Itulah yang terjadi saat ini KPU lembaga penyelenggara Pemilu pasca pelaksanaan pemilu Legislatif tanggal 09 April yang lalu kini menjadi bulan-bulanan hujatan para politisi dan pengamat politik tidak ketinggalan juga para simpatisan partai politik ikut meramaikan hujatan ke pada lembaga yang satu ini. Penyelenggaraan event sebesar pemilu siapapun penyelenggaranya pastilah ada cacatnya, akan tetapi yang bikin kebakaran jenggot para pimpinan partai politik adalah banyaknya warga negara yang berhak mempunyai hak pilih tidak masuk dalam DPT dan konyolnya para pimpinan partai tersebut menuduh ini sebuah kesengajaan bukan kesalahan administratif.
Sebenarnya apabila kita cermati lebih jauh yang dirugikan bukan hanya partai tertentu seperti disampaikan tokoh-tokoh parpol yang menurut berita terakhir akan menggugat KPU dan pemerintah atas kacaunya pelaksanaan PILEG 09 April yang lalu, tapi semua parpol akan rugi suara karena banyaknya pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT. Seharusnya kita semua harus bisa berbuat bijak jangan sampai hal ini menjadi berlarut-larut sehingga menimbulkan kekacauan politik, tapi yang lebih penting adalah mari kita dukung bersama KPU untuk meperbaiki kinerjanya dalam penyelenggaraan pilpres yang akan datang agar menjadi lebih baik lagi .
Ibarat pepatah nasi sudah menjadi bubur maka sebaiknya para elit bersikap sebagai negarawan sejati dan bisa legowo menerima hasil yang ada jangan sampai saling tuduh dan saling menyalahkan yang akan berakibat tidak baik terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, mari kita singkirkan egoisme pribadi, partai, ras, golongan untuk kepentingan yang jauh lebih besar yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesai alias NKRI .
pasti masalah DPT yg tak kunjung usai
DPT…?
didominasi oleh “ketidakmauan dan ketidakmampuan” aparat, baru disusul oleh sikap apatis dari masyarakat…
memprihatinkan…!
Mmmm….
Hm banyak juga yang stress
Yang mengherankan mengapa nomor induk kita di KTP ndak bisa digunakan sebagai nomor tetap pemilih.
Mengapa kita tak belajar dari Malaysia, yg nomor ID penduduk bahkan sdh juga dipakai nomor akun bank sehingga ID yg dipasangi chip bisa digunakan sebagai kartu ATM juga.
Ayo Bangkit Indonesia
Ayo Bersatu Indonesia
Ayo Jaya Indonesia
wah, berulang2 kasus yang menimpa KPU ini menjadi headline beberapa surat kabar, pak. saya jadi heran juga nih, apakah kinerja KPU memang sedemikian buruknya hingga akhirnya dijadikan kambing hitam atas kekalahan sebuah parpol? walah, makin ndak mudheng maksud dan tujuan politisi kita.
klo pemilu di ulang.. ancur badgetnya donk… mending skrg.. pemilihan presidennya musti yg bener.. biar mantab presidennya
setuju banget kalau begitu sebagai negarawan yang sejati kita harus legowo menerima hasil yang ada jangan sampai saling tuduh dan saling menyalahkan yang akan berakibat tidak baik terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara
Pemimpin politik biasanya setelah tidak ada kuasa dia akan sendirian hinggalah sampai mati. Berlainan sekali pemimpin kerohanian ia sentiasa diterima hingga mati. Musuh-musuhnya hanya berjaya memisahkan fisikalnya dengan pengikut-pengikutnya namun tidak dapat memisahkan hubungan jiwa pengikutnya dengan pemimpin.
semoga pemilu ini dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi..
*
*walo tetap masih di warnai oleh politik uang..
keep posting Friend
dan tetap semangat ngeBlog ya
Oh ya ada award nih untuk Kamu ambil ya
begitulah ulah mereka yang tidak fair :s
saia pusing dengan politik indonesia. saya menghibur yang sedang stress aja ah
kok gak selese-selese ya masalah pemilu legislatif ini (doh)
mari kita selesaikan meylya
saya pikir kok pemilu kali ini terkesan tergesa2 dan banyak yang gak beres.
emang bikin pusing aja nih para pejabat..
kebanyakan tingkah aja..
tau ah..yang penting keep blogging
KPU MEMBLE!! GANTI SEMUA ANGGOTANYA
Pemilu ialah saluran penting bagi pembimbing demokrai Indonesia di 5 tahun mendatang. Dan dari sekian banyak kisah dalam kehidupan demokrasi, yang mengambil peranan penting adalah KPU. Oleh karena itu KPU menepati urutan pertama dalam segala rumusan kesalahan. KPU bertanggung jawab atas segala kesalahan yang di buatnya.
KPU, lembaga independen di tunjuk pemerintah dalam penyelenggaraan pemilu. Dalam pergaulan sehari-hari ia menjadi poros demokasi. Masyarakat menaruh harapan besar pada KPU.
Berhari-hari, hingga berbulan-bulan, KPU bekerja. Sekian lama, waktu yang dibutuhkan tapi yang terjadi jauh dari sempurna. Mulai kisruh DPT, tertukarnya surat suara, ketidak independenan KPU membuat tanda tanya besar dalam masyarakat. Ada apa dengan KPU??? KPU tidak becus menyelenggarakan pemilu. KPU tidak bercermin dari kesalahannya yang lalu.
Oleh karena itu , aku berharap semoga presiden memberi peringatan keras dan memecat semua anggota KPU. Sebelum kita semua celaka karena nya.
sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/