Banyak politisi yang bilang bahwa apa yang sedang mereka lakukan adalah untuk kepentingan Rakyat , semuanya hanya untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat, dan demi menegakkan kebenaran. Tapi benarkah apa yang mereka lakukan itu untuk rakyat dan penegakan kebenaran, yang tahu hanya mereka dan Tuhan saja rasanya.
Di mata orang awam seperti saya Demi kekuasaan dan kesejahteraan hidup kok rasanya lebih dominan, meski tidak semuanya seperti itu karena kita semua yakin masih ada wakil rakyat yang memiliki hati nurani dan berjuang untuk kebenaran dan masyarakat yang menjadi konstituennya. Tapi cobalah kita bertanya pada hati nurani kita berapa banyak yang seperti itu, karena saya juga menyadari kalau seandainya saya berada pada posisi mereka, dengan banyaknya godaan mungkin juga akan larut ke dalam system. Kita patut acungi jempol bagi wakil-wakil kita yang gigih dan benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat.
Disisi lain mau atau tidak seorang politisi harus taat dan patuh kepada partai dimana tempat mereka bernaung, meskipun harus mengingkari hati kecil nya. Apa yang diperjuangkan partai harus di perjuangkan juga meskipun mereka tahu bahwa yang di perjuangkannya itu salah menurut pandangan hati nuraninya. Kalau sudah seperti ini mampukah mereka menjadi seseorang yang benar-benar berjuang demi menegakkan kebenaran dan kepentingan rakyat, Wallahu Alam
Popularity: 15% [?]
Related posts:
- Renungan Untuk Rentetan Bencana Di Negeri ini Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi merupakan ketetapan Allah...
- Ternyata Benar, Dunia Ini Memang Panggung Sandiwara Dunia ini panggung sandiwara ceritanya mudah berubah, bisa maha bharata...
- Bangsa ini Kembali Berduka Belumlah kering air mata isak tangis korban gempa Tasikmalaya, kini...
- Mulutmu Harimaumu Atau Jarimu Harimaumu Lagi-lagi situs jejaring sosial memakan korban, sebelumnya sempat menimpa Evan...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



jika saya harus memilih di antara untuk kepentingan rakyat atau tidak, saya tentunya lebih merasakan ke tidak.
saya tidak bisa berkata apa2 lagi tentang negri ini
Ya untuk rakyatnya mungkin mas, tapi ga tau rakyatnya yang mana??
Bener … diantara sekian ratus tentu masih ada yang tetep komit thd rakyat. Thd penegak hukum demikian juga kan?
saya tetap setia menunggu si satrio piningit itu muncul…harus ada goro2 dulu kayaknya
yang mana ya? ya untuk rakyat, ada sih… kecil porsinya, untuk diri sendiri ada dan partai juga, jadi kubu2 sepak bola gitu, padahal rakyat di luar di injek2 karena demo fan bentrok. haduh…
Sebuah hal yang dilematis tentunya untuk memilih. dan kehidupan politik di dalam partai sesungguhnya lebih buruk dan serba menekan………
Biarlah rakyat yang melihat….
saya sempat melihat sampai tuntas episode keduanya ; voting terbuka, jadi tidak sempat melihat tawuran antar wakil rakyat itu…..
Kita sebagai rakyat sudah bisa menilai dari hasil “tontonan politik” dengan pelaku utama para politisii kita….
kalau harus memilih, Kekuasaan, Rakyat Atau Partai? Saya memilih “mudah-mudahan untuk rakyat”
Kalau nggak salah, ada ucapan para pembesar bahwa jika seseorang telah diangkat menjadi pejabat negara loyalitasnya berpihak kepada negara dan rakyat, bukan kepada partai lagi.
Apapun itu, kepentingan rakyat ,bangsa dan negara harusnya tetap diletakkan diatas kepentingan pribadi dan golongan.
Salam hangat dari Surabaya
klo dicermati lagi, ternyata mereka itu wakil partai yg didudukkan di parlemen. jd wajar saja klo mereka nggak menyuarakan kepentingan rakyat
Saya berharap Demokrasi yang beretika…
saja
Kalo kepentingan kayanya untuk sendiri aja
Sebagai orang yg awam politik, sejauh ini yang saya tahu begitulah adanya politisi di Indonesia
Lebih tepatnya untuk kepentingan Partai. Bukankah Caleg harus “kontrak politik” dulu ma Partai?
Entahlah…Bendol sih kagak ngerti….
Kalau menurut saya, politisi hanya memperjuangkan kepentingan partai. Dan rumus pastinya adalah tidak ada kawan abadi, yang abadi hanyalah kepentingan.
Bagi saya, politik sangat menggelitik karena banyak yang bermuka dua