Semoga para pembaca tidak bingung dengan judul diatas, pada dasarnya apa yang akan tersampaikan dengan judul diatas tidaklah jauh dengan pepatah ” Banyak jalan Menuju Roma”. Agar kita tidak tambah bingung mari kita simak apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan dengan istilah banyak jalan untuk mencapai tujuan.
Seorang ayah menyuruh anaknya untuk membeli rokok di warung Ibu Mila hanya saja sang ayah selain menyuruh membelikan Rokok juga tidak lupa berpesan untuk melewati jalan A kemudian masuk ke tikungan B dan selanjutnya melalui jalan setapak C. Padahal sang anak sebenarnya mempunyai jalan sendiri untuk mencapai warungnya bu Mila dan apabila melalui jalan ini sang anak akan merasa senang dan enjoy.
Seorang Manager Penjualan memerintahkan pada para Salesmannya bahwa target bulan ini harus tercapai apabila teamnya masih kepingin utuh tanpa seorangpun yang terkena Rasionalisasi karena ketidaktercapaian target. Tidak lupa Sang manager memberikan instruksi bahwa untuk mencapai target penjualan bulan ini kita harus melakukan cara-cara pemasaran A, pendekatan ke pelanggan dengan model B dan cara promosi dengan sistim C. Menurut Sang manager cara yang telah diperintahkan kepada salesmannya tersebut dulu pernah dilakukannya dan berhasil demikian juga cara tersebut terbukti ampuh sebagaimana telah mengantarkan manager lain dalam mencapai target penjualan perbulannya.
Sebenarnya cara yang dilakukan sang ayah dan manager tersebut tidaklah salah bahkan dengan mungkin mendekati hampir 80% untuk menggapai tujuan. Tapi banyak orang melupakan kalau cara yang sama tidak akan cocok atau pas untuk wilayah, moment atau waktu yang berbeda. Kenapa kita terkadang selalu memaksakan sesuatu untuk menggapai tujuan sementara orang lain yang kita suruh telah memiliki caranya sendiri yang mungkin lebih baik, efektif dan menguntungkan dari cara kita, karena cara yang dipakai hasil dari buah pikiran dan kreatifitasnya sendiri.
Untuk itu bukankah sebaiknya yang kita lakukan adalah mengarahkan atau memandu orang tersebut untuk mencapai tujuan dengan jalannya sendiri, tanpa memaksakan jalan yang ditempuh harus jalan yang pernah kita lalui. Tugas kita hanya memberi tahu mereka yang kehilangan arah dan tersesat jalan, untuk kembali ke jalan yang sebenarnya, mohon maaf kalau tambah bingung dengan tulisan ini.

Nggak bingung kok. Intinya setiap orang punya metode dalam menjalani kehidupannya dan metode tersebut meskipun efektif untuk diri sendiri tapi tidak selalu cocok di terapkan untuk orang lain, begitu khan. Saya setuju.
.-= masnur´s last blog ..Secangkir Kopi Aceh =-.
Nek meh ning nggonaku yo ono pirang2 dalan Mas…
Bisa lewat kidul, bisa lor bisa wetan
.-= marsudiyanto´s last blog ..Antara Pijit++ dan Feedjit++ =-.
sesuai dengan kondisi tempat kerja saya sekarang pak. Kami dianggap seperti robot yang harus bekerja sesuai SOP, padahal yang kami hadapi masyarakat.
So,kita juga menghasilkan masyarakat2 yang seperti robot
.-= Pencerah´s last blog ..Pengumuman CPNS se-Jawa Tengah 2009 =-.
selama masih ada semangat n berpikir positif hal itu masih ada, tapi kadang sifat manusia sudah terkontaminasi dengan hal2 yang bersifat susah juga sih…rasa pesimis bisa hinggap sehingga jalan menuju roma kelihatan remang-remang.
.-= odad´s last blog ..Sumpah Pemuda =-.
he..nggak bingung kok mas.
salam.
.-= Badruz´s last blog ..Hadiah Dari Guskar =-.
Marilah kita mencoba untuk membelajari anak dengan tidak memaksakan kehendak kita ya mas, karena si anak mungkin memiliki pikiran sendiri, hanya saja kita perlu mengarahkan ke jalan nyang benar.
.-= Wandi thok´s last blog ..Promosi PR blog =-.
Iya yang penting sih yakin sm diri sendiri untum menuju sesuatu yg bener2 diinginkan..
sebuah tujuan pasti memerlukan jalan dan strategi yang berlainan untuk mencapai tujuan
.-= mamah aline´s last blog ..Antara budaya dulu dan sekarang =-.
Banyak jalan menuju warung rokok
menyesuaikan kondisi lokasi, waktu dan target tujuan bisa memberikan banyak variasi jalan. Yang paling penting adalah mencapai tujuan sesuai dengan yang ditargetkan, tidak tersesat dan salah arah …