Archive for the ‘Renungan’ category

Si Buta Tuli Dan Tradisi Korupsi

March 6th, 2010

Syahdan hiduplah dua orang sahabat karib yang tidak terpisahkan, namun mereka berdua memiliki cacat bawaan yang membuat mereka akhirnya bersahabat karena saling membutuhkan dan melengkapi. Si buta membutuhkan si tuli untuk berjalan kemana-mana sedangkan si Tuli membutuhkan si buta karena sebagai penerjemah pada saat berkomunikasi dengan orang lain.

Pada suatu ketika keduanya mempunyai keinginan menjadi Kepala desa dan wakil kepala desa, meski keduanya memeliki kekurangan namun mereka cukup pandai dan terkenal di lingkungannya, dan itu merupakan salah satu modal untuk meraih kursi Kepala desa dan wakilnya. » Read more: Si Buta Tuli Dan Tradisi Korupsi

Untuk Rakyat, Kekuasaan Atau Partai

March 3rd, 2010

Banyak politisi yang bilang bahwa apa yang sedang mereka lakukan adalah untuk kepentingan Rakyat , semuanya hanya untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat, dan demi menegakkan kebenaran. Tapi benarkah apa yang mereka lakukan itu untuk rakyat dan penegakan kebenaran, yang tahu hanya mereka dan Tuhan saja rasanya.

Di mata orang awam seperti saya Demi kekuasaan dan kesejahteraan hidup kok rasanya lebih dominan, meski tidak semuanya seperti itu karena kita semua yakin masih ada wakil rakyat yang memiliki hati nurani dan berjuang untuk kebenaran dan masyarakat yang menjadi konstituennya. Tapi cobalah kita bertanya pada hati nurani kita berapa banyak yang seperti itu, karena saya juga menyadari kalau seandainya saya berada pada posisi mereka, dengan banyaknya godaan mungkin juga akan larut ke dalam system. Kita patut acungi jempol bagi wakil-wakil kita yang gigih dan benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat.

Disisi lain mau atau tidak seorang politisi harus taat dan patuh kepada partai dimana tempat mereka bernaung, meskipun harus mengingkari hati kecil nya. Apa yang diperjuangkan partai harus di perjuangkan juga meskipun mereka tahu bahwa yang di perjuangkannya itu salah menurut pandangan hati nuraninya. Kalau sudah seperti ini mampukah mereka menjadi seseorang yang benar-benar berjuang demi menegakkan kebenaran dan kepentingan rakyat, Wallahu Alam

Lokalisasi Judi

February 22nd, 2010

Beberapa hari terakhir ini muncul wacana untuk melokalisasi perjudian, berawal dari adanya lokalisasi judi di pulau sentosa Singapura kini berbagai kalangan mewacanakan bagaimana kalau hal yang sama juga diadakan di Indonesia. Tujuan diadakannya lokalisasi judi adalah agar pajak perjudian tersebut bisa masuk ke kas Negara karena dengan tidak adanya lokalisasi di sinyalir pajak judi masuk ke kantong orang-orang yang membacking di balik perjudian ilegal yang masih marak di sekitar kita.

Judi adalah penyakit masyarakat yang sulit untuk dihilangkan, meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak berwajib dalam hal ini POLRI namun keberadaannya masih tetap eksis meskipun secara sembunyi-sembunyi. Wacana lokalisasi judi sebenarnya bukanlah hal baru di Negeri ini namun selalu timbul dan tenggelam seiring perkembangan waktu, akankah kali ini ide lokalisasi judi bisa terlaksana ?.

Agaknya perlu perhatian yang serius dan kajian yang mendalam untuk hal yang satu ini, agar keputusan yang diambil tidak menjadi bumerang atau persoalan di waktu yang akan datang. Setujukah anda dengan lokalisasi tempat perjudian di Indonesia?.

PPN 10% Bagi Pengguna Jasa PSK

February 19th, 2010

Seperti di singgung dalam syair lagunya Rhoma Irama jalan menuju syurga yang gratis tidak banyak orang yang tertarik, tapi ketika jalan menuju neraka yang tidak gratis dan berbiaya mahal, orang pun beramai-ramai mendatanginya. Begitulah sekilas gambaran dari sisi kehidupan kita, orang yang kepengin mabuk dia harus keluar uang untuk beli minuman, bagi yang gila judi bias mengorbankan segala yang dia punya, orang mau fly harus membeli narkoba dulu, orang mau berzina ke prostitusi maka akan keluar uang yang tidak sedikit apalagi sekarang ada wacana PPN 10% bagi pemakai jasa PSK.

Bandingkan kalau orang mau berbuat baik nyaris biayanya lebih sedikit, ketika kita mau beribadah ke Masjid, Gereja, Wihara dan lainnya kita hanya butuh transportasi kesana, menolong orang lain biasanya hanya butuh tenaga, pikiran, dan lainnya yang semuanya sudah ada dalam diri kita pemberian Tuhan, kalaupun kita mengengeluarkan sebagian dari harta kita yakinlah Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih besar dan lain sebagainya.

Tapi itulah realitas hidup kita selalu di beri dua pilihan, baik, buruk, enak, tidak enak, syurga dan Neraka, pahit dan manis, dan lainnya kita bebas untuk memilihnya tinggal bagaimana kita berlaku bijaksana terhadap diri kita untuk menentukan salah satu dari pilihan tersebut.