Archive for the ‘Politik’ category

Reaksi Sebuah Kebijakan

November 24th, 2009

Setelah SBY memberikan kebijakannya tentang masalah yang lagi hangat saat ini yaitu tentang hak angket Century dan kepastian hukum Bibit Samad Riyanto dan Candra M. Hamzah, publik berekasi pro dan kontra. Sebagian ada yang mengatakan kebijakan yang di keluarkan SBY sudah tepat tapi sebagian yang lain mencibir dengan rasa yang tidak puas.

Pro dan Kontra dalam mensikapi sesuatu di dunia demokrasi adalah sesuatu yang wajar, justru terasa aneh apabila reaksi yang timbul hanyalah yang pro saja, demikian sebaliknya. Kedewasaan berpikir dan bertindak dari masyarakat kita justru seang diuji sejauh mana mereka memahami arti sebuah demokrasi bukan demoCrazy yang karena kurang puas dengan yang ada akhirnya berbuat anarkisme yang membabi buta.

Keputusan SBY tentang masalah Century dan kriminalisasi Bibit dan candra meskipun belum memuaskan berbagai pihak, rasanya perlu juga kita apresiasi dan kita tunggu langkah selanjutnya apa yang akan dilakukan. Mengkritik sebuah kebijakan sangatlah mudah karena belum tentu para pengkritik dan komentator bisa berbuat lebih baik, seandainya dia dalam posisi yang sama. Seorang pemimpin tidaklah mungkin disukai semua rakyat yang dipimpinnya . Sebagi pemimpin yang baik Dia akan selalu berbuat untuk kebaikan rakyatnya, bukan kebaikan diri, golongan, partai dan sektarian lainnya. Mudah-mudahan apa yang dilakukan SBY menuju kearah yang demikian

Ternyata Benar, Dunia Ini Memang Panggung Sandiwara

November 14th, 2009

Dunia ini panggung sandiwara
ceritanya mudah berubah, bisa maha bharata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura
Mengapa kita bersandiwara……..

Begitulah sepenggal Bait lagu lama akan tetapi tak kan pernah lekang oleh waktu yang dinyanyikan merdu oleh  Ahmad Albar, dan rasanya  fenomena itu telah  terjadi saat ini. Para aktor handal sedang memainkan perannya , lihat saja bagaimana permainan sandiwara para aktor dalam kasus KPK VS POLRI yang sedang hangat saat ini.

Sebagaimana kita melihat begitu handalnya mereka berperan, dan begitu hebatnya dia menyembunyikan kepura-puraan yang yang nyaris sempurna hingga publik di buat tak berdaya. Sampai kapankah mereka bisa bertahan dengan permainan sandiwara itu, akankah kebenaran selalu menjadi bulan-bulanan ketidakberdayaan sebagaimana yang sering kita jumpai di Sinetron yang kita lihat di layar kaca.

Publik rasanya sudah tidak sabar melihat sandiwara yang mereka lakonkan, Publik butuh ketegasan penegak hukum yang benar-benar menjadi pelindung hukum. Bukan penegak yang lihai mempermainkan hukum, publik juga menunggu kebijaksanaan pemimpin negeri ini untuk menyelesaikan sandiwara mereka. Semoga mereka tersadar dari permainan sandiwaranya, sebelum penonton marah dan melemparinya dengan kotoran .

Kriminalisasi di Obrolan Warung Kopi

November 5th, 2009

kedai-kopi

Suatu sore di warung kopi dua orang sahabat terlibat percakapan serius. Kang Sastro agaknya sedikit bingung dengan kata-kata yang sering di dengarnya melalui layar kaca, kriminalisasi sebuah kata yang teramat akrab seiring dengan adanya perseteruan KPK VS POLRI yang sampai saat ini belum juga kelihatan kapan akan berakhir.

Berawal dari kebingungan kang Sastro tersebut, si Midun mencoba membantu menjelaskan tentang apa itu arti Kriminalisasi. Kang Midun apa sih sebenarnya maksud dari kriminalisasi itu, tanya kang sastro, Kriminalisasi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kejahatan kang , jelas Midun . Dasar Petani kampung ucap Kang Midun yang memang sedikit paham dengan kata tersebut, karena pernah mengenyam bangku sekolah menengah . gini lho kang sastro, ucap Midun selanjutnya bermaksud menjelaskan, menurut Wikipedia kata Kriminalisasi berasal dari bahasa Inggris: criminalization) dalam ilmu kriminologi adalah sebuah proses saat terdapat sebuah perubahan perilaku individu-individu yang cenderung untuk menjadi pelaku kejahatan dan menjadi penjahat. weh cemlolo tenan kowe dun, kok ngerti wikipedia barang , celetuk kang Sastro, yo jelas to kang lha saya kan biasa berselancar di dunianya maya, oh.. maya anak kang Heri itu ya Dun, bukan kang tapi dunia maya itu ya dunia internet itu, jelas kang midun sedikit sok tahu.

Terus gimana dengan istilah kriminalisasi yang di TV itu Dun, tanya kang Sastro. ohh.. yag ada hubungannya dengan KPK dan Polri itu ya kang , kata Midun sedikit meminta penjelasan, betul ungkap kang Sastro. Gini kang sekali lagi ini kata wikipedia terangnya, ”Dalam perkembangan penggunaannya, kriminalisasi mengalami neologisme, yaitu menjadi sebuah keadaan saat seseorang dapat dinyatakan sebagai pelaku kejahatan atau penjahat oleh karena hanya karena adanya sebuah pemaksaan interpretasi atas perundang-undangan melalui anggapan mengenai penafsiran terhadap perlakuan sebagai kriminalisasi formal dalam peraturan perundang-undangan. Sebagai contoh dalam perseteruan KPK dan POLRI, kata kriminalisasi digunakan media untuk mendefinisikan upaya polisi menjerat pemimpin KPK ” .

Oalah gitu to jebule kata kang Sastro sambil manggut-manggut seperti seseorang yang telah paham betul dengan penjelasan sahabatnya itu, udah paham ya Kang, tanya Midun kepada sastro, Belum Dun !.., oooo dasar Semprul , semprruull, kirain paham wong sudah manthuk-manthuk jebule katrok, ungkap Midun mengakhiri pembicaraan dengan sedikit dongkol.

Ketika Pemberantasan Korupsi Tak Lagi Menjadi Prioritas

November 1st, 2009

tikus

Di obrolan warung pojok milik mbok karni kang sastro pelanggan tetap warung tersebut sedang terlibat obrolan serius dengan Bagus seseorang yang dulunya aktifis kampus dan sekarang masih getol di sebuah partai politik. Meski sampai pemilu terakhir kemarin belum Bagus belum sempat mencicipi kursi panas legislatif karena kurang cukup populer dan hanya modal dengkul.

Sastro , Saya merasa kecewa Gus , memangnya ada apa kang ?..tanya Bagus, ini lho saya kemarin itu pilih SBY karena komitmennya terhadap pemberantasan Korupsi, tapi sekarang kok mletho gitu ya. Apalagi namanya sempat di catut dalam perselihan yang terjadi antara KPK dan POLRI.

Bagus,..ya begitulah kang, Menjadi pemimpin memang benar-benar susah, apalagi kalau berbagai kepentingan sudah masuk di dalam lingkaran kekuasaannya, belum lagi para pecundang politik yang selalu memberi informasi yang berlainan dengan kenyataan yang sesungguhnya maka akhirnya sang pemimpin bisa salah mengambil keputusan, mudah-mudahan ini tidak terjadi sama SBY.

Apa karena Lima Tahun mendatang SBY sudah tidak bisa nyalon presiden lagi ya, sehingga dia tidak berusaha menjaga citra yang telah terbangun dalam pemerintahannya yang lalu, ungkap kang Sastro. Bisa iya bisa tidak Jawab si Bagus. Terus kenapa Sby jadi seperti itu, padahal saya sebagai pendukungnya mengharapkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi bisa dilanjutkan kayak jargon kampanyenya dulu, tapi nyatanya kok malah jalan ditempat, ucap kang sSastro dengan mimik muka kecewa. Entahlah kang jadi nambahin pusing kalau mikirin Negara, sementara saya sendiri saja masih nganggur pekerjaan tidak jelas, daripada pusing mikirin negara lebih baik belajar bisnis online aja lah kang, itung-itung bisa dapat recehan $ dari dunianya si Maya,  kata si Bagus datar.

Dari obrolan dua orang di warung pojok mbok karni tersebut rasanya cukup mewakili harapan masyarakat kecil terhadap Pemerintahan SBY, agar tidak ragu dalam pemberantasan korupsi. Karena salah satu daya tarik orang memilih SBY dalam pemilu lalu adalah komitmennya terhadap pemberantasan korupsi, kalau ternyata menjadi seperti ini rasanya banyak mengecewakan konstituennya.