Toleransi Ala Musholla At Taqwa

August 24th, 2009 by Achmad Sholeh Leave a reply »

Rekan-rekan blogger pastilah bertanya di mana sih letak Musholla Attaqwa itu, ya Musholla Attaqwa adalah sebuah Musholla kecil yang berada ditengah-tengah perumahan yang aku tempati, tepatnya di Perumahan Kendal Asri, Kab. Kendal Jawa Tengah. Biarpun kecil tapi saya salut dengan yang terjadi di Musholla ini karena dari sinilah bisa kita lihat bagaimana cara kita bertoleransi antar umat Seagama. Meski penghuni perumahan itu mempunyai latar belakang yang beragam tapi kerukunan warga tetap masih bisa terjaga, demikian juga dalam kehidupan menjalankan ajaran Agama di sini sangat dinamis dan mempunyai rasa toleransi yang cukup tinggi terhadap sesama warga.

Mengapa saya katakan Musholla kecil diperumahan ini bisa kita jadikan tempat belajar bertoleransi, karena dari dua aliran keyakinan beragama bisa hidup berdampingan dan saling menghormati. Musholla ini bisa menjalankan Sholat Tarawih 11 Rekaat di satu hari dan 23 Rokaat pada hari lainnya tergantung Keyakinan sang Imam, dan wargapun sepakat mengikutinya karena mereka meyakini apa yang di kerjakan sang Imam pastilah mempunyai dasar yang kuta dalam menjalankan Ibadahnya. Andai saja ini bisa terjadi di Seluruh penjuru Negeri ini pastilah sebuah perbedaan kecil seperti ini tidak harus berubah membuat Masjid atau Musholla sendiri-sendiri. Bagaimana kondisi di tempat sampean ?…

Advertisement

18 comments

  1. nur ichsan says:

    biarpun musholanya kecil…yang penting jamaahnya banyak
    .-= nur ichsan´s last blog ..Manusia Merdeka =-.

  2. IHSAN says:

    indahnya saling bertoleransi kaya gitu

  3. Sarimin says:

    @IHSAN : Sarimin setuju! :)
    .-= Sarimin´s last blog ..Aplikasi Pencuri Data Facebook =-.

  4. marsudiyanto says:

    Nek ning nggonaku selalu 20+3, tapi sing 8 terus bali yo akeh pak.
    Separo2 lah…
    .-= marsudiyanto´s last blog ..Puasa Ng =-.

  5. Pencerah says:

    Dulu pas dijogja: jamaah sholat sampe rokaat ke 8 terus imam mengumumkan, bagi yg ingin 23 rokaat istirahat sebentar untuk digunakan witir bagi yg 11 rokaat.
    Setelah itu dilanjutkan

  6. ndop says:

    nek aku terserah, nek traweh dewe biasane aku 8+3 wae…

    tapi nek jamaah aku luwih seneng sing 20+3. Walaupun mejidku sing tak trawehi saiki 8+3 tapi it’s oke…

  7. arkasala says:

    Wah bagus kayak begini ini. Di kampung saya malah cenderung kaku banget kayaknya he he. Trims Mas atas pencerahannya. Salam
    .-= arkasala´s last blog ..Dampak Migrasi Joomla ke WordPress =-.

  8. suwung says:

    subhanallah

  9. 11 atau 23 tidak ada yang salah.semua benar…
    yang salah itu apabila tidak sholat.. :D
    .-= Mengembalikan Jati Diri Bangsa´s last blog ..Kecanduan Ngeblog =-.

  10. 8+3 lebih sesuai dgn batas kemampuan :)
    .-= waroeng ubuntu´s last blog ..PDFedit – PDF Editor Di Ubuntu =-.

  11. Deni says:

    Subhanallah…
    Luar biasa…
    .-= Deni´s last blog ..Soedijarto, Sosok yang Kukagumi =-.

  12. wahyubmw says:

    Meski sedeso, agak lain sithik, imam 20+3, makmum yg pingin ya terus ikut imam, yg berkeyakinan 8+3 terus pulang, cuma yg perlu ati2 yg ikut 8+3 harus kuat dasarnya bukan cuma karena takut capek (*selak pingin neruske bukane :) ) )

    Kan Imamnya dah punya dalil yang kuat pak, makmum ngikutin Imam, sami,na wa atokna

  13. Wah kalo di tempat saya masjid kecil mas. ditempat saya yang ramadhan bulan lalu juga gt! tapi bukan soal tarawihnya 11 apa 23, tapi yang di permasalahkan adalah sholat witirnya 3 rekaat langsung atau 3 rekaad dilakuan dengan 2 rekaat terus satu rekaat.
    dulu imam di masjid tersebut setiap hari bergantian dan sailng mengikuti.
    tapi sekarang kok sudah tidak karena apa saya juga malah tidak tau. sekrang imannya tidak gantian. ikut yang 3 rekaad langsung!
    kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang
    .-= Pasang Iklan Gratis´s last blog ..**Top 10 Besar Google MUDAH Dengan Rahasia Ini!** =-.

  14. Abula says:

    mudah-mudahna di tempatku bisa seperti itu …
    bertoleransi dengan indah ..

    Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com
    .-= Abula´s last blog ..Berbagi Cara Mendapatkan Ide Posting =-.

  15. Wandi thok says:

    Tingkat toleransi mimang sepadan dengan tingkat pendidikan dan keimanan ya mas. Di daerah perumahan manapun saya yakin mereka dari latar belakang berbeda namun mudah bersatu, karena ilmunya, pengin barengnya, bersatunya.
    .-= Wandi thok´s last blog ..Puasa Ngeblog =-.

  16. Wandi thok says:

    Di Weleri depan rumahku, mayuritas dari pehamaman 443, namun ketika jue ngimami dengan asholatullaili wa nahari matsna-matsna (dua-dua) mereka juga tidak ada masalahi mas, tapi nyang penting awalnya dijelasin dulu kalo nanti begini dan begini, bukan seperti biasanya. Dalil nyang umum dipakai berlaku dikalangan ulama adalah matsna-matsna mas untuk sholat sunnah.
    .-= Wandi thok´s last blog ..Puasa Ngeblog =-.

  17. wah, bagus juga tuh, poak sholeh. jadi jamaah meski memngikuti kehendak sang imam yang berganti-ganti itu. di btn, semua imam pakai 23 rakaat, pak, jamaah yang mau ikut 8 atau 11 ya, pulang duluan, hehe …
    .-= sawali tuhusetya´s last blog ..Pakdhe Semprul dan Maut =-.

  18. kokol says:

    di tempat kami 23, dari awal hingga akhir, krn semua jamaah percaya hadistnya berbunyi qiyamullail nabi tidak lebih dari 8 rekaat di dalam dan di luar ramadhan. Karena sholat tarawih tidak ada di luar ramadhan ya dalil 8 ini bukan tarawih. begitu sih. cuman yg ikut 8 ya ga pa2, bisa jg 36 kyk di madinah. yg pnting sholat tarawih. jga persatuan ummat ya sob. good article…

Leave a Reply