Cinta Bagi Seorang Sufi

February 13th, 2010 by Achmad Sholeh Leave a reply »

Cinta, adalah sesuatu yang natural dimana setiap orang pasti pernah merasakannya, keindahannya menjadikan mabuk kepayang bagi sejoli yang sedang dilanda asmara, namun tidak demikian dengan seorang sufi, dimana hidup dan matinya di serahkan sepenuhnya hanya kepada sang pencipta.

Syahdan hiduplah seorang sufi wanita yang cantik jelita hingga banyak pemuda yang jatuh hati padanya, namun tak ada satu pemudapun yang mampu menaklukkan hatinya untuk mendapatkan cinta sang sufi hingga pada suatu saat ada seorang pemuda yang nekat mengungkapkan isi hatinya.

Duhai Adinda yang cantik Jelita mengapa engkau biarkan hati ini merana karena gelora asmara yang tak kau pedulikan, tega nian engkau permata hatiku, ungkap sang Pemuda .

Setelah sekian lama membisu akhirnya sang sufi jelita menjawab pertanyan pemuda,”Kakanda apakah gerangan yang membuat kanda jatuh hati padaku, hingga menggangguku untuk menemukan cinta sejatiku”.

Dengan sedikit ngegombal si pemuda nekat mencoba merayu sufi jelita, Dinda tatapan mata indahmu membuat tak berdaya semua pria, hidungmu yang mancung membuat khayalku melayang entah dimana, ohh… itukah yang membuatmu jatuh hati ? tanya si sufi jelita. Betul dinda itulah yang menjadikan hati ini bergelora, seloroh pemuda yang tiada henti menggombal.

Kalau itu yang membuatmu jatuh hati padaku baiklah, dengan mengambil sebuah pisau tajam akhirnya si sufi jelita tanpa ragu-raku mencongkel kedua matanya, serta mengiris hidung mancungnya dan memberikannya pada pemuda yang ada didepannya.

Demikian akhir kisah cinta seorang sufi, cinta, hidup dan mati hanya Ia persembahkan kepada kekasihnya yang haqiqi yaitu Sang Pencipta Alam semesta, adakah ini terjadi di dunia modern seperti ini, Wallahu alam.

Advertisement

18 comments

  1. kips says:

    Alhamdulillah bisa berkunjung lagi.
    Salam hangat selalu!

  2. indra says:

    Ngenalin diri meski belum terisi hehe…

  3. kaosmu says:

    Turut silaturahmi dan ngenalin diri juga nih :-D

  4. Badruz says:

    kayaknya super langka di dunia modern ini ya Mba….

  5. hendro says:

    pertama kali kunjungan
    salam kenal….

  6. wuihh…”cinta” tingkat tinggi cuma dimiliki sama sufi…

  7. dan begitulah cinta
    salam hangat dari blue

    mantab

  8. soewoeng says:

    subhanallah

  9. hanif IM says:

    kalau di akhir cerita yang saya tau, laki2 yang mencoba mencintai itu jadi gila.

  10. Reza Fauzi says:

    ngeri saya.. haha

  11. kayakna jaman sekarang sudah gak ada yang bisa kayak gitu da

  12. alief says:

    kalau jaman sekarang ini mungkin sejuta berbanding satu

  13. guskar says:

    mencintai Sang Pencipta harus ditempatkan pada prioritas pertama

  14. wahyubmw says:

    Cinta, adalah sesuatu yang natural dimana setiap orang pasti pernah merasakannya

  15. lala says:

    cinta itu yg penting ketulusannya :)

  16. zahra says:

    Karena benda atau peristiwa sekecil apapun selalu punya efek atau dampak. Kewajiban shalat, zakat, puasa, haji atau apapun; baik haqqullaah ataupun haqqul-aadami yang belum kita tunaikan akan terus menagih kita melalui: kegundahan hati, kekusutan pikiran, kerapuhan mental, kelabilan emosi, kelemahan jiwa, kebangkrutan ekonomi, keringkihan fisik, bahkan ketidak-harmonisan interaksi dengan siapapun. Orang yang Allah hidayahi digiringNya untuk menyadari.

    salam http://senyumkudakwahku.blogspot.com/

Leave a Reply