Sekali lagi mereka mengatasnamakan rakyat untuk menguras uang negara, apa yang di wacanakan Fraksi Golkar di DPR sungguh merupakan hal yang akan melukai hati rakyat. Meskipun mereka berdalih dana sebesar 15 M yang akan diberikan kepada anggota Dewan guna untuk menyerap aspirasi bagi rakyat yang menjadi konstituennya.
Namun dengan kondisi negara yang carut- marut serta nafsu untuk korupsi masih cukup besar maka tak ada jaminan kalau dana tersebut akan benar-benar sampai kepada Rakyat. Selama ini rakyat hanya merupakan obyek untuk kepentingan politik dan golongan serta ambisi para politisi yang tidak bertanggung jawab.
Tingkat kepercayaan rakyat kepada birokrasi dan penyelenggara pemerintahan ( Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif) sudah berada dalam titik nol, kalau apa yang di wacanakan oleh fraksi Golkar itu akan terwujud dan disetujui mayoritas partai politik maka akan menjadi bencana baru di Negeri ini, karena akan berpotensi menguras uang Negara sebesar Rp. 5,2 T, setiap tahunnya.
Terasa geli kalau melihat tingkah polah wakil rakyat kita di parlemen, berdalih untuk kepentingan rakyat, namun mereka berjuang untuk kepentingan diri mereka sendiri, haruskah kita memilihnya lagi untuk pereode selanjutnya?, sungguh Terlalu.


jadi ragu sama wakil-wakil kita nih
Boleh diusulkan ga? Supaya ngga usah ada DPR, cukup MPR aja…
Gak ada gunanya DPR…
orang kalau cari uang jangan jadi dpr . itu makelar negara saja jual itu laut indonesia sekalian. dasar pencuri ayam
uang rakyat
di umbar
hufft payah
Itu khan nanti dibagikan untuk daerah pemilihan…niatnya sih baik…
Lah pelaksanaanya? Paling juga bakal banyak beredar prosal projek fiktif di daerah pemilihan itu untuk mengeluarkan dana miliaran itu…
lagu lama casing baru….
ah, itu hanya trik politik bos, untuk menguji kekompakan koalisi yang baru
sebuah usulan yang paling buruk menurut saya selama ini dari Golkar. Wakil rakyat terlalu mengada-ada.
wiiiiih…15 M. banyak banget…semoga saya tdk menjadi orang2 yg rakus duit…
Siapapun tidak akan setuju, kecuali mereka sendiri dan keluarga serta komplotannya.