Archive for the ‘Politik’ category

Dana Aspirasi 15 M PerTahun Untuk Anggota Dewan

June 8th, 2010

Sekali lagi mereka mengatasnamakan rakyat untuk menguras uang negara, apa yang di wacanakan Fraksi Golkar di DPR sungguh merupakan hal yang akan melukai hati rakyat. Meskipun mereka berdalih dana sebesar 15 M yang akan diberikan kepada anggota Dewan guna untuk menyerap aspirasi bagi rakyat yang menjadi konstituennya.

Namun dengan kondisi negara yang carut- marut serta nafsu untuk korupsi masih cukup besar maka tak ada jaminan kalau dana tersebut akan benar-benar sampai kepada Rakyat. Selama ini rakyat hanya merupakan obyek untuk kepentingan politik dan golongan serta ambisi para politisi yang tidak bertanggung jawab.

Tingkat kepercayaan rakyat kepada birokrasi dan penyelenggara pemerintahan ( Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif) sudah berada dalam titik nol, kalau apa yang di wacanakan oleh fraksi Golkar itu akan terwujud dan disetujui mayoritas partai politik maka akan menjadi bencana baru di Negeri ini, karena akan berpotensi menguras uang Negara sebesar Rp. 5,2 T, setiap tahunnya.

Terasa geli kalau melihat tingkah polah wakil rakyat kita di parlemen, berdalih untuk kepentingan rakyat, namun mereka berjuang untuk kepentingan diri mereka sendiri, haruskah kita memilihnya lagi untuk pereode selanjutnya?, sungguh Terlalu.

Naik Daun

April 13th, 2010

Sering kita lihat dan dengar baik di media cetak maupun elektronik istilah naik daun, Seorang artis Fulan sedang naik daun, atau bisa di katakan sedang berada pada puncak tangga popularitas, karena sifat daun memiliki umur terbatas maka pada waktunya dia akan tua layu, menguning, kering lalu jatuh. Demikian juga fenomena naik daun jadi waktunya tergantung daya tahan sipopuler tersebut, karena sudah menjadi hukum alam bahwasanya akan selalu ada yang fenomenal pada zamannya.

Masih ingatkah fenomena Tukul Arwana yang pada zamannya merupakan sosok sederhana yang bergaji tinggi, wajah ndeso rejeki kutho selalu yang dia jadikan ikon namun ternyata daun itu sekarang sudah mulai tidak segar lagi sehingga puncak tangga popularitasnya mulai terdesak yang lainnya.

Wapres Budiono, Sri Mulyani dan sekarang muncul Gayus tambunan serta Susno Duaji, adalah sederet nama yang lagi naik daun, ketenarannya mengalahkan artis Indonesia saat ini, yah dialah sekarang yang lagi naik daun, entah sampai kapan daunnya ini mampu bertahan.

Banyak jalan menuju keberhasilan, banyak jalan untuk mencapai popularitas sebagai manusia yang berjiwa merdeka kita bebas memilih, jalan prestasi seperti Tukul Arwana atau jalan yang lain seperti Gayus Tambunan, bagaimana menurut anda dengan fenomena naik daun tersebut?.

Untuk Rakyat, Kekuasaan Atau Partai

March 3rd, 2010

Banyak politisi yang bilang bahwa apa yang sedang mereka lakukan adalah untuk kepentingan Rakyat , semuanya hanya untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat, dan demi menegakkan kebenaran. Tapi benarkah apa yang mereka lakukan itu untuk rakyat dan penegakan kebenaran, yang tahu hanya mereka dan Tuhan saja rasanya.

Di mata orang awam seperti saya Demi kekuasaan dan kesejahteraan hidup kok rasanya lebih dominan, meski tidak semuanya seperti itu karena kita semua yakin masih ada wakil rakyat yang memiliki hati nurani dan berjuang untuk kebenaran dan masyarakat yang menjadi konstituennya. Tapi cobalah kita bertanya pada hati nurani kita berapa banyak yang seperti itu, karena saya juga menyadari kalau seandainya saya berada pada posisi mereka, dengan banyaknya godaan mungkin juga akan larut ke dalam system. Kita patut acungi jempol bagi wakil-wakil kita yang gigih dan benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat.

Disisi lain mau atau tidak seorang politisi harus taat dan patuh kepada partai dimana tempat mereka bernaung, meskipun harus mengingkari hati kecil nya. Apa yang diperjuangkan partai harus di perjuangkan juga meskipun mereka tahu bahwa yang di perjuangkannya itu salah menurut pandangan hati nuraninya. Kalau sudah seperti ini mampukah mereka menjadi seseorang yang benar-benar berjuang demi menegakkan kebenaran dan kepentingan rakyat, Wallahu Alam

Ketika Kecemasan Melanda

December 8th, 2009

Perasaan cemas bisa menimpa siapa saja dari penjual koran hingga penjual kehormatan, dari seorang pengamen sampai seorang presiden semuanya tak lepas dari kata dan sikap cemas. Perasaan cemas adalah sesuatu yang natural yang diakibatkan oleh perasaan, tentnya kecemasan yang melanda sangatlah berbeda tergantung siapa yang merasakannya.

Beberapa hari terakhir media kita banyak sekali mengulas tentang Kecemasan Presiden SBY akan info dari intelejen tentang akan adanya sesuatu pada tanggal 09 Desember 2009 di balik peringatan “ Hari Anti Korupsi” akankah kecemasan SBY ini menjadi kenyataan, atau hanya sebuah ketakutan akan kehilangan Jati dirinya Sebagai seorang presiden yang dipilih kedua kalinya oleh Rakyat.

Rasanya sudah terlalu sering Presiden kita ini melontarkan sesuatu ke khalayak dengan sumber data dari intelejen, padahal belum sepenuhnya benar. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi para pengamat di Negeri ini, untuk lebih berhati-hati dalam mengungkap sebuah keadaan yang masih meragukan. Tapi sebagai seorang yang awam terhadap dunia intelejen dan dunia politik, kurang begitu paham dengan taktik dan strategi politik. Bisa saja ini adalah salah satu strategi pasang kuda-kuda agar aparat keamanan siap siaga terhadap situasi, ahh entahlah.