Ramadhan Dan momentum memperbaiki Kehidupan Keagamaan

August 13th, 2010 by Achmad Sholeh Leave a reply »

Bulan suci Ramadhan adalah moment yang tepat bagi kaum muslim untuk memperbaiki kehidupan keagamaannya, karena bulan Suci tersebut baik suasana hati maupun suasana lingkungan di sekitar kita begitu berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Hampir Dalam segala aspek mendukung Bulan suci ini, Pemerintah sangat antusias untuk menutup tempat-tempat hiburan malam yang dalam kesehariannya merupakan tempat penyaluran nafsu liar manusia.

Di sisi yang lain suasana layar kaca kita juga mendadak Islami dengan tayangan-tayangan layak tonton semua kalangan, padahal di bulan lain kita sering melihat adegan kekerasan dan seronok yang kurang baik untuk perkembangan anak kita.Entah kita sadari atau tidak ternyata kita menjadi lebih peka terhadap sesama dengan senang hati membantu saudara kita yang kurang mampu, Zakat , Infaq dan shodaqoh juga berjalan sangat baik. Ukhuwah Islamiyah maupun Ukhuwah Wathoniah juga berjalan begitu Indahnya maka rasanya sebagai muslim saatnya kita memperbaiki keberagamaan kita.

Bagi sebagian orang yang dalam kehidupan sehari-harinya penuh dengan Molimo, mendadak pada bulan Ramadhan mereka malu berbuat terang-terangan , untuk berbuat hal-hal yang kurang baik dalam kehidupan ini mereka harus mencari tempat yang jauh dari pengamatan orang lain. Bagaimana dengan aktifitas korupsi, pungli dan lainnya yang notabene prilaku masyarakat berdasi, Semoga pada momentum Ramadhan 1431 H ini mereka menjadi sadar akan tindakannya.

Sebagai warga Negara di mana pendudunya mayoritas beragama Islam , secara pribadi mendambakan suasana Negara ini seperti Bulan Ramadhan sepanjang Tahun, namun untuk menjadi seperti itu rasaya tidak semudah membalik telapak tangan butuh waktu panjang atau bahkan tidak mungkin terjadi. Namun dengan mengawalinya dari diri kita bersama keluarga dan lingkungan maka suasana Ramadhan dimasyarakat kita bukan sesuatu yang mustahil.

Advertisement

8 comments

  1. bhogey says:

    pertamaxx dulu yaa, hehehe
    selamat puasa mas, semoga diberi kelancaran.
    hmmm saya juga sama seperti anda, andai tiap harinya seperti hari-hari dibulan ramadhan, alangkah tentramnya kita

  2. sariful says:

    saya berfikir, televisi itu seperti bunglon.. jika sedang berada di dahan dia kulitnya berubah warna seperti dahan, jika sedang di daun dia ikut warna daun… Televisi juga jika sedang rame bulan puasa, acaranya banyak yang islami, jika lagi rame hantu ikutan bikin acara berbau mistis de el el…

  3. bener sekali nih, pak. setiap ramadhan, semua mendadak berubah jadi religius. semoga saja berlanjut hingga pascaramadhan, amiiin.

  4. blogpopuler says:

    Inilah saatnya memperbaiki dan merenungi diri dibulan Ramadhan ini.Semoga saja bukan hanya dibulan Ramadhan ini merupakan awal untuk lebih mendekat diri kepadaNya.

  5. Memang seharusnya begitu sih di bulan suci ini, kalau sama dengan bulan-bulan yang lain ya kenapa diwajibkan.

  6. lipat brosur says:

    semoga ramadhan menjadi sarana pencucian dosa kita amin

  7. Pakde Cholik says:

    Tiap Ramadhan seharusna menjadi spike untuk melakukan start menuju kehidupan yang lebih baik paska Ramadhan. Dengan demikian amal-ibadah dan perilaku kita yang bagus jangan hanya terbatas pada waktu Ramadhan saja tetapi berlanjut dan bahkan seharusnya semakin meningkat setelahnya.

    Jika saat Ramadhan kita gemar beramal-shodaqoh, semestinya berlanjut setelah Ramadhan, jangan back to basic menjadi pelit lagi.

    Selamat menunaikan ibadah puasa semoga kita menjadi insan muttaqien. Amin

    Salam hangat dari Surabaya

  8. Mike says:

    Thank you for this information on your blog, I would try this information.

Leave a Reply