Bukan maksud saya untuk ikut-ikutan nembak keyword atau belajar tehnik SEO seperti tutor saya dalam bidang itu tapi saya mencoba untuk menganalisa fenomena tersebut dari sisi yang lain kalaupun masuk keyword hanyalah kebetulan saja, terus terang ada yang ganjil dari kejadian yang saat ini mengalami Ponari Si Bocah Batu Ajaib itu, kenapa tidak banyak orang beramai-ramai dating kepadanya untuk berobat karena si Bocah tersebut memiliki batu ajaib yang konon katanya bisa menyembuhkan segala penyakit.
Kita tidak pernah pungkiri apabila di Dunia ini ada sesuatu yang punya kekuatan magic tapi yang menjadi pertanyaan kita justru orang-orang yang datang ke tempat bocah Batu Ajaib tersebut sangat berlebihan, bahkan ketika saya lihat tanyangan di TV mereka rela mengambil air comberan yang mengalir dari Kamar mandinya si Bocah Batu ajaib tersebut, bahkan ada yang meminumnya, Astaghfirullah Hal Adziem .
Bagi kita orang yang beragama bukankah perbuatan seperti itu lebih mendekati kearah Syirik, karena mereka berlebihan mempercayai batu ajaib tersebut hingga melebihi kekuatan Sang pencipta, bukankah yang bisa menyembuhkan sakit seseorang hanyalah Tuhan kalaupun Batu ajaib itu benar-benar bisa menyembuhkan penyakit hanyalah sebagai sarananya saja bukan karena kekuatan batu tersebut, disini kami mencoba mengingatkan kepada saudara-saudara kita janganlah berlebihan dalam memandang sesuatu kekuatan ajaib karena kita akan terseret ke lembah syirik.
Itulah fenomena yang terjadi saat ini di tengah-tengah masyarakat kita Keringnya rohani mereka dari sentuhan spiritual dan inilah tugas bapak-bapak kita dari MUI untuk memberi pencerahan yang saat ini lagi produktif membuat Fatwa, dan tentunya kita semua harus melakukan sesuatu untuk menjaga diri kita dan keluarga dari hal-hal berbau syirik tersebut, karena bagi kita menjaga keimanan kita jauh lebih penting daripada larut dalam hangar-bingar kehidupan ini, salam.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Ya seharusnya kita berhati-hati dalam hal ini, karena bisa merusak Aqidah kita
Betul sekali mas… sangat memprihatinkan sekali fenomena kesyirikan di negeri kita.. tapi memang tidak bisa di salahkan begitu saja, karena memang masalahnya cukup kompleks, diantaranya masalah kemiskinan, sehingga bila sakit, karena tidak punya uang untuk berobat, maka jadilah lari ke jalan pintas yang rawan dengan kesyirikan. Benar sekali kata Sabda Rasulullah bahwa “keFAKIRan bisa mendekatkan kepada keKAFIRan”. Perlu kerjasama dari setiap elemen bangsa dan kemauan politik dari semua orang, untuk mengentaskan problematika ini, Semoga saja…
saya hanya bisa prihatin menyaksikan kerumunan orang2 yang mohon penyembuhan kepada ponari saat menyaksikan tayangan TV, pak. saya pikir mereka ndak salah juga, karena biaya rumah sakit masih tergolong amat mahal. hal ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah kita terhadap kesehatan rakyatnya masih amburadul.
Kasihan melihat saudara kita yang bejejalan berebut air Ponari ini. Sepakat bahwa kemiskinanlah yang menyebabkan semua ini, mereka tak mampu untuk membiayai pengobatan secara medis yang relatif jauh lebih mahal. Walaupun katanya pemerintah sudah meluncurkan program Askes Gakin.
Banyak pr bagi pemerintah saat ini terutama dalam hal meningkatkan anggaran belanja untuk pembiayaan sektor pendidikan dan kesehatan.
Kalau komen saya terus menerus seperti yang di atas tadi, mungkin pemilu selanjutnya saya akan mendaftar jadi caleg juga. btw, tempat pendaftarannya dimana ya Cah?
Lhaiya to mas, sebenarnya kerumunan orang-orang yang ke tabib cilik itu mau cari obat apa cuma mengobati rasa penasaran yang mungkin aja niatnya lebih besar.