Kartini Di Negeri Mafia

April 21st, 2010 by Achmad Sholeh 6 comments »

Hari ini Tanggal 21 April adalah hari lahirnya sosok wanita yang pada akhirnya menjadi ikon perubahan bagi kaumnya, dialah R.A. Kartini. Namun andai saja kartini itu masih hidup dan melihat kondisi masyarakat saat ini pastilah dia akan kaget, karena ternyata Negerinya sekarang telah berubah menjadi sarang mafia.

Beberapa bulan terakhir pemberitaan media masa di Negerinya kartini selalu ada kelompok mafia yang baru, hampir di seluruh sektor kehidupan selalu muncul mafia. Andai saja uang negara itu tidak masuk ke kantong para mafia pastilah kesejahteraan rakyat itu akan segera terwujud, tapi sayang para pemimpin dan penegak hukum juga terkadang nyambi menjadi mafia maka pupuslah sudah harapan rakyat untuk menyandarkan kehidupannya pada mereka.

Biarlah rakyat tetap berjalan bersama cita-cita Kartini dan para pendiri bangsa yang lain, dan berharap para mafia segera kena kutukan dan lenyap dari Bumi pertiwi, karena hanya itu yang bisa diharapkan ribuan rakyat yang lemah. Biarlah kartini tetap menjadi putri sejati , sosok putri Indonesia yang harum namanya.

Naik Daun

April 13th, 2010 by Achmad Sholeh 18 comments »

Sering kita lihat dan dengar baik di media cetak maupun elektronik istilah naik daun, Seorang artis Fulan sedang naik daun, atau bisa di katakan sedang berada pada puncak tangga popularitas, karena sifat daun memiliki umur terbatas maka pada waktunya dia akan tua layu, menguning, kering lalu jatuh. Demikian juga fenomena naik daun jadi waktunya tergantung daya tahan sipopuler tersebut, karena sudah menjadi hukum alam bahwasanya akan selalu ada yang fenomenal pada zamannya.

Masih ingatkah fenomena Tukul Arwana yang pada zamannya merupakan sosok sederhana yang bergaji tinggi, wajah ndeso rejeki kutho selalu yang dia jadikan ikon namun ternyata daun itu sekarang sudah mulai tidak segar lagi sehingga puncak tangga popularitasnya mulai terdesak yang lainnya.

Wapres Budiono, Sri Mulyani dan sekarang muncul Gayus tambunan serta Susno Duaji, adalah sederet nama yang lagi naik daun, ketenarannya mengalahkan artis Indonesia saat ini, yah dialah sekarang yang lagi naik daun, entah sampai kapan daunnya ini mampu bertahan.

Banyak jalan menuju keberhasilan, banyak jalan untuk mencapai popularitas sebagai manusia yang berjiwa merdeka kita bebas memilih, jalan prestasi seperti Tukul Arwana atau jalan yang lain seperti Gayus Tambunan, bagaimana menurut anda dengan fenomena naik daun tersebut?.

Banyak Markus Dan Korupsi, Apa Kata dunia ?

April 10th, 2010 by Achmad Sholeh 10 comments »

Sungguh sangat ironis ketika pendapatan dari sektor pajak di genjot habis-habisan ternyata terjadi pembusukan di dalam, di saat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak mulai terlihat, kini di kejutkan oleh kasus-kasus besar korupsi di lingkungan birokrasi pajak sehingga muncul wacana pembelotan untuk membayar pajak, dan masyarakat menjadi pesimis terhadap pengelolaan pajak.

Bangsa ini selalu terlambat belajar, bahkan nyaris tidak pernah belajar dari kasus-kasus besar yang terus menggelinding silih berganti. Mata dan Hati para pejabat telah terbutakan oleh segepok uang, kemewahan dan budaya memperkaya diri sendiri serta tiada peduli nasib yang lainnya.

» Read more: Banyak Markus Dan Korupsi, Apa Kata dunia ?

Ketika Simalakama Datang

April 7th, 2010 by Achmad Sholeh 3 comments »

Salah satu nama buah yang paling tidak enak untuk dirasakan adalah buah simalakama, dimakan ataupun tidak sama-sama ada korbannya. Bagaimana sikap kita apabila itu terjadi , secara manusiawi pasti kita akan berpikir dan bersikap untuk memilih resiko yang terkecil, namun simalakama ini mempunyai resiko sama yang tidak ada bedanya sedikitpun,sehingga perlu perhitungan yang cukup matang.

Seringkali dalam hidup ini kita di hadapkan pada pilihan-pilihan sulit yang suka atau tidak harus kita pilih. Pada saat kita salah dalam mengambil keputusan janganlah berlarut menyesalinya,jadikan pelajaran agar lebih bijak dalam megambil keputusan di masa yang akan datang.

Hidup adalah rangkaian pilihan-pilihan, dengan memilih maka kita menjadi hidup, jangan takut salah dalam mengambil keputusan karena kita tidak pernah tahu keputusan yang kita ambil itu salah atau benar sebelum memutuskannya, jadi Simalakama bukanlah akhir dari sebuah pilihan.