Archive for the ‘Politik’ category

Untuk Rakyat, Kekuasaan Atau Partai

March 3rd, 2010

Banyak politisi yang bilang bahwa apa yang sedang mereka lakukan adalah untuk kepentingan Rakyat , semuanya hanya untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat, dan demi menegakkan kebenaran. Tapi benarkah apa yang mereka lakukan itu untuk rakyat dan penegakan kebenaran, yang tahu hanya mereka dan Tuhan saja rasanya.

Di mata orang awam seperti saya Demi kekuasaan dan kesejahteraan hidup kok rasanya lebih dominan, meski tidak semuanya seperti itu karena kita semua yakin masih ada wakil rakyat yang memiliki hati nurani dan berjuang untuk kebenaran dan masyarakat yang menjadi konstituennya. Tapi cobalah kita bertanya pada hati nurani kita berapa banyak yang seperti itu, karena saya juga menyadari kalau seandainya saya berada pada posisi mereka, dengan banyaknya godaan mungkin juga akan larut ke dalam system. Kita patut acungi jempol bagi wakil-wakil kita yang gigih dan benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat.

Disisi lain mau atau tidak seorang politisi harus taat dan patuh kepada partai dimana tempat mereka bernaung, meskipun harus mengingkari hati kecil nya. Apa yang diperjuangkan partai harus di perjuangkan juga meskipun mereka tahu bahwa yang di perjuangkannya itu salah menurut pandangan hati nuraninya. Kalau sudah seperti ini mampukah mereka menjadi seseorang yang benar-benar berjuang demi menegakkan kebenaran dan kepentingan rakyat, Wallahu Alam

Ketika Kecemasan Melanda

December 8th, 2009

Perasaan cemas bisa menimpa siapa saja dari penjual koran hingga penjual kehormatan, dari seorang pengamen sampai seorang presiden semuanya tak lepas dari kata dan sikap cemas. Perasaan cemas adalah sesuatu yang natural yang diakibatkan oleh perasaan, tentnya kecemasan yang melanda sangatlah berbeda tergantung siapa yang merasakannya.

Beberapa hari terakhir media kita banyak sekali mengulas tentang Kecemasan Presiden SBY akan info dari intelejen tentang akan adanya sesuatu pada tanggal 09 Desember 2009 di balik peringatan “ Hari Anti Korupsi” akankah kecemasan SBY ini menjadi kenyataan, atau hanya sebuah ketakutan akan kehilangan Jati dirinya Sebagai seorang presiden yang dipilih kedua kalinya oleh Rakyat.

Rasanya sudah terlalu sering Presiden kita ini melontarkan sesuatu ke khalayak dengan sumber data dari intelejen, padahal belum sepenuhnya benar. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi para pengamat di Negeri ini, untuk lebih berhati-hati dalam mengungkap sebuah keadaan yang masih meragukan. Tapi sebagai seorang yang awam terhadap dunia intelejen dan dunia politik, kurang begitu paham dengan taktik dan strategi politik. Bisa saja ini adalah salah satu strategi pasang kuda-kuda agar aparat keamanan siap siaga terhadap situasi, ahh entahlah.

Reaksi Sebuah Kebijakan

November 24th, 2009

Setelah SBY memberikan kebijakannya tentang masalah yang lagi hangat saat ini yaitu tentang hak angket Century dan kepastian hukum Bibit Samad Riyanto dan Candra M. Hamzah, publik berekasi pro dan kontra. Sebagian ada yang mengatakan kebijakan yang di keluarkan SBY sudah tepat tapi sebagian yang lain mencibir dengan rasa yang tidak puas.

Pro dan Kontra dalam mensikapi sesuatu di dunia demokrasi adalah sesuatu yang wajar, justru terasa aneh apabila reaksi yang timbul hanyalah yang pro saja, demikian sebaliknya. Kedewasaan berpikir dan bertindak dari masyarakat kita justru seang diuji sejauh mana mereka memahami arti sebuah demokrasi bukan demoCrazy yang karena kurang puas dengan yang ada akhirnya berbuat anarkisme yang membabi buta.

Keputusan SBY tentang masalah Century dan kriminalisasi Bibit dan candra meskipun belum memuaskan berbagai pihak, rasanya perlu juga kita apresiasi dan kita tunggu langkah selanjutnya apa yang akan dilakukan. Mengkritik sebuah kebijakan sangatlah mudah karena belum tentu para pengkritik dan komentator bisa berbuat lebih baik, seandainya dia dalam posisi yang sama. Seorang pemimpin tidaklah mungkin disukai semua rakyat yang dipimpinnya . Sebagi pemimpin yang baik Dia akan selalu berbuat untuk kebaikan rakyatnya, bukan kebaikan diri, golongan, partai dan sektarian lainnya. Mudah-mudahan apa yang dilakukan SBY menuju kearah yang demikian

Ternyata Benar, Dunia Ini Memang Panggung Sandiwara

November 14th, 2009

Dunia ini panggung sandiwara
ceritanya mudah berubah, bisa maha bharata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura
Mengapa kita bersandiwara……..

Begitulah sepenggal Bait lagu lama akan tetapi tak kan pernah lekang oleh waktu yang dinyanyikan merdu oleh  Ahmad Albar, dan rasanya  fenomena itu telah  terjadi saat ini. Para aktor handal sedang memainkan perannya , lihat saja bagaimana permainan sandiwara para aktor dalam kasus KPK VS POLRI yang sedang hangat saat ini.

Sebagaimana kita melihat begitu handalnya mereka berperan, dan begitu hebatnya dia menyembunyikan kepura-puraan yang yang nyaris sempurna hingga publik di buat tak berdaya. Sampai kapankah mereka bisa bertahan dengan permainan sandiwara itu, akankah kebenaran selalu menjadi bulan-bulanan ketidakberdayaan sebagaimana yang sering kita jumpai di Sinetron yang kita lihat di layar kaca.

Publik rasanya sudah tidak sabar melihat sandiwara yang mereka lakonkan, Publik butuh ketegasan penegak hukum yang benar-benar menjadi pelindung hukum. Bukan penegak yang lihai mempermainkan hukum, publik juga menunggu kebijaksanaan pemimpin negeri ini untuk menyelesaikan sandiwara mereka. Semoga mereka tersadar dari permainan sandiwaranya, sebelum penonton marah dan melemparinya dengan kotoran .

  • Recent Comments
  • Archives
  • Partner links