Archive for the ‘Politik’ category

Ketika Politisi Kesleo Lidah

November 3rd, 2010

Sebagai manusia biasa yang namanya salah bicara ataupun salah ucap adalah sesuatu yang wajar, meski mempunyai dampak sebagai konsekwensi ucapan tersebut. Namun lain masalahnya apabila yang salah ucap tersebut merupakan publik figur seperti ketua DPR Marzuki Ali.

Sebagai simbol pejabat Negara maka Marzuki di tuntut untuk selalu berhati-hati dalam tindakan dan ucapannya, karena apa yang keluar dari bibirnya akan megundang reaksi dari publik apabila yang Dia ucapkan tidak mencerminkan sebagai pejabat publik. Apalagi beliu merupakan sosok yang mewakili partai politik terbesar saat ini, kesalahan omongan akan dijadikan sasaran empuk bagi lawan-lawan politiknya, untuk menjatuhkan. » Read more: Ketika Politisi Kesleo Lidah

Pro Kontra Pemberian Gelar Pahlawan Terhadap Mantan Presiden Suharto

October 22nd, 2010

Sikap pro dan kontra di dalam negara Demokrasi dalam menghadapi setiap persoalan adalah hal yang biasa, Sepanjang tidak berujung anarkis dan kekerasan anggap saja itu sebuah proses berdemokrasi. Namun seringkali proses Demokrasi tersebut tercedrai oleh ulah sekelompok orang yang berbuat anarkis atas nama demokrasi.

Tentang pro dan kontra terhadap pemberian gelar pahlawan kepada Mantan Presiden Republik Indonesia yang kedua Suharto juga sekarang lagi hangat di bicarakan. Yang pro mengatakan bahwa suharto layak mendapatkan gelar tersebut lantaran jasa-jasanya terhadap pembangunan Bangsa Indonesia pada saat dia memimpin. Sedangkan yang kontra mengatakan bahwa suharto tidak layak mendapat gelar pahlawan karena dalam kepemimpinannya banyak melakukan praktek KKN. » Read more: Pro Kontra Pemberian Gelar Pahlawan Terhadap Mantan Presiden Suharto

Selalu Ada Cara Bagi Anggota Dewan Kita

September 19th, 2010

Anggota Dewan yang terhormat kita ternyata kumpulan orang-orang briliant yang selalu ada cara untuk dapat memanfaatkan uang negara untuk kepentingan negara katanya. Gagal satu proyek muncul proyek lainnya dan selalu proyek-proyek ketidakpekaan terhadap masyarakat, Kritikan sepedas apapun ternyata hanya menjadi bumbu-bumbu demokrasi ala democrazy.

Rakyat kian tidak simpatik terhadap para wakilnya yang dulu dianggap bisa mewakili aspirasinya, dan ternyata tak lebih dari sekedar mewakili kepentingan dirinya sendiri dan kolega-koleganya. Kepekaan terhadap masalah yang sedang di hadapi konstituennya tak pernah terbersit sedikitpun. » Read more: Selalu Ada Cara Bagi Anggota Dewan Kita

Dana Rp. 1M Untuk Pembangunan Desa

June 10th, 2010

Gagal dengan sekenario pertama tentang dana aspirasi sebesar Rp. 15 M per anggota dewan setiap Tahunnya, kini fraksi Golkar mengusung wacana dana pembangunan Desa Rp. 1M setiap Desa. Selalu ada manufer untuk menarik uang negara demi kepentingan masyarakat katanya, namun sekali lagi jangan sampai menjadi bumerang bagi pemerintahan Desa nantinya apabila usulan tersebut mendapat persetujuan dari fraksi lain dan pemerintah.

Seharusnya Anggota DPR menyelesaikan dulu Undang-undangnya yang berhubungan dengan aturan pemerintahan Desa, sesudah kelar baru mewacanakan dana tersebut karena kita semua khawatir dengan adanya dana tersebut, dimungkinkan pihak desa kebingungan untuk menggunakan dana tersebut dan ujung-ujungnya banyak kepala Desa yang masuk penjara. Lihat saja dengan produk otonomi daerah saat ini, begitu banyaknya kepala daerah yang masuk penjara diakhir jabatannya, akibat kasus korupsi.

Sebenarnya dana Rp. 1 M untuk pembangunan desa sangat dibutuhkan, hanya saja perlunya perbaikan mental aparat serta mekanisme yang jelas terhadap pengawalan dana tersebut, agar fungsinya benar-benar menyentuh kepentingan rakyat dan pembangunan Desa, bukan hanya sekedar untuk mempertebal kantong orang-orang tertentu. Semoga wakil rakyat kita di parlemen bisa berpikir jernih untukkepentingan rakyat bukan untuk kepentingan kampanye di pereode mendatang.