Archive for the ‘Politik’ category

Dibuka Audisi Calon Menteri

October 19th, 2009

Zaman sekarang memang era audisi bukan hanya pencarian bakat dan pencarian jodoh saja yang lagi trend di dunia layar kaca kita, dua hari terakhir ini ada audisi istimewa di Cikeas Bogor, yaitu audisi calon Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2. Sebagian pengamat mengatakan audisi yang dilakukan SBY untuk calon Kabinetnya dirasa berlebihan karena hal tersebut tidak lebih dari sekedar formalitas. Tapi sebagian masyarakat mengamini dengan apa yang dilakukan oleh Presiden Yudoyono terhadap calon Anggota kabinetnya tersebut.

Kelompok yang menganggap berlebihan mengatakan apa yang dilakukan SBY tersebut sebenarnya hanya formalitas belaka, karena toh semuanya menjadi hak prerogatif dia. Pertanyaan yang sering keluar dari kelompok ini apakah kalau calon menteri tersebut tidak memenuhi syarat kesehatan dan mentalnya, mereka akan di coret dari daftar calon menteri. Padahal mereka yang dipanggil untuk audisi hanya sejumlah posisi mentri tidak berlebih. Tapi ini hanyalah kata para pengamat yang tahu apa sebenarnya di balik itu semua hanyalah SBY dan orang terdekatnya saja.

Kelompok yang mendukung audisi calon Menteri yang dilakukan Presiden terpilih tersebut dirasa sangatlah wajar.  SBY butuh orang–orang yang sehat jasmani maupun rohani serta loyal, agar pemerintahan selama lima Tahun mendatang berjalan mulus dalam satu komando dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Pengalaman lima Tahun dalam Pemerintahannya, masih ada beberapa mentri yang cenderung berjalan sedkit di luar komandonya membuat SBY semakin berhati-hati dalam memilih calon pembantunya tersebut.

Melihat fenomena yang demikian termasuk yang manakah kita, yang pro atau yang kontra, terlepas dari semuanya kita berharap kabinet Indonesia bersatu mendatang adalah orang-otrang profesional di bidangnya , solid dan kompak dengan Presiden dalam menjalankan semua programnya.

Kesaktian Pancasila Dan Bela Negara

October 1st, 2009

pancasila

Tradisi memutar film Gerakan 30 September PKI sudah tidah pernah lagi kita lihat di layar kaca kita, demikian juga pemutaran film-film heroik tentang kepahlawanan para pejuang kita juga sudah sangat jarang kita lihat di momen-momen peringatan hari bersejarah Bangsa ini. Bagi generasi seangkatan saya rasanya ada yang kurang ketika tradisi itu tidak lagi mengiringi sebuah peringatan sejarah yang mungkin bisa membangkitkan kembali rasa nasionalisme yang kian terkikis oleh waktu.

Ada yang berubah rasanya di generasi kita sekarang, masih hapalkah anak-anak usia TK kita dengan pancasila, masihkah anak-anak seusia SD masih fasih melafalkan pembukaan UUD 45, masih hapalkah generasi muda kita dengan lagu-lagu kebangsaan kita. Inilah yang kami rasakan kian terkikisnya semangat Nasionalisme Bangsa Indonesia di tengah hingar bingarnya suara Reformasi dan kebebasan berdemokrasi.

Kami sadar betul kalau Nasionalisme dan bela Negara tidak harus berwujud dengan hapal Pancasila, hapal lagu-lagu Kebangsaan, fasih membaca pembukaan UUD 45 tapi masih banyak cara untuk untuk membangkitkan kembali semangat bela Negara tersebut di dada Rakyat Indonesia. Buktinya ketika kebudayaan kita di klaim Negeri tetangga reaksi yang ditunjukkan rakyat ini masih cukup baik untuk rasa memiliki dan membela Bangsa ini dari kejahilan bangsa lain.

Semoga momen peringatan hari bersejarah Bangsa ini bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dan semangat bela Negara seluruh jiwa dan raga bangsa ini . Tulisan ini kami persembahkan untuk Brain storming bela Negara bersama Pakdhe Kholik, salam.

Berebut Kue Kewenangan

September 24th, 2009

Berebut kue saat lebaran sering kita jumpai terutama anak-anak pada waktu silaturahmi ke sanak keluarga, kalau kebetulan kue tersebut menjadi favorit mereka. Tapi yang terjadi kali ini adalah rebutan kue kewenangan yang dilakukan oleh penegak Hukum di Negeri ini antara KPK VS POLRI. Semoga yang dilakukan oleh Yang terhormat Bapak-bapak kita ini hanya untuk menegakkan hukum dan Keadilan di negeri ini, bukan karena yang lain.

Tugas dan tanggung jawab besar yang dipercayakan seluruh rakyat bangsa ini kepada beliau yang kini sedang berebut kue kewenangan, jangan sampai menjadikan rakyat ini apriori. Keberhasilan yang telah ditunjukkan oleh kedua lembaga baik KPK maupun POLRI sebenarnya mampu membuat rakyat bangga dan berharap tidak ternodai oleh masalah ini. Dalam rangka penegakan Hukum dan pemberantasan korupsi sebenarnya kedua lembaga Negara ini bisa saling bahu membahu, tapi kelihatannya dengan sepak terjang KPK yang cukup berani membuat para elit di negeri ini ketakutan, yang menjadi pertanyaan masyarakat awam seperti saya kenapa kalau bersih harus takut ?, yang pada akhirnya membuat strategi-strategi aneh untuk membentengi diri dari ketakutannya.

Kita semua berharap kedua lembaga penegak hukum di negeri ini bisa bahu membahu dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, bukannya saling jegal dan terkam untuk mengamankan diri dan melindungi para koruptor kelas kakap dengan berbagai cara, termasuk dengan cara memanfaatkan jabatan dan kewenangannya. Rakyat sudah jenuh dengan trik-trik sulap para elit yang selalu menganggap rakyat itu bodoh dan mudah dibodohi. Rakyat siap mendukung POLRI dan KPK dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Negeri tercinta ini.

Pilihlah Pemimpin Negeri Sesuai Nurani Anda

July 7th, 2009

capres cawapres

Besuk tepatnya hari Rabu tanggal 08 Juli 2009 Rakyat Indonesia akan memilih calon pemimpin Bangsa untuk pereode 5 Tahun ke depan, saya bukan bermaksud mengajak anda untuk memilih salah satu Capres karena saya bukanlah tim sukses capres tertentu, karena meskipun sekarang lagi berusaha menjadi seorang yang visioner dengan cara memperdalam ilmu tentang sulumits Retsambew dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar impian-impian hidup, maaf sedikit ngelantur sebagai warga negara yang baik saatnya kita memilih pemimpin sesuai Nurani kita, Kenapa kita harus memilih pemimpin sesui hati kita karena rasanya mengikuti kata hati kita adalah jauh lebih baik daripada mengikuti nafsu .

..selanjutnya