January 29th, 2010 by Achmad Sholeh
6 comments »
Seiring dengan kecanggihan teknology maka manusiapun berusaha sekuat tenaga untuk mengimbangi kemajuan teknology, segala daya dan upaya terus kita lakukan dengan belajar secara formal maupun informal bahkan otodidak. Belajar memang tanpa batas, karena ilmu pengetahuan terus berkembang sangat cepat, apabila kita tidak berusaha mempelajarinya maka diri kita akan terasing dengan dunia kita sendiri.
Dengan ngeblog sebenarnya kita juga telah belajar banyak tentang berbagai hal sesama blogger, termasuk belajar bagaimana kita tidak tertipu dengan berbagai trik kejahatan dunia maya. Di jagat dunia maya apabila tidak berhati-hati maka akan sangat mudah kita terperdaya oleh rayuan para penipu, Blogger yang notabene adalah kalangan menengah atas dari segi keilmuannya terkadang begitu mudahnya kena tipu. Banyaknya iklan yang menjebak, banyaknya kontes-kontes SEO bodong, banyaknya bisnis online yang bombastis, adalah salah satu bentuk rayuan dunia maya.
Pengalaman adalah guru terbaik karena kita adalah aktornya, Pepatah mengatakan ” Hanya keledai yang terperosok kedua kalinya di lobang yang sama” Rasanya pepatah ini perlu kita renungkan lebih dalam lagi, dan mari kita belajar dari pengalaman yang telah kita alami dan rasakan. Diri kita tidak akan pernah pandai kalau ternyata sebuah pengalaman pahit tidak bisa menjadi sebuah pelajaran.
January 27th, 2010 by Achmad Sholeh
8 comments »
“ Setiap Kita adalah Pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita pimpin ( Al-Hadits) ”
Melakukan segala sesuatu tanpa persiapan yang matang maka jangan pernah bertanya hasil yang anda harapkan. Berbagai pengalaman mengatakan persiapan yang sudah perfect dan detailpun belum tentu hasilnya 100% sesuai yang kita harapkan, apalagi sebuah persiapan yang asal dan amburadul.
Ngeblogpun seharusnya kita perlu memanagnya dengan baik, bagaimana kita mengatur jadwal posting, mengatur layout theme, memanage iklan, dan segala sesuatu yang membuat menarik blog kita. Tapi kebanyakan dari kita termasuk saya belum sama sekali menuju kearah sana, posting dilakukan ketika ada ide menulis, layout theme seadanya, iklan asal pasang dan masih banyak lagi.
Didalam kehidupan sehari-haripun kita perlu memanagnya dengan rapi, karena tanpa sebuah perencanaan kita hanya akan terbengong-bengong dengan kejutan-kejutan baik kejutan kecil maupun kejutan besar, akan tetapi anehnya kita malah justru larut dan enjoy dengan kejutan-kejutan itu sendiri. Sudahkah kita memanag segala hal yang berhubungan dengan diri kita ?.
January 23rd, 2010 by Achmad Sholeh
20 comments »
Setiap orang dalam hidup ini pastilah sangat membutuhkan air, karena tanpa air semua mahluk hidup tidak akan pernah ada, tapi siapa sangka kalau air mempunyai kekuatan yang dahsyat. Masih ingat kita dengan peristiwa tragis Sunami yang menimpa Aceh, Banjir tiap Tahun yang sering kita alami, semuanya berasal dari kekuatan air.
Air adalah sebuah symbol tentang bagaimana kita harus menyesuaikan diri dimana pun dan kapanpun kita berada, karena berada dimanapun akan menyerupai tempatnya, ketika air kita taruh di gelas maka akan berbentuk gelas, ketika kita taruh di botol maka akan berbentuk botol, saat berada pada suhu dingin maka ia akan menjadi beku dengan membekunya air maka kekuatannya setara dengan beton. Artinya ketika kita bisa menggunakan falsafah air dalam hidup ini maka kita akan menjadi orang yang enjoy di manapun sampai kapanpun.
Bagaimana dengan kita mampukah kita berfalsafah seperti air dalam menjalani hidup di Dunia yang setiap kejadiannya penuh dengan kejutan dan tak pernah kita bayangkan sebelumnya.
January 21st, 2010 by Achmad Sholeh
11 comments »
Saya seringkali berpikir ketika melihat di sekeliling, kebetulan saya dilahirkan dari sebuah Dusun di daerah Grobogan, Jateng apabila saya mengamati sungguh perkembangan yang ada begitu lambatnya. Infrastruktur Jalan yang tak kunjung membaik konon penyebabnya struktur tanah yang labil dan tingkat ekonomi masyarakatnya yang nyaris sama dari tahun ke tahun. Saya sempat berandai-andai kalau saja uang yang dicuri oleh pencuri berdasi seperti kasus century itu digunakan untuk membangun perekonomian di desa-desa pastilah lain ceritanya.
Masyarakat yang menyandarkan hidupnya di kampung sangat jelas terlihat stagnan dari segi ekonominya, tapi bagi sebagian yang mencoba peruntungannya di luar kampung halaman terlihat sedikit lebih mapan. Biasanya yang mencoba mengais rejeki di luar seperti menjadi TKI, merantau di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang dan lainnya, terlihat kehidupannya jauh lebih baik. Tapi hanya orang-orang tertentu saja yang berani berhijrah ke luar tanah kelahiran dan itu tidak lebih dari 20% nya.
Kondisi masyarakat yang agraris memang sangat tidak menguntungkan saat ini, karena disaat biaya bercocok tanam hampir impas dengan hasilnya, menjadikan masyarakat di Dusunku persis seperti yang di katakan Bang Haji Rhoma Irama dalam salah satu bait syair lagunya yaitu “ Gali Lobang Tutup Lobang”. Kalau ini terus-menerus terjadi maka yang namanya hidup sejahtera tetap hanya menjadi sebuah angan-angan dan impian.
Apa yang terjadi di daerah tempat saya rasanya cukup mewakili desa-desa di negeri ini, kami berharap pihak Penmerintah segera kembali berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Mereka miskin bukan karena malas, tapi disebabkan tidak adanya peluang dan kesempatan yang memadai untuk mensejahterakan dirinya. Bagaimana yang terjadi di tanah kelahiran anda tidak jauhkah perbedaannya?.