak susah menangkap makna spesifiknya lantaran di benak saya arti kata itu luas banget.