Archive for the ‘Religi’ category

Sekali Lagi Tentang Berbakti Pada Orang Tua

October 15th, 2009

Seringkali kita berpikiran bahwa keberhasilan dan kebahagian yang kita raih dalam hidup ini adalah buah dari kerja keras, kecerdasan, dan kesempatan yang kita miliki. Kesombongan membuat diri kita merasa hanya kita lah yang mempunyai andil besar atas keberhasilan yang kita raih. Tidak banyak manusia yang menyadari bahwa doa kedua Orang tua dan campur tangan Tuhan juga mempunyai peran atas kesuksesan tersebut.

Ajaran Islam telah menempatkan orang tua pada posisi yang sangat mulia

” Ridho Allah terletak pada Ridho orang tua, dan murka Allah ada pada murka Orang tua”.

Dengan segala pengorbanan yang tanpa batas yang telah orang tua khususnya Ibu lakukan pada kita, masihkah kita bersikap seenaknya dan tidak peduli sedikitpun kepada kedua orang tua kita atau durhaka pada mereka, naudzubillah.

Mungkin bagi kita yang belum punya anak atau rekan-rekan yang masih muda mengatakan tulisan ini omdo atau asal tulis, tapi bagi kita yang telah memiliki anak saya yakin akan mengamini apa yang terulis diatas. Pepatah jawa mengatakan ” pengorbanan orang tua kepada anak kui sak klopo tapi balas budi anak pada orang tua kui sak upobetapa besar perbedaan itu satu buah kelapa dibanding satu butir nasi, demikian yang di perumpamakan Orang Jawa terhadap kasih sayang orang tua dan balas budi anak.

Sebagai anak pastilah tidak pernah membayangkan betapa resahnya orang tua ketika anaknya sakit, tapi bagaimana dengan kita yang melihat orang tua kita sedang sakit. Sekali lagi berbakti kepada kedua orang tua kita adalah sebuah kewajiban sebagai manusia yang sempurna, kalau kebetulan kita baru berselisih segeralah meminta maaf, meskipun kita menganggap kesalahan itu ada pada kedua Orang Tua kita.

Perjuangan Ibuku
Aku masih teringat ketika itu aku baru duduk di bangku kuliah semester empat saat Ayahku meninggalkanku untuk selama-lamanya, sejak saat itu hanya ibulah yang berjuang untukku dan adik-adikku. Ibulah yang membuatku menjadi seperti saat ini, dan perjuanggannya takkan pernah bisa kubalas karena rasanya tak cukup kalaupun harus kugadaikan seluruh yang aku miliki, itulah jasa Ibuku yang sangat luar biasa. Apalah artinya diriku ini kalau tak bisa berbakti kepadamu Ibuku. sebuah persembahan untuk Karnaval Blog minum teh bersama Ibu yang diadakan oleh Guskar dot com.

Renungan Untuk Rentetan Bencana Di Negeri ini

October 3rd, 2009

Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan rentetan bencana yang sedang melanda Indonesia yang hanya berselang beberapa waktu saja, rentetan itu terus mengalir ibarat aliran sungai yang tidak bisa terputus oleh apapun. Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Kurang lebih 500 jiwa telah meninggal, berapa kerugian yang ada dan masih banyak yang mengalami luka berat maupun ringan.

Saatnya kita kembali merenungkan Ayat –ayat Qur’an

(QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Sudah separah itukah yang terjadi di Negeri kita saat ini sehingga bencana-demi bencana datang silih berganti, wahai para Hartawan sadarkah engkau prilaku yang kamu jalani ternyata berbuah bencana, maka sadarlah kalau menghambur-hamburkan uang itu bencana.

Sudah durhakakah semua Rakyat negeri ini atau mungkin yang durhaka lebih banyak dari pada yang berprilaku baik, bagaimana dengan ayat berikut

(QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

Benarkah kiamat akan datang Tahun 2012 yang akan datang dan sedikit-demi sedikit kita mulai dibinasakan.

Bagaimana dengan prilaku kita, prilaku pimpinan-pimpinan kita sudahkah sama dengan prilaku dalam ayat ini

(QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Mari sejenak kita renungkan tiga Ayat peringatan Allah kepada kita semua ini, saatnya berinstrospeksi, saatnya memperbaiki diri, semoga kita semua tidak termasuk Manusia dalam kategori ayat tersebut diatas, salam.

Kembali Kepada Fitrah Sebagai Mahluk

September 18th, 2009

Lebaran sebentar lagi itu artinya Bulan Suci Ramadhan segera meninggalkan kita padahal kita merasa belum banyak yang dilakukan untuk meraup pahala dari Sang pencipta, tapi yang terpenting kita mau berusaha memperbaiki diri dan lebih baik dari Ramadhan Tahun lalu. Saatnya kita kembali ke fitrah manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang di beri amanah untuk mengelola Bumi ini dengan sebaik-baiknya. Meskipun belum mampu menjaga amanah dengan baik kita semua berharap momen Ramadhan dan moment Lebaran 1430 H ini bisa menyadarkan kita Sebagai mahluk Ciptaan Tuhan yang punya tanggung jawab penuh atas kelangsungan Hidup di Dunia beserta isinya ini.

Kita semua sadar bahwa ” Tidak diciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaNya” Ibadah disini bukan hanya sekedar kita menjalankan Ibadah mahdhoh yang menghubungkan mahluk dengan penciptanya tapi juga ibadah Ghoiru Mahdhoh yaitu segala hal yang berhubungan sesama mahluk hidup yang lain yang ada di alam semesta ini. Untuk menjadi khalifah di Bumi ini maka sebagai manusia harus berusaha menyeimbangkan kehidupannya baik yang berhubungan dengan sang pencipta maupun kepada sesama mahluk hidup. Selamat Idul Fitri 1430 H mohon maaf lahir dan batin, semoga kita bisa kembali kepada fitrah kita sebagai manusia.

Sudahkah Kita Berserah Diri

September 5th, 2009

Ketika kita sadari
Ternyata tiada yang abadi
Di Dunia yang fana
Hanya sujudku
Yang bisa Mewakili
Untuk melenyapkan segala bentuk Kesombongan dan Keserakahan
Yang telah terpatri dalam hati dan jiwa
Yaa Allah Hanya KepadaMulah
Aku berserah diri.