Archive for the ‘Renungan’ category

Renungan Menjelang Ramadhan

August 6th, 2009

Sukses dalam kehidupan adalah dambaan semua orang dunia ini, berbagai hal telah dilakukan , bermacam-macam cara telah ditempuh, segala daya dan upaya telah Ia kerahkan hanya untuk sebuah kesuksesan dan setelah berhasil kita capai rasanya kebahagian hidup terasa telah sempurna, kesuksesan atau keberhasilan setiap manusia pastilah berbeda namun juga bisa sama.

Setelah kita berhasil menggapai apa yang telah kita inginkan atau dambakan dan pada saat itu juga kita semakin dekat dengan sang pencipta tentulah ini adalah sebuah kebahagian yang haqiqi, tapi terkadang banyak orang ketika keberhasilan dan kesuksesan itu telah menaungi dirinya dia semakin jauh dengan si pembuat kesuksesan kalau itu yang terjadi berarti orang tersebut belum sukses dalam satu sisi, sebaliknya ketika seseorang tersebut dalam kategori gagal atau hancur tapi dengan kegagalan dan kehancurannya menjadikan Dia semakin dekat dengan Sang Pencipta maka orang tersebut telah dianggap sukses dalam sisi yang lain.

Apa yang kami sebutkan diatas bisa saja ini sedang terjadi pada diri kita, bahkan kita sendiri tidak menyadarinya, Bangga menjadi seorang yang berhasil dengan bidang yang digelutinya adalah sangat manusiawi asalkan tidak berlebihan dan menjadikan kita lupa diri, sebaliknya ketika kita sedang hancur, bangkrut ibarat roda kita sedang di bawah janganlah terlalu larut dengan kesedihan yang berlebihan dan putus asa, karena semua yang terjadi dengan diri kita pastilah ada rahasia dibalik itu semua, untuk itu marilah kita berinstrospeksi pada diri kita sendiri masuk dalam kategori manakah kita, mohon maaf ini hanyalah renungan menyambut Bulan Suci Ramadhan, bukan punya maksud apa-apa .

Jadikan Perubahan Bagian Dari Diri Kita

July 28th, 2009

Sering kita mendengar istilah tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri, artinya di Dunia ini yang paling abadi selain Tuhan adalah perubahan, apa hubungannya dengan diri kita perubahan tersebut, sebagai mahluk yang paling smpurna di muka Bumi ini sesuai dengan Fungsi diciptakannya manusia adalah sebagai khalifah di muka Bumi maka selayaknya kita sebagai bagian yang takterpisahkan dari perubahan itu sendiri.

Mengapa perubahan harus kita jadikan bagian dari hidup kita, karena dengan perubahan dunia bisa menjadi Indah seperti yang kita rasakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan indahnya sebuah perubahan. Ketika kita jauhi dan lupakan perubahan maka yang akan terjadi kita akan menjadi orang asing di lingkungan kita sendiri, jadi maukah kita jadi orang aneh di Dunia kita sendiri, salam.

Tragedi Bom itu Datang Lagi

July 21st, 2009

BomApapun alasannya menghilangkan Nyawa seseorang tanpa alasan yang jelas adalah kejahatan, itulah yang terjadi pada 17 Juli 2009 tepatnya di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta atas nama kemanusiaan kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya korban pada peristiwa tersebut, semoga dalang dibalik terjadinya tragedi kemanusiaan itu segera tertangkap dan diproses sesuai Hukum yang berlaku. Kami berharap pihak-pihak terkait yang mempunyai tanggung jawab keamanan bisa bekerja cepat dan tepat jangan sampai membuat opini tertentu yang akan menambah resah masyarakat apalagi mencari kambing hitam dari peristiwa tersebut.

Ajaran Agama manapun tidak akan mengajarkan umatnya untuk berbuat kerusakan di muka Bumi, tapi megapa masih saja ada sekelompok orang yang berbuat aniaya terhadap orang lain, Tapi inilah kenyataan hidup semua orang bebas memilih jalan hidupnya dan tidak ada yang bisa menghalangi pilihan manusia bahkan orang terdekatnya sekalipun, berbuat baik adalah sebuah pilihan demikian juga sebaliknya tapi satu yang pasti semua pilihan pastilah ada konsekwensinya bukan hanya di Dunia atau dihadapan Manusia tapi lebih jauh lagi yaitu tanggung jawab kita terhadap Sang Pencipta. Ini hanyalah sebuah renungan yang tidak akan berarti apa-apa apabila kita tidak pernah mencoba merenungkannya , salam.

Kekuatan Hati

July 17th, 2009

Berbuatlah sesuatu dan Ikuti kata hatimu, ini adalah kata-kata yang sering kita dengar dari orang tua atau orang-orang yang kita anggap lebih di mata kita, sebuah pesan yang takkan pernah usang dimakan oleh zaman andai saja kita memahami apa yang dikatakan orang-orang bijak tersebut pastilah tidak ada lagi BOM yang meledak di Mega Kuningan seperti yang baru saja terjadi, karena kita semua yakin apa yang dilakukan oleh para pembuat teror tersebut dalam hati kecilnya pastilah sangat bertentangan dengan yang dia lakukan, dan akan selalu seperti itu apabila kita melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma yang ada dalam hidup ini. Sehingga ketika seseorang melakukan sesuatu sesuai kata hatinya kemungkinan besar yang ia perbuat adalah kebaikan.

Tidak ada manusia yang sempurna dalam hidupnya kecuali orang-orang pilihan Tuhan, dan itu merupakan hukum alam ( Sunnatullah), sebagai manusia kita hanya bisa berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hidupnya ketika kita berbuat kesalahan segeralah perbaiki dan terus perbaiki, dosa dan kesalahan akan selalu mengiringi setiap langkah kita dalam mengarungi kehidupan tapi bukankah hanya keledai yang terperosok dalam lubang yang sama lebih dari satu kali, untuk itu gunakan kekuatan hati kita dalam bertindak dan berprilaku sebagai mahluk sosial dan mahluk spiritual, mohon maaf kalau renungan ini salah karena ini hanyalah renungan seorang yang ingin menjadi visioner dan sedang mencoba berhenti bermimpi tapi belum bisa.