Pernahkah kita sadari kalau ternyata kita itu jagonya memaksakan kehendak, terlepas yang kita paksakan itu baik atau buruk. Sebagai Pemimpin kita harus sedikit memaksakan keinginan kita, keinginan Negara, keinginan Perusahaan kepada rakyat atau bawahan kita , sebagai orang Tua dan kepala Rumah Tangga kita sadari atau tidak kita selalu memaksa untuk ini, untuk itu harus ini harus itu kepada anak dan istri kita.
Kalau urusan Dipaksa jelas itu tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari, kita dipaksa oleh keadaan makan seadanya karena sisa gaji harus cukup hingga tanggal muda yang akan datang, meskipun uang kita berlimpah dan semuanya bisa kita beli tapi dipaksa untuk hanya bisa makan nasi putih sama sayur bening, karena mempunyai penyakit sehingga banyak pantanganuntuk makanan yang enak-enak. Sementara di luar sana mereka dipaksa makan nasi putih dan garam atau kecap karena tidak ada uang lebih untuk sekedar makan enak.
Sebagai seorang blogger meskipun tulisan saya sendiri asal-asalan tapi seringkali saya paksakan untuk posting, sekedar untuk kejar tayang dua hari sekali posting, dan hasilnya sudah bisa anda tebak tulisan saya seringkali kagak nyambung, Jaka Sembung makan combro ( kagak nyambung bro). Bagaimana dengan anda sukakah anda memaksa, dipaksa atau terpaksa ?
pinginnya sih memaksa dan ndak mau dipaksa, pak, hehe … tapi ada kalanya kita dipaksa harus mengikuti situasi yang sedang berlangsung. saya pernah memaksa diri utk bisa nulis di blog sehari satu tulisan. eh, terpaksa ndak bisa.
Kadang, saya juga begitu ….
Karena memaksakan diri…tulisan agak kacau, setidaknya kacau menurut saya sendiri setelah saya baca ulang, apalagi menurut orang lain, sebarapa kacaunya ya….? he..
Tergantung keadaan mas, untuk hal2 yang baik kita mesti memaksa diri kita untuk berbuat baik, itu harus … memaksa kerja keras, memaksa beribadah, memaksa ini dan itu, lama2 istiqomah dan keikhlasan muncul dengan sendirinya (tp itu pendapat saya lho ndak mesti sependapat)
saya punya saran mas. siapa tahu cocok. kalau make wordpress, di bagian tombol ‘publish’, saat mau munculin artikel, coba ubah tanggalnya menjadi maju dari sekarang, misalnya 2 hari kedepan. nantinya akan berubah tombol ‘publish’ menjadi ‘schedule’, dengan begitu, kita bisa menjadwal artikel untuk kapan saja, jadi gak terpaku pada hari itu saja. Semoga ini terbantu.
kalau saya kadang terpaksa untuk memaksa orang lain…
di artikel terakhir saya memaksakan diri karena 3 hari ini terganggu beragam hal mas ..
trims … kondisi yang mirip
jangan dipaksa paksa pa
kalo komeng di sini saya nggak terpaksa, apalagi dipaksa loh mas
kalo dipaksa rasanya kok gak enak ya…. walau dipaksa apapun itu…