Archive for the ‘Religi’ category

PPN 10% Bagi Pengguna Jasa PSK

February 19th, 2010

Seperti di singgung dalam syair lagunya Rhoma Irama jalan menuju syurga yang gratis tidak banyak orang yang tertarik, tapi ketika jalan menuju neraka yang tidak gratis dan berbiaya mahal, orang pun beramai-ramai mendatanginya. Begitulah sekilas gambaran dari sisi kehidupan kita, orang yang kepengin mabuk dia harus keluar uang untuk beli minuman, bagi yang gila judi bias mengorbankan segala yang dia punya, orang mau fly harus membeli narkoba dulu, orang mau berzina ke prostitusi maka akan keluar uang yang tidak sedikit apalagi sekarang ada wacana PPN 10% bagi pemakai jasa PSK.

Bandingkan kalau orang mau berbuat baik nyaris biayanya lebih sedikit, ketika kita mau beribadah ke Masjid, Gereja, Wihara dan lainnya kita hanya butuh transportasi kesana, menolong orang lain biasanya hanya butuh tenaga, pikiran, dan lainnya yang semuanya sudah ada dalam diri kita pemberian Tuhan, kalaupun kita mengengeluarkan sebagian dari harta kita yakinlah Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih besar dan lain sebagainya.

Tapi itulah realitas hidup kita selalu di beri dua pilihan, baik, buruk, enak, tidak enak, syurga dan Neraka, pahit dan manis, dan lainnya kita bebas untuk memilihnya tinggal bagaimana kita berlaku bijaksana terhadap diri kita untuk menentukan salah satu dari pilihan tersebut.

Tradisi Bulan Syuro

December 17th, 2009

Satu Asyuro dalam istilah jawa mempunyai banyak tradisi unik dari hanya sekedar membuat bubur Syuro ( Mirip bubur ayam ) hingga sampai kungkum atau berendam di tempat tertentu dan menjamas pusaka. Sebuah tradisi Jawa yang dilakukan turun temurun meski maknanya kemungkinan sudah berbeda dari yang sebenarnya, Orang Jawa sangat mensyakralkan Bulan Muharram atau Asyro ini. Saya yakin tradisi yang tidak jauh berbeda juga ada di luar suku Jawa.

Dalam Ajaran Islam Muharram adalah bulan penanda untuk berinstospeksi diri Bermuhasabah untuk mengevaluasi diri, sudahkah Tahun yang dilalui ini memberikan makna bagi diri, lingkungan serta Tuhannya atau justru malah sebaliknya. Maka biasanya malam 1 Muharram dilalui dengan memperbanyak doa , Berdzikir dalam rangka mendekatkan diri dengan sang Pencipta Alam Semesta.

Tradisi pada dasarnya adalah sebuah kreatifitas hail karya cipta manusia yang masih dipertahankan hingga turun temurun, bagi kita orang beragama sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita yakini maka sah-sah saja kita lakukan, Bagaimana tradisi menyambut 1 Muharam di tempat rekan-rekan blogger ?.

Ramalan Bintang Mengapa Banyak Yang Percaya

December 13th, 2009

horoscope

Media cetak baik koran, majalah, Tabloid dan lainnya rubrik yang tak pernah ketinggalan adalah Ramalan Bintang, Ramalan Shio dan sejenisnya, dan ternyata banyak orang yang mempercayai ramalan tersebut. Bagi anak-anak remaja, abg, jomblowan dan jomblowati ramalan asmara pastilah suatu hal yang penting, bagi orang-orang dewasa ramalan tentang keuangan dan kesehatan adalah hal yang mesti di baca.

Ketika seseorang telah kecanduan atau percaya dengan ramalan tersebut, andai saja kebetulan ramalan di minggu mendatang menunjukkan sesuatu yang baik dia akan menjalaninya dengan penuh semangat dan optimis. Akan tetapi apabila ramalan menunjukkan sesuatu yang jelek dalam satu minggu dia akan tersiksa, padahal itu hanyalah ramalan yang belum tentu kebenarannya.

Sebuah ramalan akan bisa membuat orang lebih positif mensikapinya apabila orang tersebut tidak sepenuhnya percaya, karena hanya sebatas dijadikan penyemangat apabila kebetulan ramalannya baik dan berhati-hati apabila ramalannya kurang menguntungkan. Yang membahayakan apabila percaya kepada ramalan melebihi keyakinannya terhadap yang maha kuasa bahkan seolah-olah ramalan itu yang dijadikan pijakan dalam hidupnya. Kalau ini yang terjadi maka ini disebut syirik sebuah dosa besar dalam ajaran Islam. Percayakah anda dengan berbagai ramalan-ramalan itu sobat ?.

Berpakaian Tapi Tidak

October 18th, 2009

Masih segar ingatan kita tentang Putri Indonesia 2009 dan jilbab, kami tidak akan ikut larut dalam masalah itu tapi akan mencoba menyoroti perkembangan trend cara berpakaian saat ini. Jauh-jauh sebelum budaya irit berpakaian menjadi trend di jagad ini Rasul sudah mengingatkan kita bahwa ” pada suatu saat nanti banyak orang berpakaian tapi hakekatnya tidak” dan saat ini kita telah banyak menjumpainya.

Kita terkadang tidak menyadari demi sebuah mode dan gaya busana mengorbankan segalanya, hanya ingin dikatakan sebagai generasi modis. Lihat lah yang kita temui dalam keseharian kita, baik melalui layar kaca ataupun sekeliling kita dengan cara berpakaian yang super ketat, nyaris seperti telanjang, lekuk tubuh sangat jelas kelihatan, bukankah ini yang namanya berpakaian tapi tidak.

Sebagai Bangsa yang terkenal dengan sopan dan sntun sebaiknya kita mulai melakukan sebuah upaya untuk memperingatkan minimal keluarga kita sendiri untuk berpakaian secara sopan dan tidak berlebihan. Disisi yang lain ketika melihat mereka yang berpakaian serba tertutup sebagian orang jadi mencibir itu budaya teroris, inilah zaman yang serba terbalik, semoga Tuhan menjauhkan kita semua dari orang-orang yang terbalikkan pikirannya.

Alangkah baiknya kalau kita mau melakukan perubahan kecil itu dari diri dan keluarga kita, dan melakukannya saat ini juga jangan ditunda, karena kita tidak pernah tahu sampai kapan kita mampu menunda untuk berbuat baik.

User-agent: Mediapartners-Google*