Tradisi memutar film Gerakan 30 September PKI sudah tidah pernah lagi kita lihat di layar kaca kita, demikian juga pemutaran film-film heroik tentang kepahlawanan para pejuang kita juga sudah sangat jarang kita lihat di momen-momen peringatan hari bersejarah Bangsa ini. Bagi generasi seangkatan saya rasanya ada yang kurang ketika tradisi itu tidak lagi mengiringi sebuah peringatan sejarah yang mungkin bisa membangkitkan kembali rasa nasionalisme yang kian terkikis oleh waktu.
Ada yang berubah rasanya di generasi kita sekarang, masih hapalkah anak-anak usia TK kita dengan pancasila, masihkah anak-anak seusia SD masih fasih melafalkan pembukaan UUD 45, masih hapalkah generasi muda kita dengan lagu-lagu kebangsaan kita. Inilah yang kami rasakan kian terkikisnya semangat Nasionalisme Bangsa Indonesia di tengah hingar bingarnya suara Reformasi dan kebebasan berdemokrasi.
Kami sadar betul kalau Nasionalisme dan bela Negara tidak harus berwujud dengan hapal Pancasila, hapal lagu-lagu Kebangsaan, fasih membaca pembukaan UUD 45 tapi masih banyak cara untuk untuk membangkitkan kembali semangat bela Negara tersebut di dada Rakyat Indonesia. Buktinya ketika kebudayaan kita di klaim Negeri tetangga reaksi yang ditunjukkan rakyat ini masih cukup baik untuk rasa memiliki dan membela Bangsa ini dari kejahilan bangsa lain.
Semoga momen peringatan hari bersejarah Bangsa ini bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dan semangat bela Negara seluruh jiwa dan raga bangsa ini . Tulisan ini kami persembahkan untuk Brain storming bela Negara bersama Pakdhe Kholik, salam.

semoga bangsa ini tidak hilang kendali, semoga juga selalu bisa berefleksi tentang kesalahan-kesalahan pada masa lalu
.-= suryaden´s last blog ..Afterglow =-.
Kata teman saya nasionalisme itu sama seperti kesuksesan, adalah tidak lebih dari susunan pola pikir, jadi nasionalis sejati, sama seperti orang yang sukses, harusnya tak perlu terus-menerus diingatkan atau mengingatkan diri, mereka hanya butuh merasakan dan mensyukuri.
Sementara sejarah, kata dia lagi, itu satu entitas yang terpisah. Harus terus diingat, tapi dengan motif yang murni pembelajaran, bukan propaganda.
Thanks mas bwt artikelnya yang pagi2 dah bikin otak saya jalan
Dewasa ini sepertinya orang-orang enggan ngomong soal Pancasila ya mas. Why,bosan,takut atau apa ? Padahal nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila begitu mulia dan luhur.
Terima kasih atas partisipasinya dalam curah pendapat soal bela negara.
Salam hangat dari Surabaya
kalo ngomong masalah pancasila sih banyak yang belum hafal… guru saja ada yang lupa?
.-= Jidat´s last blog ..Setting Sitemap yang baik dan benar =-.
Mangaf
semoga menang
Iya saya sendiri merasa bahwa makim lama pancasila akan menjadi suatu simbol aja, bukankah seharusnya pancasila itu harus benar-benar menjadi jati diri?
.-= The Fachia´s last blog ..Tweetalarm: Membantu Mengawasi Keyword Twitter =-.
Secara fundamental kandungan Pancasila memang sunatullah sangat sakti……
Semoga kesaktiannya memang tertanam secara alami didalam jiwa bangsa ini… bukan sakti karena paksaan sebuah rezim……
.-= xitalho´s last blog ..Larangan Berjilbab itu……. =-.
salam kenal teman…semoga sukses selallu
.-= adi dzikrullah´s last blog ..Gempa Sumatera Menjadi Renungan Bela Negara =-.
Kayaknya ada skenario yang dibelokkan dari putihnya sejarah mas, dan banyak yang sudah protes sehingga film G3S-PKI tidak pernah diputar, lalu bingung mau membuat perbaikan filmnya.
.-= Wandi thok´s last blog ..http://www.adabisnis.com Bagi Hosting Gratis =-.
saya juga g angeh klo hari ini adalah hari kesaktian pancasila
.-= nurrahman´s last blog ..Membela Kemandirian Negara =-.
terakhir nonton film dokumenter waktu sd, oya jd ngeh kalo skrg udah gag pernah ditayangin lagi.. hiks. padahal film2 tersebut yang harusnya ditonton oleh anak2..