Kampanye Damai Pemilu Indonesia, Iklan Politik Seberapa Efektif

February 24th, 2009 by Achmad Sholeh Leave a reply »

Menjelang semakin dekatnya Pemilu Tahun 2009 volume iklan baik di media cetak maupun elektronik semakin gencar dilakukan oleh partai politik maupun politikus kita, Detik.com 24 Pebruari 2009, Pemilu yang semakin dekat membuat partai politik (parpol) semakin gencar tebar pesona. Iklan parpol hampir setiap hari muncul di berbagai media. Hal ini dinilai Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bathoegana, justru memusingkan masyarakat.”Iklan politik sekarang bikin rakyat pening, sementara elit peningkatan,” kata Sutan, seusai bedah buku Marketing Politik, di Gedung DPDRI, Selasa (24/2/2009).Menurut Sutan, caleg partai politik asyik bermanuver untuk memperoleh kursi dan meningkatkan elektabilitas partainya. Terkadang iklan politik juga kontroversial.”PKS paling pintar bermanuver, saya denger polingnya naik karena iklan kontroversial,” imbuh Sutan.

Iklan disatu sisi menguntungkan sekali untuk membuat brand image atau pencitraan suatu partai atau tokoh pada sisi yang lain sangat besar biaya yang akan dikeluarkan dari iklan tersebut, seberapa efektifkah iklan tersebut bagi partai politik. Sudah menjadi hukum sebab akibat, apabila seseorang atau kelompok telah mengeluarkan banyak uang untuk tujuan tertentu, maka diapun akan berusaha untuk mengembalikan uang yang telah dia keluarkan, akan tetapi kita semua berharap hal itu tidak berlaku bagi partai politik dan politikus kita, kalau yang terjadi sebaliknya maka pupuslah sudah harapan Rakyat di Negeri ini untuk mendapatkan pemimpin yang bersih dan bebas KKN yang terbukti telah menjadikan Negeri ini sulit meningkatkan kesejahteraan Rakyatnya

Kampanye damai pemilu Indonesia 2009 hanyalah sebuah cara kampanye yang di pelopori oleh blogger Indonesia yang menginginkan Negeri tercinta ini tetap damai dalam berkampanye untuk mensukseskan ajang pemilihan pemimpin yang akan diberikan amanah untuk memimpin Negeri ini dalam kurun waktu lima Tahun mendatang, harapan kita semua semoga lima Tahun yang akan dating Negeri ini di pimpin oleh orang-orang yang berkompeten dan bersih.

Advertisement

6 comments

  1. Rochman says:

    Iklan tidak efektif, yang efektif ya datang ke calon pemilih, beri bantuan ini dan itu.

  2. wahyubmw says:

    Saya itu malah prihatin pasca pemilu, dalam waktu 5th pemilu bisa 5 kali. Semua pasang gambar, pasang stiker dimana-mana. Habis pemilu selesai, semuanya jadi kemproh, kumuh, tidak sedap dipandang. Yang pasang tidak pada mau nglepas gambar2nya

  3. Yang paling diuntungkan dengan ajang perang iklan ini adalah para pemilik media… sy tdk mengetahui secara persis berapa biaya yang harus dibayarkan oleh pengiklan di televisi utk durasi 1 menit misalnya.. tapi rasa2nya ratusan juta juga utk 1 masa kontrak. Cah sholeh tau??

  4. deden says:

    Mengomentari komentar siapa nama sang wakil di atas; Aaah sama sama saja lah, gak usah tuding tuding.

  5. Balisugar says:

    Bersama kita bisa….

  6. persiapan nih..tuk pemilu 2014 kita musti buka usaha sablon..hmm

Leave a Reply