Kadang kita tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya telah berlaku kurang adil dengan keluarga ( Anak dan Istri ), lingkungan skitar , bahkan dengan diri sendiri. Pernahkah kita sadari jam berapa berangkat dan pulang dari kerja, normalnya jam 7 pagi sampai dengan jam 5 Sore namun karena berbagai hal maka kita berangkat lebih cepat jam 6 pagi dan pulang sedikit telat hingga jam 7 malam.
Berapa waktu untuk keluarga anak dan Istri, ketika berangkat bekerja anak-anak belum bangun dari tidurnya, sedangkan ketika pulang dari kerja mereka telah pada tidur. Makanya jangan heran kalau pada akhirnya anak-anak kita lebih dekat dengan pembantu dari pada kepada orang tuanya.
Bagi kita suami istri yang kebetulan dua-daunya bekerja nyaris waktu bertemu hanya di malam hari, itupun dalam kondisi capek dan sumpek akibat kerja seharian, akibatnya komunikasi semakin jauh dan ini merupakan awal dari sebuah ketidakharmonisan hal seperti ini merupakan salah satu penyakit keluarga modern, dekat namun terasa asing.
Bagaimana dengan masyarakat di sekitar kita, tetangga kanan kiri kita mungkin juga merupakan mahluk asing bagi kita, ketemu hanya pada waktu arisan sebulan sekali itupun kalau kebetulan kita tidak sibuk, berhak kah diri kita menyandang sebutan mahluk social ?.
Jangankan untuk masyarakat sekeliling, anak dan istri untuk diri sendiri saja kita terlalu sering berlaku tidak adil, karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sering telat makan, sering lupa ber ibadah, dan kebutuhan rohani lainnya. Ya Allah tunjukan kami ke Jalan Yang Engkau Ridhoi.
Sebagai manusia tidaklah munafik kalau butuh uang, butuh jabatan, butuh pengakuan dari masyarakat sekitar , tapi haruskah mengorbankan segalanya demi sebuah tujuan, rasanya ada yang kurang pas dengan gaya hidup seperti ini, dan saatnya kita berinstrospeksi dan luangkan sedikit waktu untuk merenungkan semuanya.
hari sabtu benar2 saya pergunakan utk anak2 mas.. saya antar jemput mereka ke sekolah. minggu pun saya hbskan utk keluarga dan bersosialiasi dng tetangga kanan-kiri
Saya bekerja ngurusi anak banyak orang, tapi tidak jarang malah anak sendiri kurang keurus.
Terimakasih diingatkan.
renungkan untuk berkoreksi diri…tak hanya sebatas merenungkan namun takda tindak lanjut
mampir ke blog kami
untung saya gak kerja…:D
Benar mas, hampir tiap pekerja begitu, yang penting mari kita ingat jaman dulu saat kita hidup di desa dengan segala suasana kental Jawanya itu ya mas.
Benar Mas
betul-betul artikel yang mengingatkan mas …
banyak sekali kekurangan di bagian ini … perlu berbenah deh.
Terima kasih sekali Mas
Untung saya belum punya anak istri.
Tapi memang jujur, sekarang waktu saya banyak tersita sia-sia termasuk mengingat Allah.
Astagfirullah….
Terimakasih telah mengingatkan, semoga menjadi amal jariyah
Sya belum menikah nih Mas, tp akan saya tanamkan kata2 di atas untuk bekal kalau saya menikah nanti….
Thanks a lot…
blh dicopas y?