Sejenak Kita Renungkan

July 18th, 2011 by Achmad Sholeh 4 comments »

Hiruk pikuk kehidupan di dunia ini seringkali kita melupakan ssuatu yang haqiqi, dan cenderung mengutamakan kehidupan yang fana yang sebenarnya hanya merupakan ladang untuk berbuat baik menuju kehidupan yang sesungguhnya. Untuk itu mari sejenak kita renungkan:

” Berbuatlah untuk urusan Duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya, dan berbuatlah untuk urusan Akheratmu seakan-akan kamu akan mati esuk hari”.

Islam bukanlah Agama yang tidak peduli dengan urusan Dunia dan hanya mementingkan urusan akherat saja tapi mengharapkan umatnya untuk bisa menyeimbangkan keduanya dalam hidup ini, tidak ada salah satu penekanan dalam hal ini karena keduanya dianggap sama pentingnya karena Dunia merupakan ladang untuk menanam sedangkan Akherat atau kehidupan setelah Dunia adalah tempat untuk menuai apa yang kita tanam di Dunia. » Read more: Sejenak Kita Renungkan

Budaya Instant

July 12th, 2011 by Achmad Sholeh 2 comments »

Saat ini adalah era zaman instant apa saja yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan dalam hidup selalu saja dituntut serba instant, bahkan boleh dikatakan generasi sekarang adalah era generasi instant , sebuah generasi yang menginginkan segala sesuatu berproses secara instant.

Bukan hanya mie, nasi, bubur dan kebutuhan perut saja yang di bikin serba instant, meskipun kurang baik bagi kesehatan, namun karena tuntutan kebutuhan sesuatu yang berbau isntant kini menjadi laris manis. Repotnya budaya instant tersebut bukan hanya dalam hal sajian makanan bahkan dalam kehidupan sehari-haripun manusia sudah terbiasa dengan barang-barang instan sehingga menuntut segala sesuatu dalam hidup ini juga serba ingin cepat. » Read more: Budaya Instant

Tempe Antara Manfaat Bagi Kesehatan Dan Makna Politis

July 8th, 2011 by Achmad Sholeh 1 comment »

Pepatah pagi kedelai sore tempe dulu sering kita dengar zaman dimana Soeharto memasuki masa-masa kejatuhannya dari tampuk kepemimpinan Nasional, bahasa itu mendadak menjadi populer baik masyarakat kecil maupun elit politik karena sering di gunakan juga oleh Amin Rais yang notabene mewakili tokoh reformasi saat itu.

Dalam arti yang sebenarnya pagi kedelai dan sore Tempe adalah menunjukkan sikap ketidak konsistenan seseorang antara perkataan dan perbuatan, namun apakah hal tersebut masih kita jumpai di era Pemerintahan saat ini, yang bisa menilai adalah rakyat Bangsa ini, apakah pejabat negara, maupun elit politiknya masih bersikap seperti itu atau bahkan lebih parah lagi. Semuanya tergantung dari sisi mana kita menilai. » Read more: Tempe Antara Manfaat Bagi Kesehatan Dan Makna Politis

Wacana Fatwa Haram Premium Bersubsidi

June 30th, 2011 by Achmad Sholeh 4 comments »

MUI kembali membuat wacana fatwa kontroversial, setelah fatwa haram Rokok yang pada akhirnya masih menjadi pro dan kontra meskipun akhirnya menghilang seiring waktu kini ada wacana Fatwa haram membeli Premium Bersubsidi bagi orang kaya. Meski telah ada reaksi dari PP Muhammadiyah tentang wacana fatwa haram tersebut, namun sampai saat ini belum keluar secara resmiapa yang menjadi fatwa MUI tentang Haram Membeli Premium bersubsidi tersebut.

Memang MUI adalah sebuah lembaga yang mempunyai legalitas untuk membuat Fatwa sesuai perkembangan zaman, dimana hukum dari peristiwa atau sesuatu hal tersebut belum di temukan hukumnya di dalam Al Qur’an maupun Sunnah Nabi. Namun sekali lagi harusnya fatwa yang di keluarkan oleh MUI benar-benar untuk kepentingan umat, bukan hanya sekedar fatwa yang punya tendensi selain untuk kemaslahatan umat. » Read more: Wacana Fatwa Haram Premium Bersubsidi