Setiap hari istri saya mengeluh karena pada musim kemarau seperti ini kaca depan rumah saya harus dibersihkan tiap hari, kondisi jalan yang kering menimbulkan banyak debu yang berterbangan diterpa angin, sehingga halaman dan kaca rumah cepat sekali kotornya. Begitulah kondisi musim kemarau di tempat saya , kondisi yang demikian mengakibatkan rawan timbul penyakit saluran pernapasan kalau kita tidak berhati-hati terutama anak-anak.
Kaca yang terkena debu ibarat hati yang terkena noda dosa yang kita lakukan setiap hari baik yang kita sengaja ataupun tidak. Ketika kaca kita bersihkan tiap hari niscaya tetap terjamin kebersihannya demikian juga dengan hati kita dosa-dosa kecil yang kita lakukan kalau kita imbangi dengan berbuat baik dan istighfar maka sedikit demi sedikit akan hilang. Sebaliknya ketika kaca jarang dibersihkan maka akan kotor dan gelap sehingga menghilangkan fungsinya dengan tidak bisa tembusnya cahaya lewat kaca tersebut, padahal salah satu fungsi dari kaca adalah supaya Rumah kita bisa di masuki cahaya, sehingga akan kelihatan terang di siang hari. Bagaimana dengan hati kita ketika setiap saat dan waktu kita melakukan dosa baik kecil maupun besar tanpa kita imbangi dengan berbuat baik, taubat maupun Istighfar maka hati kita akan beku, kalau itu yang terjadi maka cahaya hidayah yang datang dari Allah akan sulit menembusnya.
Dengan momentum bulan Suci Ramadahn 1430 H ini marilah kita mulai berinstrospeksi dengan apa yang telah kita lakukan selama ini, Kita mencoba memperbanyak amalan-amalan yang berdampak terhadap mengurangi tebalnya kotoran di hati sehingga mempermudah cahaya hidayah menembusnya, tidak ada dosa besar kalau kita mau bertobat dan tidak mengulanginya lagi, dan tidak ada dosa kecil apabila terus kita lakukan setiap hari, salam.
