Apa yang terjadi ketika Naluri yang kita miliki menjadi luntur, tentunya sebuah petaka entah kecil atau besar itulah yang akan datang. Sering kita lihat di sekitar kita terjadi naluri kian luntur dan akhirnya hilang, Seorang wanita kalau naluri keibuannnya hilang dan luntur maka anaklah yang menjadi korbannya, Ketika seorang lelaki hilang nalurinya sebagai Bapak maka kita hanya akan menunggu kehancuran sebuah keluarga. Demikian juga ketika seorang pemimpin sudah hilang naluri mengayomi rakyatnya, maka kekacauan yang terjadi dalam komunitas yang Ia pimpin, seorang tokoh agama ketika luntur naluri membimbingnya maka akan kacau umat yang mengikutinya dan lain sebagainya . Sungguh apa yang terjadi saat ini rasanya tidak jauh dengan lunturnya sebuah naluri, Terkikisnya sebuah kodrati, dan hilangnya sebuah kepekaan hati nurani, manusia cenderung mendewakan nafsu dan kesenangannya yang pada akhirnya melahirkan kerusakan bagi diri dan lingkungan sekitarnya. Mari sejenak kita renungkan akankah kita semua akan larut bersamanya, Semoga masih banyak diantara kita yang masih mengikuti Hati nuraninya dalam berbuat untuk diri, dan lingkungannya.
Ketika Naluri Menjadi Luntur
January 12th, 2010 by Achmad Sholeh Leave a reply »
Advertisement

sebenarnya luntur sih enggak mas..hanya dilawan saja saat naluri mengatakan yang sebenarnya. karena ya itu keserakahan …
semoga yang luntur hanya dosa-dosa kita
asal cinta dan kasih tidak luntur kang
naluri..? sebenarnya naluri itu perlu diasah..
tapi sekarang rasa2nya sangat jarang interaksi manusia yang mengasah naluri..karena banyak manusia hanya berhadapan dengan ‘robot’ dan ‘mesin’
di dalam nurani ada suara kebajikan, kita saja yg sering mengabaikannya
godaan makin kuat juga
semua manusia punya sifat baik.. tinggal si manusia itu berada di mana..
luntur saja, naluri sudah kehilangan kepekaan, pak, apalagi kalau sampai mati. semoga kita bisa menjaga naluri kita agar tetap peka.