Naik Daun

April 13th, 2010 by Achmad Sholeh Leave a reply »

Sering kita lihat dan dengar baik di media cetak maupun elektronik istilah naik daun, Seorang artis Fulan sedang naik daun, atau bisa di katakan sedang berada pada puncak tangga popularitas, karena sifat daun memiliki umur terbatas maka pada waktunya dia akan tua layu, menguning, kering lalu jatuh. Demikian juga fenomena naik daun jadi waktunya tergantung daya tahan sipopuler tersebut, karena sudah menjadi hukum alam bahwasanya akan selalu ada yang fenomenal pada zamannya.

Masih ingatkah fenomena Tukul Arwana yang pada zamannya merupakan sosok sederhana yang bergaji tinggi, wajah ndeso rejeki kutho selalu yang dia jadikan ikon namun ternyata daun itu sekarang sudah mulai tidak segar lagi sehingga puncak tangga popularitasnya mulai terdesak yang lainnya.

Wapres Budiono, Sri Mulyani dan sekarang muncul Gayus tambunan serta Susno Duaji, adalah sederet nama yang lagi naik daun, ketenarannya mengalahkan artis Indonesia saat ini, yah dialah sekarang yang lagi naik daun, entah sampai kapan daunnya ini mampu bertahan.

Banyak jalan menuju keberhasilan, banyak jalan untuk mencapai popularitas sebagai manusia yang berjiwa merdeka kita bebas memilih, jalan prestasi seperti Tukul Arwana atau jalan yang lain seperti Gayus Tambunan, bagaimana menurut anda dengan fenomena naik daun tersebut?.

Advertisement

18 comments

  1. begitulah kultur budaya pop, cepat melejit, cepat juga terbenam, sewaktu goyang dangdut sedang ngetren, maka Inul, Uut, Dewi Persik, Anisa Bahar ikut ngetop dengan goyang ngebor, ngecor, gergaji, patah-patah dan aneka goyang lainnya. Tapi sekarang,dimana mereka? Salam

  2. guskar says:

    untuk sampai ke puncak dng cara instant, turun/pudarnya pun akan sangat cepat. peran media massa sangat dominan utk melejitkan atau ‘menerjunkan’ seseorang

  3. Wah,, baru sadar juga neeh saya…
    ternyata banyak yang cepat naik,cepat tenggelam ya…
    kalau ini termasuk blogger naik daun gak ya ?

  4. jun says:

    pengennya sih kayak Sthepanie meyer, tapi belum ada mimpi yang bagus untuk dibuat novel :P

  5. ajengkol says:

    wah wah semoga yang menjadi terkenal serta naik daun ingat bahwa semua dianggap amanah

  6. adin says:

    hmmm…moga2 saya bisa naik daun dengan terhormat lewat prestasi…biar g cepet turun lagi, hehehe…

  7. my blog says:

    semoga cepat naik daun mas :)

  8. anto says:

    hahahah naik motor enk mas..mak wuss

  9. Matt Wahyu says:

    Lhah kalau ngeblog dapt PR gede dan alexa kecil … termasuk naik daun nggak ya :D

  10. Mariska Ayu says:

    Kayaknya itu hal yang biasa kak, di dunia ini kan kayak anomali air ya kak. Kadang naik, kadang turun.

  11. Sesuatu kalau dapatnya cepat, biasanya hilangnya juga cepat mas. Salam desah.

  12. TKB says:

    Termasuk dalam urusan keimanan, ini ada istilah nyang sepadan mas, nyaitu naik turun. “Al imaanu yaziidu wa yan qushu” – Iman itu bisa bertambah dan berkurang. Bertambah jika kita sering berilmu dan berbuat kebaikan, berkurang jika kita berbuat maksyiat, sehingga kita disunnahkan untuk senantiasa berdo’a “Yaa muqollibal quluub… tsabbit qolbii ‘alad diinika” – Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam din MU.

  13. Nanang says:

    Kalau terkenal karena kebaikan itu yang diharapkan. Tetapi kalau naik daun karena hal yang buruk, itu merupakan musibah besar

  14. delia says:

    Begitulah kehidupan .. ibarat roda kadang diatas kadang dibawah… skrg tergantung apakah roda itu berjalan lambat atau cepat..

    jadi kalo naik daun cepat kemungkinan juga turunnya cepat… heeheheh….. susah memang mempertahankan itu :)

  15. sekarang keknya sule yang lagi naik daun… :D

  16. Christian Ronaldo the greatest player .

  17. hi, thanks for posting this. I understand your point of view and I see where you’re coming from on this. thanks again!

  18. h3ri says:

    butuh kerja keras untuk sampai puncak, dan kalo sampaipun banyak rintangan yang musti dihadapi, jgn lupa ama yg di bawah kalo udah sampe puncak

Leave a Reply