Banyak Markus Dan Korupsi, Apa Kata dunia ?

April 10th, 2010 by Achmad Sholeh Leave a reply »

Sungguh sangat ironis ketika pendapatan dari sektor pajak di genjot habis-habisan ternyata terjadi pembusukan di dalam, di saat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak mulai terlihat, kini di kejutkan oleh kasus-kasus besar korupsi di lingkungan birokrasi pajak sehingga muncul wacana pembelotan untuk membayar pajak, dan masyarakat menjadi pesimis terhadap pengelolaan pajak.

Bangsa ini selalu terlambat belajar, bahkan nyaris tidak pernah belajar dari kasus-kasus besar yang terus menggelinding silih berganti. Mata dan Hati para pejabat telah terbutakan oleh segepok uang, kemewahan dan budaya memperkaya diri sendiri serta tiada peduli nasib yang lainnya.

Kalau ini yang terjadi rasanya sampai berapa generasi yang harus di pangkas agar tradisi korupsi yang telah mendarah daging itu bisa berkurang. Kesejahteraan bagi sebagian rakyat di Negeri ini hanyalah sebuah fatamorgana dan bagia mimpi di siang bolong, sementara sebagian kecil begitu rakusnya menumpuk harta yang bukan haknya.

Mengapa sifat serakah dan egois mengambil yang bukan haknya begitu kuatnya mencengkeram manusia, seringkali kita lupa merenungkan bahwasanya kita makan hanya satu piring perut kita sudah kenyang, Rumah banyak dan mewah, yang kita tempati toh hanya satu kamar saja, uang bermiyar-milyar tak akan pernah membuat rasa haus kita akan harta menjadi terobati, Marilah sejenak kita renungkan wahai saudaraku sebangsa dan setanah air, sebenarnya apa sih yang kita cari dalam hidup ini ?.

Advertisement

10 comments

  1. sauskecap says:

    orang seperti saya yang bayar pajak saja udah empot2an sakit hati kalau denger kasus kaya bang jayus…

  2. keserakahan adalah awal malapetaka kehidupan. bukankah Qarun juga ditelan bumi karena keserakahannya? namun, manusia memang punya karakter dasar zhaluman jahuula (QS.33:72), sudah zalim bodoh pula, tak heran banyak manusia yang belum bisa mengambil hikmah dari berbagai kejahatan yang muncul
    salam

  3. Matt Wahyu says:

    Insyaallah bisa disterilkan, pelan tapi pasti, ibarat sebuah penyakit datangnya pelan2 maka sembuhnya pun pelan2, asal ada kerjasama dari berbagai pihak melalui action yang real

  4. agoenk70 says:

    jadi serasa ga ikhlas bayar pajak buat negara kalo caranya di korupsi terus seperti itu,

  5. masalahnya korupsi udah dianggap sesuatu yang lazim dan biasa sih…makanya seiring naiknya jabatan biasanya korupsinya juga naik bukannya turun. HArus dibudayakan malu berkorupsi…

  6. jun says:

    saia mencari kedamaian bang…

  7. delia says:

    begitulah…. :( tragis….
    kapan ya budaya malu korupsi bisa hilang dr bumi kita… (hopeless… )

  8. Hanif says:

    mungkin hukumannya kurang sadis yah? di china, siapapun yang terbukti korupsi, pasti dihukum mati. Di Indonesia? haduh… gak tahu deh gimana, makanya banyak banget yang korupsi.

  9. idana says:

    jadi nyesel menjadi wrga negara yang baik kalo kek gini

  10. guskar says:

    klo misalnya pajak diganti dengan zakat, masih adakah yg berani menilap zakat?

Leave a Reply