Archive for the ‘Renungan’ category

Tradisi Mudik Untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa

September 15th, 2009

Setelah gagal di beberapa kontes SEO kami akan mencoba sekuat tenaga untuk mengembalikan jati diri Bangsa, karena saya berpikir masih belum terlambat, Tradisi mudik yang ada di Negeri ini contohnya hanya ada di Negeri ini tidak ada di Negara manapun, Meskipun bukan dalam kategori yang jauh karena masih dalam satu wilayah Jawa Tengah saya selalu mudik saat Lebaran karena menurut saya kegiatan itu adalah ritual dalam rangka untuk mengembalikan jati diri bangsa yang harus dijalani setahun sekali.

Mudik bagi sebagian orang mungkin hanya sekedar hura-hura atau sekedar ingin menunjukkan ke sanak kerabat akan keberhasilan yang telah dicapainya, tapi bagi saya sebenarnya ada yang jauh lebih penting yaitu tempat ajang silaturrahmi dan berkumpulnya keluarga besar yang lama tidak ketemu. Satu momen yang sangat istimewa adalah ketika kita sling maaf memaafkan atas segala kesalahan, terkadang pada momen diluar lebaran untuk meminta maaf atau memaafkan kita gengsi atau merasa tidak bersalah. Namun pada momen lebaran semua orang mengaku punya salah dan meminta maaf kepada yang lainnya yang seperti ini rasanya lebih dekat dengan mengembalikan jati diri bangsa.

Maaf memaafkan sebenarnya bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja setelah terjadi perselisihan dan lainnya tidak harus menunggu momen lebaran sebagaimana yang diajarkan oleh Islam, tradisi mudik dan lebaran adalah sebuah cara untuk saling memaafkan dan rasanya perlu kita lestarikan. Lebaran atau Idul fitri bukan hanya identik dengan baju baru dan segala hal yang berhubungan dengan jasmani phisik yang baru. Satu hal yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjadi manusia Baru kembali kepada fitrah setelah sebulan mendapat ampunan dosa dari sang Khalik, dengan berlebaran kita juga bersih dari dosa-dosa sesama manusia. Selamat mengembalikan jati diri Bangsa, tidak ada kata terlambat untuk berbuat lebih baik dalam hidup ini.

Tulisan ini kami persembahkan untuk Kontes Mengembalikan Jati diri Bangsa yang di selenggarakan BeritaJitu.com, bagi rekan-rekan blogger yang kepingin berpartisipasi silahkan daftar langsung ke TKP, selamat berlomba, semoga sukses.

Angka Cantik 09/09/09

September 9th, 2009

Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan fengshui, angka sakti, komentator blog, postingan yang kesekian atau yang lainnya, kami hanya bermaksud mengabadikan angka cantik ini lewat sebuah tulisan sederhana. Saya tidak tahu apakah yang saya tulis ini dalam kategori bermutu atau tidak, semuanya saya serahkan pada pembaca.

Banyak orang menandai sebuah peristiwa dengan memilih angka-angka tertentu bahkan pasangan Adji Masaid dan Angelina Sondakh telah merencanakan kelahiran anaknya pada tanggal seperti judul diatas. Sebagian orang mengatakan bahwa angka tertentu akan membawa keberuntungan, kebahagiaan dan kebaikan-kebaikan lainnya. Kita masih sering melihat dalam tradisi jawa ketika mau ada pekerjaan tertentu misalkan, pernikahan, mendirikan Bangunan Rumah, pindahan tempat tinggal, Orang Tua kita sibuk mencarikan hari yang baik, bulan yang baik bahkan Tahun yang baik.

Hal-hal tersebut rasanya lebih pada sugesti dan pengaruh nenek moyang kita dahulu yang telah mengajarkan seperti itu, yaitu Ilmu Titen ( ilmu menurut pengamatan kejadian). Generasi muda modern sekarang sudah banyak yang jarang memakainya, akan tetapi apabila ternyata pada suatu saat terdapat kejadian tertentu yang kurang baik maka Orang Tua kita mengatakan kesalahan karena tidak pakai hitung-hitungan sesuai perhitungan orang-orang dahulu.

Terlepas dari hal diatas yang pasti maksud dan tujuan orang-orang Tua kita adalah supaya anak-anaknya bisa hidup Bahagia dan lebih baik, Bagi kita orang yang mempunyai sebuah keyakinan Agama disamping adat istiadat pastilah tidak akan ada masalah dengan angka cantik, atau hitung-hitungan adat jawa ( klenik ) sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Agama yang kita yakini. Sehingga jangan sampai kepercayaan kita terhadap Tuhan terkalahkan oleh keyakinan klenik tersebut, kalau itu yang terjadi maka kita harus waspada karena kita telah masuk pada ranah Syirik, dan yang seperti ini yang perlu kita hindari, Bagaimana menurut anda.

Related Posts
Tulisan yang tidak berhubungan Saya Sang Visioner

Sudahkah Kita Berserah Diri

September 5th, 2009

Ketika kita sadari
Ternyata tiada yang abadi
Di Dunia yang fana
Hanya sujudku
Yang bisa Mewakili
Untuk melenyapkan segala bentuk Kesombongan dan Keserakahan
Yang telah terpatri dalam hati dan jiwa
Yaa Allah Hanya KepadaMulah
Aku berserah diri.

Kaca Dan Debu Ibarat Hati Dan Dosa

September 2nd, 2009

Setiap hari istri saya mengeluh karena pada musim kemarau seperti ini kaca depan rumah saya harus dibersihkan tiap hari, kondisi jalan yang kering menimbulkan banyak debu yang berterbangan diterpa angin, sehingga halaman dan kaca rumah cepat sekali kotornya. Begitulah kondisi musim kemarau di tempat saya , kondisi yang demikian mengakibatkan rawan timbul penyakit saluran pernapasan kalau kita tidak berhati-hati terutama anak-anak.

Kaca yang terkena debu ibarat hati yang terkena noda dosa yang kita lakukan setiap hari baik yang kita sengaja ataupun tidak. Ketika kaca kita bersihkan tiap hari niscaya tetap terjamin kebersihannya demikian juga dengan hati kita dosa-dosa kecil yang kita lakukan kalau kita imbangi dengan berbuat baik dan istighfar maka sedikit demi sedikit akan hilang. Sebaliknya ketika kaca jarang dibersihkan maka akan kotor dan gelap sehingga menghilangkan fungsinya dengan tidak bisa tembusnya cahaya lewat kaca tersebut, padahal salah satu fungsi dari kaca adalah supaya Rumah kita bisa di masuki cahaya, sehingga akan kelihatan terang di siang hari. Bagaimana dengan hati kita ketika setiap saat dan waktu kita melakukan dosa baik kecil maupun besar tanpa kita imbangi dengan berbuat baik, taubat maupun Istighfar maka hati kita akan beku, kalau itu yang terjadi maka cahaya hidayah yang datang dari Allah akan sulit menembusnya.

Dengan momentum bulan Suci Ramadahn 1430 H ini marilah kita mulai berinstrospeksi dengan apa yang telah kita lakukan selama ini, Kita mencoba memperbanyak amalan-amalan yang berdampak terhadap mengurangi tebalnya kotoran di hati sehingga mempermudah cahaya hidayah menembusnya, tidak ada dosa besar kalau kita mau bertobat dan tidak mengulanginya lagi, dan tidak ada dosa kecil apabila terus kita lakukan setiap hari, salam.