Archive for the ‘Motivasi’ category

Seleksi Alam

August 29th, 2009

Pada malam ketujuh Bulan Suci Ramadhan 1430 H ini saya melihat sudah mulai ada seleksi alam di Musholla kecil tempat di mana saya tinggal, barisan sholat Tarawih sudah mulai maju kedepan, dan jamaah sedikit demi sedikit mulai berkurang, entah apa yang menjadi penyebabnya, rasanya fenomena seperti ini adalah fenomena biasa dan sering terjadi di Bulan Ramadhan.

Seleksi alam atau dalam bahasa Agama disebut Sunnatullah adalah hal yang biasa dalam hidup ini, ketika kita mencoba mengamati apa yang sedang terjadi di sekeliling kita bukankah banyak sekali kejadian-kejadian yang merupakan produk dari seleksi alam. Dalam sebuah komunitas ditempat kita bekerja setiap tahun pasti akan kita lihat seleksi ini, teman yang satu promosi jabatan karena kinerjanya dianggap baik, yang lain terkena demosi karena dianggap gagal sedangkan yang lainnya memilih mengundurkan diri karena menganggap sudah tidak cocok lagi bekerja di Perusahaan tersebut.

Di dalam masyarakat Sekeliling ketika kita amati maka akan melihat ada tetangga yang begitu cepatnya dia kelihatan makmur, tetangga lain stagnan, dan yang lainnya terjerat hutang yang pada akhirnya bangkrut . Dalam Dunia blogsphore pun terjadi fenomena yang demikian meskipun usia blog sama tapi ada yang semakin ramai, ada yang biasa-biasa saja dan banyak pula yang melesat jauh merambah ke bisnis online dan lain sebagainya.

Fenomena Alam adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dan pasti akan terjadi dalam kehidupan ini. Sebagai manusia yang mempunyai kekuatan untuk merubah fenomena tersebut ada baiknya kalau kita berusaha minimal bisa bertahan, atau bahkan kita harus mampu berasimilasi dengan seleksi kehidupan yang sedang terjadi. Hanya orang-orang yang siap dan mau berusaha saja yang akan bisa bertahan di tengah belantara seleksi alam tersebut, selamat berjuang, salam.

Persaingan dalam Kehidupan

August 15th, 2009

Perjalanan hidup manusia sebenarnya diawali dari persaingan coba bayangkan kita tidak akan pernah hadir di dunia ini kalau saja sel sperma yang akan menjadi sososk seperti kita ini tidak bisa mengalahkan jutaan sel lainnya untuk bertemu dengan sel telur dan dari sinilah sebenarnya persaingan itu mulai ada.

Untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang unggul dalam sebuah persaingan maka Jangan pernah memaksa diri kita untuk terus berlari sebelum bisa berjalan dengan baik, artinya segala sesuatunya harus kita persiapkan dengan matang dan penuh dengan perhitungan dalam mengarungi dunia persaingan untuk bisa hidup, karena ketika kita berbuat asal-asalan, tanpa persiapan yang matang kita akan terombang-ambing dengan ketidak pastian dan akan menjadikan kita mudah putus asa. Setiap manusia secara naluriah selalu menginginkan untuk menjadi yang terbaik dan persaingan akan memacu kita untuk menjadikan kita mengalahkan lawan atau pesaing kita meskipun terkadang lawan dan pesaing kita itu sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Kegagalan dalam meraih atau memperebutkan sesuatu adalah hal yang sering kita alami, anggaplah itu sebagai bunga-bunga yang menghiasi perjalanan hidup kita jangan pernah berhenti dan teruslah memperbaiki diri, setelah semua kita kerjakan dengan baik jangan pernah lupa serahkan hasilnya kepada Si Pembuat Keberhasilan yaitu sang pencipta karena kita harus menyadari sehebat apapun manusia kalau tidak mendapatkan izin dariNya pastilah keberhasilan itu belum menghampiri kita, Sulit memang menjalankan ini semua tapi tidak ada salahnya kalau kita mencoba karena keberhasilan dan kegagalan itu terlahir dari sesuatu yang telah kita kerjakan atau lakukan, salam.

Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Kalau Kita Mau

August 13th, 2009

tetesan air

Dunia ini penuh dengan kemungkinan itulah yang dikatakan banyak orang, dan saya yakin semua orang percaya akan hal itu akan tetapi untuk mewujudkan sesuatu dari tidak mungkin menjadi mungkin itulah yang kadang membuat kita butuh energi prima sehingga apabila kita tidak mempunyai keyakinan serta kemauan yang kuat maka sesuatu yang tidak mungkin itu akan selamanya menjadi tidak mungkin.

Ada sebuah cerita klasik yang dulu pernah saya dengar dari Guru Ngaji saya waktu saya masih kecil, beliau menceritakan ada seorang Santri yang sudah bertahun –tahun berguru pada Kyai dari puluhan santri seangkatan dia yang berguru pada sang Kyai semuanya telah diwisuda atau sudah purna sehingga telah menjelma menjadi kyai-kyai Muda, Oleh sang Guru mereka diberi tugas untuk mengamalkan Ilmunya ke Daerah asal masing-masing santri , kini tinggalah seorang santri yang menurut Kyai tersebut dirasa belum punya ilmu memadai karena setelah hampir sepuluh tahun menjadi muridnya bacaan Surat Alfathekahnya belum dianggap bagus oleh sang Kyai, Agar sang murid tidak berkecil hati maka sang kyai menyuruh murid yang paling tidak pandai ini pergi ke Suatu tempat untuk merenung atau dalam bahasa Agama bermuhasabah kepada Allah untuk mencari tahu mengapa dirinya tidak diberi kecerdasan seperti santri yang lainnya.

Dalam perjalanan untuk mencari jati dirinya pada suatu waktu di tengah jalan dia Kehujanan dan akhirnya berteduh di dalam Gua, sambil berteduh dia mengamati sekelilingnya, pandangan matanya tertuju pada sebongkah batu hitam yang keras dan kokoh akan tetapi di tengah bongkahan batu tersebut terdapat lobang yang ternyata setelah Dia amati diatas lobang itu terdapat tetesan air, dalam hatinya dia berkata batu yang keras dan kuat seperti ini saja bisa berlobang karena tetesan kecil air berarti kalau Saya setiap hari, setiap saat, setiap waktu otak saya diasah dengan Ilmu yang diberikan Oleh Kyai pastilah akan menjadi bisa menyerap ilmu tersebut , Sang Murid ini menemukan sebuah Ilmu hikmah yang sebenarnya tidak dimiliki oleh santri yang lain yang telah di wisuda.

Sang Murid yang tak lain adalah kang Sastro tersebut setelah merasa menemukan sesuatu mereka bergegas Pulang ke Pesantren untuk menemui sang Guru, dihadapan gurunya dia menceritakan apa yang dia lihat saat berteduh di sebuah goa, dengan menarik nafas agak panjang sang Guru mengatakan Sastro kamu telah menemukan sesuatu dalam hidupmu dan itulah yang akan menjadi bekal hidupmu nanti, berawal dari pengalaman dalam perjalanan menemukan jati dirinya kang sastro semakin bertambah rajin dan kuat keinginannya untuk terus belajar apa saja yang telah di diberikan oleh sang kyai bukan hanya ilmu Agama tapi segala hal tentang hidup dan kehidupan ini dia pelajari dengan baik , akhir cerita sang kyai mempercayakan pesantrennya untuk di kelola kyai muda Sastro.

Apa yang bisa petik dari cerita diatas bahwasanya Kemauan, ketekunan dan keuletan dalam menghadapi sesuatu hal akan menjadikan sesuatu yang tidak mungkin terjadi menjadi mungkin, artinya dalam kehidupan ini terkadang kita akan bertemu dengan hal-hal yang sebenarnya tidak mungkin terjadi menurut ukuran kemampuan kita tapi dengan kemauan dan tekad yang kuat akan menjadikan sesuatu yang mustahil menjadi tidak mustahil, dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin asalkan kita mempunyai kemauan untuk berusaha dengan baik.

Tulisan ini kami persembahkan untuk Kontes ” Blog Kontest Nothing Imposible” yang diadakan oleh dindasmart.com silahkan menuju TKP kalau saudara-saudara berminat jangan sampai terlambat buruan yang mau ngikut

Pujian Dan Kritik Antara Madu Atau Racun

August 10th, 2009

Mendapat pujian dalam hal apapun adalah dambaan bagi setiap orang, terkadang kita merasa hampa apabila apa yang telah kita kerjakan dan lakukan berlalu begitu saja tak satu orang pun yang memperhatikannya, Rasa capai setelah melakukan sesuatu terkadang bisa hilang setelah selesai dan mendapatkan pujian dengan apa yang telah kita kerjakan, lain halnya apabila kita telah berusaha mengeluarkan kemampuan maksimal kita tetapi pujian tidak kita dapat tapi sebaliknya cemoohan yang datang pastilah kita akan merasa sangat dongkol bahkan bisa kearah putus Asa.

Kritik Bagi sebagian orang adalah bisa membuat alergi dan marah, apalagi kalau kritikan itu terkesan asal kritik tanpa memberikan sebuah solusi, Banyak orang ketika dikritik atas hasil yang Ia capai akan merasa kecewa bahkan bahkan cenderung marah karena merasa apa yang diberikan atau dilakukannya adalah sesuatu yang terbaik yang Dia lakukan, tapi ada sebagian dari kita yang menanggapi kritikan dengan baik karena sebuah kritik adalah koreksi atas hasil kinerja yang telah dilakukan, dan type orang seperti ini akan menjadikan kritik sebagai sesuatu yang bisa membawanya kearah yang lebih baik.

Pujian tidak selamanya akan menjadi madu bagi kehidupan kita bahkan kalau kita terlena bisa menjadikan racun bagi kita, dengan pujian kita akan berpuas diri dan kita lupa untuk berbuat atau berprilaku lebih baik lagi. Kritikan sebenarnya bukanlah racun meskipun rasanya pahit dan tidak mengenakkan hati dan perasaan kita bagi orang yang bisa menerima dengan legowo, kritikan bisa menjadi obat untuk sesuatu yang lebih baik di masa yang akan datang untuk itu kita perlu sangat berhati-hati jangan terlalu bangga apabila kita dipuji dan jangan terlalu bersedih apabila kita dikritik, salam.